Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Friday, August 13, 2010

Ke-05 : Media

Jum'at, 13 Agustus 2010

Selamat pagi........... duh senengnya habis sahur langsung nge-blog. Oh iya, hari ini aku belum ada ide mau nulis apa, jadi tadi aku minta ijin dengan sahabat di Sragen untuk diperbolehkan copas catatan di FB nya, dan horray!!! dapet lampu hijau tuh, dan inilah catatannya. ^_^

Media

di mulakan dengan basmalah

Hati-hati terhadap media : dalam Protocol Yahudi ada satu pasal yang kurang lebih isinya adalah : setelah emas (ekonomi) maka media adalah kekuatan kedua upaya menguasai dunia. Media yang mana??? yang mana saja elektronik maupun non elektronik, bisa lagu/musik, film, berita, issue, dan masih banyak lagi. Satu contoh kecil adalah film, saya dulu adalah penggemar berat film (Alhamdulillah dah lama juga berhenti nonton), tetapi pada waktu dulu ketika keluar film Titanic saya berjanji pada diri sendiri tak akan menonton film itu. Kenapa??? karena itu adalah film propaganda yang sangat halus (film2 laen juga banyak tetapi Titanic unik). Tenggelamnya kapal Titanic adalah sebuah aib bagi dunia barat, itu adalah peringatan dari Yang Maha Perkasa kepada kaum yang sombong. Pembuat kapal Titanic menyombongkan bahwa kapalnya tidak akan bisa tenggelam (paradigma yang sesat sehingga sekocipun di buat sedikit). tetapi pada akhirnya kapal itu juga tenggelam menabrak gunung es...... hanya sedikit yang selamat (detilnya baca sejarah Titanic). Tetapi bangsa barat bukan tanpa akal menutupi aib mereka, seabad setelah aib itu dibuatlah film Titanic.

Kenapa saya mengatakan film Titanic itu adalah propaganda yang sangat halus sehingga kena pada sasarannya??? karena film itu adalah pengalihan dari fakta ke fiktif, "menipu" generasi masa kini. Coba tanyakan pada generasi/anak muda sekarang apa itu Titanic??? maka jawabnya adalah Leonardo de Caprio, Kate Winslet, dan kisah tercinta dua penumpang fiktif bersama adegan "terbang" mereka di ujung kapal...... hilang fakta tentang kesombongan pembuat kapal dan hilang fakta tentang sebuah aib. Saya bisa menyimpulkan demikian karena setelah film Titanic muncul Film Pearl Harbour (yang gagal total itu), Pearl harbour secara fakta adalah aib bagi bangsa amerika, pearl harbour adalah pangkalan AL armada pasific AS di Hawaii yang hancur total di serang pesawat2 kamikaze jepang pada masa perang pasific(pembukaan perang dunia II), menonton film pearl harbour kita tidak menemukan fakta bagaimana pearl harbour hancur, bagaimana USS Arizona tenggelam dengan ratusan kadet di dalamnya tetapi kita hanya akan menemukan kisah cinta seorang prajurit Al Amerika, tidak melihat fakta panglima armada pearl harbour (maaf saya lupa nama laksamananya) menurunkan sendiri strip kepangkatan yang tersemat di pundaknya turun satu level. Bangsa barat memang peintar dalam brain wash..........


Stanley White, dalam film Year of The Dragon, adalah karakter seorang kepala presicnt (gak tau terjemahan indonesianya, mungkin saja Polsek) yang terobsesi menghancurkan kartel narkoba di daerah pecinan, new york. dalam film itu ada adegan di wawancarai seorang reporter china, dia berkata : "yang menghancurkan masyarakat ini bukan hanya narkoba, tetapi adalah juga kalian (media)!!!!" sambil menuding ke reporter tadi...

Tentang tenggelamnya kapal Titanic (bukan filmnya lho) maka akan mendebarkan jantung lebih kencang, kapal itu menabrak iceberg pada pukul 23:40 (dua puluh tiga EMPATPULUH) ingat pada menit ke EMPATPULUH, pada menit-menit setelah menabrak iceberg (gunung es) anda berhenti saja membaca sejarahnya tetapi coba baca Surah Yaasiin mulai dari ayat EMPATPULUHSATU (maaf, membaca mulai ayat ke EMPATPULUH SATU secara tersamar seperti kelanjutan menit ke EMPATPULUH awal kapal Titanic menghantam gunung es), dan anda pasti tercengang membacanya :
Surah Yaasiin (36) : 41-44 ;
41. Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan,
42. dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu.
43. Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.
44. Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika.


