Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Wednesday, April 21, 2010

Ke-23 : Emansipasi, Kartini, dan Kemiskinan

Rabu, 21 April 2010


Hufff... Acara di tv semua bertemakan hari Kartini, ya... sekarang tanggal 21 April 2010, semua bangsa Indonesia merayakan hari kartini hari ini. Berbagai macam cara dilakukan untuk merayakannya. Di sekolah-sekolah murid-murid perempuan diminta untuk memakai kebaya pada hari ini, hiks... lucu-lucu.
Tapi, terbersit di hati ini, apakah makna hari Kartini yang sebenarnya? Emansipasi perempuan, begitukah??? hmmm.....
Emansipasi perempuan, bagaimanakah bentuk emansipasi perempuan yang sebenarnya? Apakah terjun keluar rumah tuk beraktivitas dalam rangka mengejar karier adalah makna dari emansipasi perempuan? Melakukan pemberontakkan tantang kesamaan gender, hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan? Walaaah... Emansipasi yang kebablasan iki..!!! wuahahahahaha...
Jadi, apakah makna emansipasi yang di inginkan oleh ibu Kartini sebenarnya? Kita lihat dulu arti emansipasi :

Emansipasi adalah perjuangan dalam meraih kebebasan bagi kaum perempuan untuk menjadi apapun yg dia inginkan, kebebasan untuk menjadi dirinya sendiri, apapun itu, asalkan kebebasannya tsb tidak menggangu hak kebebasan orang lain.

So... dari pengertian emansipasi dapat kita lihat, bahwa sebetulnya perempuan itu memiliki kebebasan untuk menjadi apa yang ia inginkan, tetapi tetap mengacu kepada kodratnya sebagai perempuan.
Karena sesungguhnya, kemiskinan yang terbesar banyak dialami oleh perempuan. Pada dasarnya kemiskinan kaum perempuan bersumber dari ketidakadilan. Kebijakan-kebijakan selama ini di setiap bidang belum melihat secara proporsional pada kebutuhan-kebutuhan yang dihadapi kaum perempuan. Ketidakadilan ini juga disebabkan oleh paradigma-paradigma mengenai perempuan yang selama ini diyakini oleh masyarakat.
Paradigma yang berkembang dimasyarakat menjadikan adanya bias dalam memandang peran perempuan dan laki-laki dalam kehidupan. Misalnya :

  1. Warna Pink adalah warna perempuan, warna biru warna laki-laki
  2. Ibu memasak di dapur, dan bapak membaca koran (memasak adalah kewajiban perempuan)
  3. Pekerjaan domestik (rumah tangga) bukan pekerjaan yang harus diperhitungkan, sehingga bapak yang mencari nafkah disediakan asupan makanan yang lebih dibanding ibu yang dari subuh sampai malam mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

huh.. berpikir lagi... hehehe.... Met hari kartini ya....... :)




0 Comments:

Sponsor