Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Sunday, July 1, 2012

Nasi Telah Menjadi Bubur

"Melamun?", sebuah tepukkan di pundak mengembalikan ku ke alam nyata setelah beberapa lama aku duduk terdiam sambil menengadahkan wajah menatap langit yang cerah, secerah sang mentari pagi melebarkan senyumnya.

"Sudah lama sekali tidak hujan", ujar ku lirih tapi tetap berharap sahabat ku yang sekarang berdiri di samping ku bisa mendengarnya. "ya, sudah lama sekali", jawaban singkat dari nya sekali ini ternyata menenggelamkan kami bersama dalam lamunan.


"Sekarang masyarakat desa sudah banyak mengeluh, hasil tanaman karet berkurang karena di musim kemarau getah karet menjadi sedikit. Eh, ketika getah hasil karet sedikit, ternyata harga jual pun tak berpihak kepada mereka si petani karet, lihatlah! harga karet menurun lumayan drastis,  hmmm,, dan aku di sini hanya bisa menjadi penonton tanpa bisa melakukan apa pun", ujar ku mencurah kan apa yang ada dalam pikiran ku kepada satu-satu nya sahabat yang selalu rela menjadi tong sampah untuk bermacam-macam uneg-uneg di hati.


"Kamu terlalu terbawa perasaan sahabat! aku senang kamu begitu perhatian dengan masyarakat desa dampingan mu, tetapi kamu harus ingat, bukan hanya tahun ini masyarakat desa ketemu dengan musim kemarau, aku yakin mereka sudah biasa dan bisa untuk menanggulangi dampak dari hal ini sendiri." ujar nya bersamaan senyum yang merekah.

"Jadi menurut mu aku tak perlu memikirkannya? jadi menurut mu aku tak perlu melakukan apa pun? hanya cukup jadi penonton saja seperti penonton drama korea di televisi yang akan berurai air mata bila ada adegan sedih, atau bertepuk tangan bila ada hal yang menyenangkan?", kali ini aku menghujani nya dengan pertanyaan-pertanyaan yang sedikit terbawa emosi.

"Calm down my friend!! please,, jangan emosi dulu, sekarang aku coba tanya, "Disaat kamu memasak nasi, dan ternyata nasi yang kamu masak telah terlanjur menjadi bubur apa yang kamu lakukan? kalau memasak nasi kembali aku rasa akan memakan waktu yang cukup lama karena kita mengulangi suatu pekerjaan secara menyeluruh. Demikian juga masyarakat desa, anggap saja mereka mengalami hal itu, dan aku yakin masyarakat desa juga telah terbiasa untuk mengelolah nasi yang terlanjur menjadi bubur menjadi suatu makanan yang juga nikmat dari pada mereka menunggu untuk memasak nasi kembali yang belum tentu juga beras nya tersedia. 

So,, suatu keadaaan yang telah terjadi kadang kala memang harus di jalani, bukan kah jarum jam akan terus bergerak maju? tapi ingatlah kehidupan itu tetap bagai roda yang berputar, semua nya akan berulang,, dan pada saat kembali memasak nasi, harus nya kejadian terdahulu menjadi sebuah pembelajaran agar nasi tidak kembali menjadi bubur, dan disaat itu lah bila ingin berperan, perankanlah peran terbaik mu menjaga proses nya menjadi benar, tapi harus tetap diingat seorang fasilitator bukanlah seorang dewa yang bisa menyelesaikan segala nya, kita hanya memafasilitasi proses, dan tetap biarkan masyarakat yang berproses", ujar nya tetap dengan tenang.

"Hmmm... artinya aku harus mempersiapkan sesuatu untuk dilakukan saat sebelum kemarau melanda kembali agar hal seperti sekarang tidak terjadi kembali?" tanya ku dengan polos sepolos bayi yang baru lahir.

"Hahahaha,,, betul sekali sahabat ku yang pintar,, ngomong-ngomong soal ini aku jadi lapar, ayo kita makan,, bagaimana kalau menu kita pagi ini bubur ayam?, ujar nya sambil bergurau dan menggandeng tangan ku menuju tempat sarapan langganan.


7 comments:

cara alami mengobati asma said...

subhanaallah

Obat luka diabetes Herbal said...

berbagi Kata Kata Motivasi
Doaku hari ini: Tuhan, tetapkan aku dalam keimanan yang kokoh, datangkanlah kebaikan dan jauhkanlah segala keburukan.
semoga bermanfaat dapat di terima dan salam kenal ku tunggu kunjungan baliknya :D

Halaman Samping-nya Inung Gunarba said...

eh jadi inget, besok pagi beliin Kaka bubur ayam deket rumah :D

warga dampingan tyt petani karet ya? mereka tergantung harga yang naik turun di luar kuasa mereka. karena lebih banyak ditentukan oleh pedagang dan bahkan oleh Bursa Komoditi di Kuala Lumpur atau London sana, puluhan ribu kilometer dari kebun mereka :(

Semangat Bi'

Andy said...

ketika kita memperlakukan alam atau orang disekotar kita baik & penuh tanggung jawab,maka keseimbang hukum alam yaitu baik akan dibales baik juga :)

Richardo Sitompul said...

hemmmmm....memang sangat tidak enak jika kita tidak bisa melakukan sesuatu pada orang di sekitar kita, walaupun sebener nya kita bingung apa yg harus dilakukan.tapi perumpaan nasi jadi bubur oleh temen mu itu sangat bijak sekali.

proses ini yg harus kita jaga dengan sangt baik

zan said...

terkadang memang ada sesuatu hal atau masalah yang kita tidak dapat melakukan sesuatu, padahal kita sangat ingin merubahnya tp semua di luar kuasa kita...

seandainya nasi pun telah menjadi bubur toh bubur masih enak dimakan apalagi pas hujan2 gini, makan bubur ayam hangat2, keep smile :)

chila cantik said...

SUBHANALLAH