Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Monday, December 21, 2009

Salma

Ku sibak tirai putih yang menutupi kamar ini. Kamar yang menjadi saksi bisu perjalanan hidup Seorang Salma. Salma, saudara sepupu ku yang periang, mudah bergaul dan selalu menghembuskan angin kesegaran dengan adanya dia. Kuhirup dalam udara pagi yang terasa basah karena derasnya hujan semalam, terasa sejuk…. yang membuat ingatanku melayang pada kebiasaan ritual yang dilakukan Salma setiap pagi di depan jendela besar ini.

Kulangkahkan kaki menuju tempat tidur Salma, Sebuah kasur dengan sprai rapi yang terletak di atas permandani. Dulu, tempat tidur Salma tidak seperti ini, tapi 6 bulan kemarin, ia meminta Bik Na dan Mang Asep memindahkan tempat tidur, meja rias dan sebuah lemari tempat ia menyimpan koleksi-koleksi boneka kesayangannya ke gudang. Tak ayal, ketika Tante Rina mengetahuinya terjadi sebuah pertengkaran kecil, tapi untunglah Om Taka seorang yang bijak, dia menghargai keputusan Salma dengan alasan yang hanya Salma yang tahu. Sekarang, kamar Salma menjadi lengang seperti ini, menjadi begitu luas dan putih.

Tak sengaja, aku menemukan sebuah buku kecil namun tebal berwarna putih. Aroma bunga sedap malam tercium semerbak ketika aku membuka buku itu, bunga favorite Salma yang selalu dia selipkan di setiap bukunya. “Catatan apa ini?”, aku bertanya-tanya dalam hati. Dalam keheningan aku mencoba membaca tulisan tangan sepupu ku itu.

Jum’at, 12 Juni 2009
Hari ini, aku pulang dari tempat Dokter Ridwan. Ya, aku penasaran sekali dengan apa yang aku rasa tiga bulan terakhir ini. Pertanyaan Kenapa aku selalu merasa lelah dan pegal-pegal padahal aku sudah banyak istirahat dan minum suplemen, pertanyaan kenapa rambutku banyak yang rontok, dan pertanyaan kenapa aku selalu demam, padahal aku telah meminum obat penurun suhu tubuh. Pertanyaan itu terjawab sudah, setelah aku mendapatkan hasil diagnosa dari Dokter Ridwan, aku positif kena “lupus”. Entah, penyakit apa itu? Mulai sekarang aku akan mencari tahu…………….

Sabtu, 13 Juni 2009
Hari ini aku tidak keluar dari kamarku, ku kunci pintu kamar agar tidak kepergok mama atau Bik Nah ketika aku browsing. Ku ketik kata kunci “lupus” pada search google…. Hmmm banyak juga artikel-aktikel mengenai lupus ini. Kenapa aku selama ini tidak tahu mengenai penyakit ini. Semuanya sesuai dengan gejala-gejala yang aku alami. Ya Tuhan, ternyata umurku tidak lama lagi… walaupun di artikel ada juga para odapus (sebutan penderita lupus) yang sembuh, tapi itu masih sekian persen saja….. Ya Tuhan…..

Senin, 6 Juli 2009
Mama marah besar hari ini, karena aku meminta bik na dan mang asep membongkar tempat tidur dan lemariku. Inginnya sih, aku sumbangkan saja boneka-boneka itu untuk anak-anak jalanan yang aku temui tadi. Kasihan sekali mereka, apalagi si Mila. Tadi aku dapati dia menangis di tepi jalan. Katanya boneka nya direbut oleh temannya…. Hmmm.. tapi mama tadi ga bolehin… jadinya sekarang semuanya ada di gudang… tapi ga pa-pa lah, besok aku ambil satu atau dua boneka pasti mama ga tahu..hehehehe….
Malam ini panas bener, rasanya mau pecah kepala ini, padahal aku sudah minum obat yang diberi pak dokter…… kayaknya, besok aku harus ke dokter Ridwan lagi….

Rabu, 7 Juli 2009
Tuhan, berikan petunjuk kepada ku…. Kemarin dokter Ridwan menyarankan agar aku menceritakan penyakitku ini kepada mama dan papa… bagaimana mungkin aku melakukannya, tahu sendiri mama, orangnya mudah menangis… aku tak sanggup melihat mama menangis karena aku. Jadi, tadi aku minta tempo pada pak dokter…. Oh, ya… tadi pak dokter memberiku obat lymphostat-B. Katanya obat ini ini bisa menghambat protein yang bisa menstimulasi limposit B. Hmmm… semoga saja obat ini bisa bekerja, aku masih ingin hidup Tuhan…… beri aku kesempatan…………………….

