Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Monday, September 3, 2018

Kok Ngomongnya Serem Banget?


“Ih, kamu kok ngomongnya serem banget?”ujar Tira sembari mengangkat bahunya tanda bergidik ngeri.  “Loh, kok serem sih, aku ngomong kenyataan ini. Tadi kan kamu nanya, apa yang sedang aku pikirkan, sudah aku beri  tahu eh malah sewot”, ujarku tersenyum kecil melihat Tira yang masih melipat muka jadi dua belas tanda kalau dia benar-benar tak suka dengan tema pembicaraan yang dia mulai sendiri.

“Tapi kan, masa mikirnya itu sih. Harapanku tadi, kamu banyak diam begini lagi mikirin soal jodoh mu yang masih lari-lari tak jelas, atau mungkin lagi mikirin gimana caranya dapat uang banyak tapi tetap santai, gituuu!!”, jawabnya masih sewot tapi tak berhenti menyeruput es jeruk di gelas.

Aku semakin tersenyum lebar melihat gelagat sahabatku yang tak sedikit centil tapi cukup perhatian. Aku pun mengaduk pelan segelas es jeruk yang semakin mencair dan belum tersentuh di hadapanku, Tira masih asik ngedumel tak jelas tapi tetap melahap siomay pesanannya.

Sunday, September 2, 2018

Kena Jewer


Tak ada nikmat yang lebih nikmat dari pada duduk di depan televisi ditemani secangkir kopi moka hangat  di pagi yang cerah. Tersungging sedikit senyum saat membaca di linimasa facebook status seorang sahabat yang sedang kena panah asmaranya dewa Hymen sang dewa pernikahan.

Mensyukuri nikmat sebagai perempuan yang mempunyai kelebihan “multi tasking”, yang bisa  menonton tayangan program desain rumah di televisi, aku pun masih bisa bermain games favorite di handphone sambil menulis seperti sekarang.

Ya, urusan tulis menulis ini memang sudah agak lama di anak tiri kan. Secara, banyak saja halangan. Waktu pingin nulis terus mendengar lagu ayah nya seventeen di playlist winamp eh malah mewek. Belum lagi urusan asmara dengan si dia, halaaaah.... jangan sampai tulisan ini pun tak selesai.

Skip..

Skip...

Seruput kopi dulu, hmm.. nikmat..