Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Thursday, December 13, 2018

Telepon Pagi Ini

"Sedang ngapain loe?" ujar sahabat yang tumben-tumben pagi ini telepon. "Lagi liatin burung!" jawabku singkat kemudian menyeruput kopi susu yang hampir dingin.

"What? You sure? Are You Ok?" cecarnya lagi dengan pertanyaan tanpa titik koma mirip seperti kereta babaranjang yang melintas. "Yeah sure, it's my brother birds" jawabku ngikut nge-english, lumayanlah latihan pagi :D

"Hahaha, loe masih saja manusia tak jelas!" ujar nya cekakakan diseberang telepon. Aku cuma cengar-cengir  sendiri dan pasti tak bisa terlihat olehnya.

"Tumben kamu telepon, ada apa? to the point ya? aku sibuk nih," sekarang berganti aku yang bertanya setelah melihat jam dinding yang menunjukkan pukul sepuluh.  "Kangen loe!" ujarnya dengan suara pelan dan singkat.

Monday, September 3, 2018

Kok Ngomongnya Serem Banget?


“Ih, kamu kok ngomongnya serem banget?”ujar Tira sembari mengangkat bahunya tanda bergidik ngeri.  “Loh, kok serem sih, aku ngomong kenyataan ini. Tadi kan kamu nanya, apa yang sedang aku pikirkan, sudah aku beri  tahu eh malah sewot”, ujarku tersenyum kecil melihat Tira yang masih melipat muka jadi dua belas tanda kalau dia benar-benar tak suka dengan tema pembicaraan yang dia mulai sendiri.

“Tapi kan, masa mikirnya itu sih. Harapanku tadi, kamu banyak diam begini lagi mikirin soal jodoh mu yang masih lari-lari tak jelas, atau mungkin lagi mikirin gimana caranya dapat uang banyak tapi tetap santai, gituuu!!”, jawabnya masih sewot tapi tak berhenti menyeruput es jeruk di gelas.

Aku semakin tersenyum lebar melihat gelagat sahabatku yang tak sedikit centil tapi cukup perhatian. Aku pun mengaduk pelan segelas es jeruk yang semakin mencair dan belum tersentuh di hadapanku, Tira masih asik ngedumel tak jelas tapi tetap melahap siomay pesanannya.