Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Monday, April 26, 2010

Ke-25 : Batas Hak perempuan

Senin, 26 April 2010


Jiaaaahhhh....... sekarang sudah menunjukkan pukul 16.12 wib. Hari yang sangat berwarna hari ini.. hahahahahaha

Hari ini sambil menunggu info lanjutan dari BPKP yang katanya mau turun, ya.. iseng saja lah aku posting dulu. Bingung juga sih mau bahas apaan. Hmmm....

Oh ya, kemarin aku kembali menonton film "Perempuan Berkalung Sorban", aku masih penasaran dengan apa kandungan hikmah dari film ini. Dalam benakku masih saja bertanya-tanya batasan tentang hak perempuan di dunia ini. Semalam aku coba bahas dengan Aylia, teman ku di Nimbuzz. Kasian sekali dia bingung atas pertanyaan ku. Seperti di dalam film perempuan berkalung sorban ada skets dimana terjadi pemilihan ketua kelas, sebetulnya anisa mendapat suara yang lebih besar, tapi dikarenakan Anisa seorang perempuan maka dia tidak boeh jadi pemimpin.

Hmm... benar sih, pemimpin sepantasnya adalah seorang laki-laki, aku tak kan membahasnya karena ini sebuah kodrat. Tapi disana juga ada skets dimana Anisa dimarahi karena ingin belajar menunggang kuda, apakah benar perempuan muslimah tidak boleh menunggang kuda?

Hufff... Jujur aku masih bias tentang emansipasi perempuan serta kodrat perempuan. Bukan aku sok untuk membicarakan emansipasi, hanya saja aku ingin mengetahui batas hak perempuan itu sampai dimana di dunia ini? Apakah benar sesuai pantas atau tidaknya seorang perempuan berprilaku? adakah yg ingin berbagi ilmu dengan ku tentang hal ini?

0 Comments:

Sponsor