Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Saturday, September 3, 2016

Aku Hanya Bisa Diam di Sini

Akhirnya minggu yang paling berat ini pun terlewati. Setelah penutupan acara, aku hanya bisa terdiam di sudut ruang meeting. Masih sangat tak percaya, acara yang aku persiapkan dengan mengorbankan waktu tidur setiap harinya akhirnya selesai dengan hasil yang sangat berantakkan.

PEMDA yang seyogyanya sebagai sang empunya program malah melenggang begitu saja, meninggalkan acara yang menjadi salah satu wadah nya untuk mencapai target.

Aku terhempas, mimpi ku terlalu tinggi padahal PEMDA yang seyogyanya nahkoda program tak sedikitpun peduli. Aku pun merasa terlempar semakin jauh, kala sahabat yang harusnya menjadi teman perjuangan juga melakukan hal yang sama.

Wednesday, August 31, 2016

Epilog Khayalan

"Kamu sungguh-sungguh?", aku terhenyak akan rasa haru diiringi rinai hujan yang membuat suasana semakin syahdu."Ya, aku sungguh-sungguh!", ujarnya seperti biasa dalam tatapan yang tajam.

Aku pun membalas tatapnya, mencoba mencari suatu selah untuk tak mempercayai ungkapannya. Tapi semakin aku mencari, semakin aku meyakini kesungguhannya.

"Jadi bagaimana? apa kamu sudah siap meninggalkan semua yang melekat erat dalam kehidupanmu?" sekarang berganti dia yang meminta kepastian.

"Insaallah aku siap!", jawabku dengan hati yang mantaf sembari membayangkan sebuah kehidupan baru yang begitu indah dan nyaman tanpa adanya tekanan dan tanggung jawab besar yang sering mengganggu tidur.

#CumaEpilogKhayalanSebuahMimpiYangBelumKesampaian
#KalaPenatMelanda



Sunday, August 21, 2016

Singkong Susu Panggang, Cara Kreatif Meminimalisir Makanan Agar Tidak Terbuang

Memandang langit bumi sriwijaya yang mendung di peluk erat sang hujan sedari shubuh tadi, dan ditemani lagunya Masbro Enji berjudul "Dia" jadi pingin langsung baper. Tapi karena baper beda tipis dengan laper, akhirnya bukannya nulis puisi eh aku malah langsung ngeloyor ke meja makan.

Di meja makan seperti biasa aneka makanan tersedia, dari yang baru hari ini di masak sampai makanan yang tidak habis dari kemarin seperti si singkong rebus. Memandang si singkong rebus yang tertunduk sedih aku pun jadi tidak tega, akhirnya seperti biasa otakku pun berputar mencari ide bagaimana caranya agar si singkong direnovasi berubah wujud dan menggugah selera, halaah memangnya ini jembatan pake renovasi! ---langsung tepok jidat tetangga.