Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Monday, December 20, 2010

Mengapa Bendera Indonesia Berwarna Merah dan Putih ? (Bagian 2)

14 Muharram 1432 H
Senin, 20 Desember 2010

"Eeh Tong!! kamu sudah duluan di sini? gimana? dapat?", Toleh baru datang dan langsung menyerang dengan rentetan pertanyaan yang bagaikan bunyi mercon waktu acara tahun baru. "Hehehe.. belum Leh, ini aku juga sedang cari-cari, tapi ya gitu deh... ketemu bacaan menarik ya baca dulu... ", jawab Entong sambil mesem-mesem. Toleh cuma geleng-geleng kepala melihat buku yang dibaca Entong berjudul "Cerita 1001 malam". "Yuuk.. kita cari dulu, kamu mulai dari lemari yang itu ya... aku lemari yang ini, ok?", ajak Toleh, dan Entong pun mengikuti komando sahabat karibnya dengan meletakkan buku yang belum habis dibacanya.

"Brukk!!", Toleh menjatuhkan tubuhnya di lantai, " Ga ketemu Tong, kamu gimana?", tanya Toleh penuh harap ke Entong. "Belum Leh, ini barisan buku terakhir", jawab Entong tanpa menoleh ke sahabatnya. "Kalau tidak ketemu, kita cari kemana lagi Leh? hmmm.. teman-teman yang lain bagaimana ya?", gantian Entong yang bertanya. Toleh tidak menjawab, pikirannya melayang di awang-awang.

Setelah merapikan kembali buku-buku yang telah diacak-acak, Entong dan Toleh langsung menuju rumah Pak Suki untuk mengembalikan kunci perpustakaan. "Bagaimana? ketemu?", tanya Pak Suki. Ditatapnya  wajah kedua bocah itu yang memancarkan kemuraman bagai mendung yang hitam menandakan akan  turun hujan lebat.

"Mari duduk dulu di sini, ada kak Buana yang baru pulang dari Yogya, kita tanya saja, mungkin kak Buana tahu?", Pak Suki mencoba memberi solusi, yang disambut anggukan Toleh dan Entong.
Kedua bocah itu duduk di kursi ketika pak Suki memanggil Buana, anaknya yang masih kuliah di Yogya tapi sedang pulang liburan.

"Ya.. pak? ada apa?", tanya Buana sambil memberikan senyumnya ke Toleh dan Entong. "Ini nak, adik-adik mu ini ada tugas dari pak Guru untuk mencari asal-usul dan sejarah kenapa Bendera Indonesia berwarna merah putih? kamu bisa bantu mereka?", Jelas Pak Suki. 

Wajah Buana berkesan serius, dilihatnya kedua bocah itu silih berganti, "kita coba browsing di internet saja, bagaimana?", tanya Buana, yang langsung disambar anggukan ketiga makhluk Allah dihadapannya. "Setelah menyalakan laptop yang dibelinya dari hasil beasiswa dan kemudian terkoneksi dengan modem GSM nya, proses browsing pun berjalan pelan di jaringan GPRS dengan signal yang lemah. Maklum desa Hujan memang merupakan desa pinggiran.

"Dapat!!", teriak Buana. Wajah Toleh, Entong dan Pak Suki pun langsung berubah cerah bagaikan secerah mentari pagi. "Mana kak?", Toleh sedikit tidak sabaran. "Kalian bawa pena dan buku kan? dicatat ya... sayang kakak tidak punya printer, jadi tidak bisa langsung dicetak", tanya Buana. "Ada kak!!", jawab Toleh dan Entong semangat, dan langsung mengambil posisi mencatat setelah Buana memindahkan posisi laptopnya menghadap ke kedua bocah itu. Entong dan Toleh pun menulis, diawali dengan sejarah dan kemudian maknanya. "Wah, lengkap sekali ya Tong", ujar Toleh yang hanya dijawab anggukan oleh Entong. Setelah mencatat habis, Entong dan Toleh pun pamit dan berterima kasih kepada Pak Suki dan Kak Buana.

Disepanjang jalan pulang, Entong dan Toleh sibuk dengan pikirannya masing-masing. Mereka berdua tidak sabaran untuk menceritakan hasil pencahariannya esok di sekolah. (bersambung)

---

Nb. Hehehehe... sobat.. maaf bener ya.. ceritanya terpaksa dipotong-potong, maklum ngeblognya cari waktu luang (ini saja sambil makan siang), nanti aku lanjut lagi nulisnya... sekarang kabur dulu mau sholat, terus langsung siapin kegiatan Pelatihan Masyarakat di BaseCamp, semoga ga ada yang kecewa ya... Semangat!!!!

5 comments:

Belantara Indonesia said...

ihik..ihik....hahhahhhahhaa...met sholat aja ya....

Ami said...

Kalo masih bersambung kasih komennya standar aja. Ditunggu terusannya

tiwi said...

asswrwb..huaaa dipotong lagee ceritanya...

Richa Rie said...

duhh mbakk yuu...pop up iklan nya banyak benerrr

Faril said...

"Ditatapnya wajah kedua bocah itu yang memancarkan kemuraman bagai mendung yang hitam menandakan akan turun hujan lebat."

jika seorang peri dapat terbang tinggi ke langit,,dia kan mengambilkan mentari untuk menerangi dunia dari gelapnya mendung"