Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Sunday, September 23, 2012

KSM Rangkuian: Kebersamaan yang Sempat Hilang Kini Lahir Kembali

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya dana BLM Tahap-1 untuk anggaran tahun 2012 cair ke rekening LKM Bersatu. Semua masyarakat Kelurahan Gunung Kemala  Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih bersuka cita, termasuk KSM Rangkuian yang diketuai oleh Bapak Mat Wiwi. KSM Rangkuian adalah KSM yang terbentuk tanggal 15 Maret 2012 dan beralamat di RT.02 RW.03 Dengan memperhatikan usulan dan kebutuhan masyarakat diwilayah sekitar, maka usulan KSM Rangkuian yang berupa pembuatan Jalan Beton dengan volume Panjang = 68 meter, Lebar = 2.5 meter dan tebal = 10 cm pada tanggal 04 April 2012 disetujui oleh PK LKM Bersatu dengan anggaran dana BLM sebesar Rp.15.750.000,- .


Sebelum melakukan pemanfaatan dana BLM, KSM Rangkuian bersama-sama dengan PK LKM bersatu dan dibimbing oleh Tim Fasilitator melakukan musyawarah tahap persiapan pelaksanaan. Seluruh aspek diperhatikan, baik itu dari kesiapan Sumber Daya Manusia sebagai pelaksana, dan juga kesiapan bahan-bahan untuk membangun jalan beton tersebut.  Pada musyawarah ini, KSM Rangkuian menyatakan kalau SDM dan Bahan-bahan bangunan tidak ada permasalahan, tetapi yang permasalahan adalah untuk pengadaan air. 

Seperti yang diketahui, memang sekarang terjadi kemarau yang panjang di kota Prabumulih. Kemarau panjang ini berdampak sekali dalam kehidupan masyarakat sehari-hari termasuk masyarakat di kelurahan Gunung Kemala. “Jangankan sumur gali, sumur bor pun sudah mengalami kekeringan, kami untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari mesti mengungsi ke desa tetangga”, ujar Pak Mat Wiwi sambil menunjukkan raut wajah yang cemas dan di barengi anggukan dari hampir seluruh peserta musyawarah. 

Memang menjadi sebuah dilema, permasalahan air ini tidak bisa dianggap enteng, tetapi juga apabila dilakukan penundaan dalam pengerjaan, dikhawatirkan pada bulan-bulan selanjutnya akan musim penghujan, dan di musim penghujan kegiatan pembangunan juga sulit dilakukan. Semua peserta musyawarah bermain dengan pemikiran masing-masing, sampai akhirnya Pak Paridin selaku koordinator LKM Bersatu mengusulkan agar PK LKM Bersatu dan seluruh KSM mengambil inisiatif untuk mengajak masyarakat yang berada di lingkungan pembangunan berperan serta dalam pengadaan air untuk pembangunan. “bisa jadi masing-masing Kepala Keluarga menyumbang air, atau kalau perlu kita menyewa mobil dan membeli air dari luar kelurahan gunung kemala”, ujarnya penuh semangat dan akhirnya tersungging senyum dari semua peserta musyawarah yang lega karena permasalahan air telah memiliki jalan keluar.

Alhamdulillah, pada tanggal 06 September 2012, dana BLM Tahap-1 dicairkan dari LKM Bersatu kepada KSM Rangkuian, hal ini menandakan bahwa KSM Rangkuian untuk segera memanfaatkannya. Pengerjaan pembangunan jalan beton diawali dengan melakukan pembersihan lahan. Tak hanya KSM Rangkuian yang bersemangat, ternyata seluruh masyarakat yang tinggal di sekitar jalan beton yang akan dibangun juga ikut berpartisipasi dan bergotong royong dalam pembangunan. Air pun tak jadi permasalahan lagi. LKM, KSM dan masyarakat bahu-membahu melakukan pengadaan air dengan menyewa mobil guna mengangkut air yang dibeli dari luar kelurahan gunung kemala menggunakan drum-drum plastik. “Walau tak ada di RAB, ini bentuk swadaya kami”, ujar Pak Mat Wiwi.




Sekarang, Pembangunan Jalan Beton KSM Rangkuian telah mencapai progres 90%, seluruh masyarakat tetap bersemangat dalam membangun.  “Suasana gotong-royong ini warisan ninek puyang, semoga tetap lestari, dan semoga dengan adanya PNPM Mandiri Perkotaan ini, kebersamaan yang dulu sempat hilang, akan lahir kembali”, ujar Pak Paridin yang terharu melihat partisipasi seluruh masyarakat dalam pembangunan.


3 comments:

modern classic furniture said...

salam kenal ya

obat penyakit stroke herbal said...

alhamdulillah.. kebersamaan memang indah :)

Halaman Samping-nya Inung Gunarba said...

Ami... Kelurahan Gunung Kemala itu berapa jauhnya dari pusat kota Prabumulih? biar bisa ngebayangin daerahnya. Btw tyt kemarau meranggas dengan merata, semoga lekas turun hujan, amien :)