Alloh Maha Besar!!!!! sekarang terserah anda mengambil hikmahnya..... maaf atas salah redaksi ataupun salah substansi maaf jika tidak berkenan.....di akhiri dengan alhamdulillah.
---

Catatan yang keren kan?? ^_^


20 comments:

tiwi said...

well, film apapun itu yg pntg isinya tdk 'membodohi' umat, sy rasa sah2 saja ditonton,..tp skrg malah sy udah g prnh nonton lg tuh..! he3...kpn sempet nontonnya??!...masak nonton bw krucil2..jadinya ntar malah jd babysitter di dlm bioskop he3..media mmg plg bsr pengaruhnya thd keh kita, so kt hrs pintar2 memfilter mana yg terbaik u diri kt n klrga. Nice info sis..success 4 u...!

tiwi said...

weits hmpr lupa, iya catatannya kereenn he3..., ak do'ain jg mg2 sgr dpt'pelabuhan terakhir' secptnya...Amin. success 4 u..!

tomo said...

Kereen..

Pakies SM said...

Subhanallah analisis yang sangat menarik. Persis sama anakku, setiap ada kejadian apa yang ada disekitar kita yang menarik, dia langsung mencatat jam, tanggal, waktu dan selanjutnya membolak-balik Al Quran terjemahan. dan ternyata di sana sering kali menggambarkan apa yang sedang terjadi. Sungguh benar bahwa Al Quran sebuah mukjizat bagi umat ini

four dreams said...

bener banget mbak :)

irfanimovick said...

hhmmm pinter nih si mba ... heheh

Gardoe Djaga said...

nice posting. nonton pelem memang sering sekali memberangus logika dan bahkan syari'at keislaman kita. Mengingat tipi adalah media termurah terdekat dan terakrab dengan anak anak, maka aku milih bunuh itu tipi.. dan daripada untuk nonton atau pinjam pelem bajakan, mending disodaqohkan buat pendidikan. :D

Nyayu Amibae said...

>> sista Tiwi Tetap semangat n trims... ^_^

>> cak tomo : hahahahaha. copas gitu loh..!!

>> Pakies : hehehe.. Allah Maha Besar pak, btw.. mana junior kita? ga nge-blog lagi?

>> 4 dream : hanya copas sob,,,

>> irfan : hanya copas sob..

>> pak jaga gardu : hehehe.. tapi tv nya dimati surikan saja ya pak, krna banyak juga acara tv yang bermanfaat dan mendidik..

>> All : keep puasa ya......

ChugyGÒgÓG said...

Postingan yang menarik...
Sangat mencerahkan....Apalagi untuk surah yasin -ya yang mungkin mirip dengan sejarah titanic.

NIce posting.

o0z said...

film emang media yang mumpuni untuk melakukan propaganda, bukan hanya film layar lebar aja, tapi juga miniseri yang ditayangkan di tipi juga banyak unsur propaganda yang bersifat menghasut secara halus, pelan tapi pasti, ga usah disebutin yah yang mana....
He he kalau aku sih nonton film suka yang fiksi ilmiah seperti Total Recall, Transformers, MIB, mirip2 gitu deh.

Ferdinand said...

Wah kayanya emank begitu kadang Sob... kamu koQ pinter bt toh analisanya hha....... disatu sisi emank membahayakan tuh media...

Djangan Pakies said...

ngobrol> junior jadi males ngeblog sebab buanyak kegiatan urusan les, urusan sekolah, olimpiade semabrekk, untukjnya semua karena keinginan anaknya jadi dibawa enjoy katanya. akibatnya blognya dibiarkan mengapung hhhh

Nyayu Amibae said...

>> Chuggy : oke

>> Om O0z : aku suka film upin-ipin.. hehehe

>> Ferdinand : cuma copas tulisan sahabat d FB sob...

Halaman Samping-nya Inung Gunarba said...

qe3 dan saya bagian dari media qiqiqi... wuih keren juga tuh benang merah tenggelamnya Titianic dengan Surat yaasiin :) Met hari ketiga Ramadhan bi'

Didiet said...

mantaaaap, bener banget mbak

mas kholiq said...

wah semangat-terus ya

ariefborneo said...

Wah ane pling suka nntn titanic ni sob, kisah romantisnya itu loh ga kuat sob..hehehe

etam grecek said...

emang benar tuh mbak cara yg tepat menguasai dunia dgn memegang peranan ekonomi dunia dan media.

setelah membaca tulisan diatas... wah saya kagum bagaimana bs menggetahui saat terjadinya tragedi titanic di menit 40 lalu menghubungkannya dgn surat yasin di ayat 41.dan memang nyambung bila di kaitkan...

hebattttttttttt...

j4j said...

Jadi merinding...!!!

pakde sulas said...

film adalah merupakan media yang ampuh untuk segala keperluan, baik perang maupun perdagangan ataupun propaganda agamis.
sayangnya kita kaum muslim ini yang selalu menjadi korban (pemurtadan islam)dari pihak lain