Senin, 17 Agustus 2009
Meriah sekali Hut RI tahun ini di komplekku. Bersama-sama kami remaja karang taruna mengadakan acara yang lain dari tahun kemarin-kemarin. Kita mengadakan lomba unjuk kreatifitas keluarga, jadi tiap-tiap keluarga bebas mengekspresikan kreatifitasnya. Ada yang baca puisi, nyanyi, tari, dan ada juga yang tari balet keluarga. Kembali aku terbayang keluarga Si Togar menari Balet, Ucok juga ikut serta… tapi tari baletnya pake kain.. hahahahahahaha…..ada-ada saja….
Aku, papa, mama dan Ratih ga kalah juga dong…. Kita melakukan atraksi Sulap, atraksi ini kita pelajari hanya 1 minggu… tapi papa hebat buanget… dengan gaya guyonnya, papa bisa membuat semua orang bertepuk tangan…. Dan So Pasti Juara ke 3 Kita yang dapat….. I Love My Family…. Emmuach…

Selasa, 3 Nopember 2009
Hari ini aku putuskan hubunganku dengan Rio. Kemarin aku melihatnya dengan Sinta di Palembang Indah Mall sedang makan. Sebetulnya aku percaya pada Rio, kasihan dia tadi berusaha menjelaskan kepada ku tentang kejadian kemarin kalau Sinta hanya minta ditemani mencari kado. Tapi, Maafkan aku Rio….. Aku harus melakukannya, aku tak mau engkau terluka karena aku…. Aku merasa tubuhku ini sudah lemah sekali. Ya Tuhan… apakah umurku sudah tidak lama lagi????

Jum’at, 13 Nopember 2009
Malam ini aku meminum obat lymphostat-B ku yang terakhir. Aku tak mau lagi ke dokter Ridwan… Pak dokter selalu mendesakku agar aku menceritakan penyakitku kepada mama dan papa. Malah dokter ridwan bilang mau langsung menelepon papa. Ahh…. Ada-ada saja pak dokter itu. Karena itu. Aku yakinkan padanya untuk memberiku waktu agar aku dapat menceritakan sendiri kepada mama papa, untungnya Dr. Ridwan percaya. Hmmmmm selamat deh… tapi besok aku tak mau ke Dokter lagi. Aku merasa obat ini tak juga bermanfaat hampir lima bulan ini. Sekarang, waktunya aku mengisi sisa hidup ku….. hmmmm apa ya yang akan aku lakukan besok??? Oh ya, ada undangan di tempat tante Rani, asiik.. aku telepon semua sepupu-sepupu ku aaaahhhh……

Sabtu, 14 Nopember 2009
Tadi siang adalah acara keluarga yang paling seruuuuu…. Semuanya pada kumpul… keluarga tante Eka yang di Lampung juga ada… wuiiihhhhh… M.A.N.T.A.F A.B.I.S……. tapi tadi aku kerasa bener, aku ga kuat ikut berpanas-panas… maklum tadi arisannya kayak pesta kebun gitu….. tapi ga masalah, aku dan ratih tadi kebanyakkan ngadem di teras dari pada ikut berenang dengan yang lainnya…. Ku lihat tawa Ratih yang sangat lepas… aku senang sekali melihatnya tertawa seperti itu… Oh. My Sister.. I love you so much….. Im sorry when I never be a good sister for you….

Selasa, 17 nopember 2009
Kenapa hari ini aku tidak bisa bangun dari tempat tidurku…. Aku seperti tidak dapat merasakan apa-apa lagi… Tuhan, sekarang mama pasti sedang panik ketika melihat keadaanku, kasihan mama… kalau memang ini hari terakhirku… aku mohon ya Tuhan, jagalah keluargaku……

Tak ada lagi tulisan di buku ini, semuanya terhenti. Karena aku tahu bahwa pada tanggal 17 Nopember itu, Salma di bawa ke rumah sakit. Dia hanya bertahan 5 hari di rumah sakit itu, sampai hari ini hari ke tiga dari hari wafatnya. Aku terhenyu sendiri merenungi isi buku harian Salma. Kenapa kami tidak menyadari sedikitpun tentang ini, dan kami hanya mengetahuinya di akhir. Oh... dapat aku bayangkan apa yang dirasakan tante Rina sekarang. (21/12/209-amibae)

No comments:

About Me

My photo
Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
Mulai nge-blog 14 Desember 2009