Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Friday, April 29, 2011

Dari Kontrakan Sampai Yang Baik Tapi Terlupakan

Ehem.. Ehem... Test.. test... Selamat Sore sahabat-sahabat ku... apa kabarnya semua? Semoga semua dalam keadaan baik dan sehat selalu ya... tak terasa sudah ketemu hari jum'at lagi... waduh.. kok bisa ya aku postingnya seminggu sekali.? dimaafin ya... wkwkwkwk

Sejak di kota Prabumulih ini, aku memang rada malas bawa si kompi jadul ku kemana-mana, selain memang berat, aku juga merasa belum ada aktifitas pekerjaan yang bisa dilakukan dengan si kompi,, so... jadilah.. si kompi duduk manis di kamar kost ku yang baru seminggu ini aku tempati. 

Cerita punya cerita, sekarang aku bersyukur sekali akhirnya aku bisa secepatnya menemukan rumah kost alias kontrakan yang baru. Secaralah... setelah sekitar satu mingguan lalu muter-muter kota, aku langsung jatuh cinta pada rumah kontrakan murah (harga di bawah standart-red)  yang letaknya di tengah komplek perumahan tapi suasananya serasa di desa, penuh  kesunyian dengan orkestra jangkrik setiap malam diselingi sesekali bunyi kereta api yang melintas di kejauhan,, dan satu lagi nilai plus nya, bila hujan turun,, karena kost-an ini letaknya di tanah yang berbukit maka akan terdengar seperti suara air terjun...hmmm.. syahdu bener ya... wkwkwkwk

Teman-teman ku semua pada geleng-geleng kepala ketika aku memutuskan untuk tinggal di sini, maklum.. kost-an ini jalannya masih tanah dan satu lagi karena letaknya di tanah berbukit,, maka untuk keluar aku harus melewati jalan menanjak dan kata teman-teman rada ekstrim kalau pake motor...hmm... untuk hal ini aku yakin dengan istilah "Ala Bisa Karena Biasa". :)

Ngomong-ngomong tentang kontrakan, ternyata harga sewa kontrakan di kota ini lumayan tinggi dari pada kota Palembang,, harganya berkisar 4 juta sampai dengan 5 juta pertahun (ini harga untuk kontrakan standart satu kamar tidur-red), kalau mau yang kamar tidurnya lebih dari satu, maka mesti merogoh kocek lebih besar lagi.. bahkan kabar yang aku dapat ternyata kantor koordinator kota Prabumulih yang sekarang, setiap bulannya harus mengeluarkan biaya sewa 1 juta, dan kalau dikali 12 artinya kantor itu harga sewa/kontraknya 12 juta pertahun. OMG!!! hahaha

Selesai bicara tentang kontrakan, kemudian hari selasa kemarin dengan diantar Abah dan Emak semua barang-barang kost-an ku dari Curup sekarang berpindah ke kota ini, termasuk televisi 14" ku. Setelah di setel... Gubraaak!!! ternyata antene indoor ku tidak melawan karena untuk menikmati siaran televisi di kota ini harus menggunakan antene luar,,, kalau tidak... ya dengan terpaksa aku hanya bisa menikmati siaran TVRI.

Eeh... ternyata... setelah beberapa hari ini aku amati, siaran TVRI yang dulunya sama sekali menjadi channel tidak tersentuh memiliki suatu daya tarik lebih. Hmm.. tidak ada iklan yang mengundang untuk bersikap konsumtif.. dan isinya semua berbobot alias bagus... banyak mengandung unsur pendidikan, seperti barusan sore ini aku menonton acara yang membahas tentang ekosistem biotik dan abiotik!! coba bayangkan?? hmm... sangat edukatif dibanding menonton acara sinetron yang arah dan tujuan ceritanya tidak jelas...

Yang baik tapi terlupakan,, kata-kata itu yang bisa aku berikan untuk TVRI... hmmm.. kayaknya, aku putuskan tidak butuh antene luar deh... karena aku lihat TVRI sudah cukup, toh.. aku juga nonton tv jarang-jarang dan itu pun hanya untuk mendengarkan siaran berita.

12 comments:

Ami said...

aku jarang nonton tivi mbak Ami... tapi sekarang banyak tivi swasta yang relijius acaranya

DuniaPiyen said...

Yang penting masih tetep posting...

Adit Mahameru said...

Kontraknya di daerah Relay TVRI ya yuk?....

M. Chandra Panjinata said...

happy ngontrak ! jangan lupa blogging ye...

Adit Mahameru said...

kalo di Relay tu dekat situ ada lapangan luas ada panggung permanen, suka buat curhat para Bupati..xixixixixiixi..kalo lebaran, buat sholat ..dan ntar kalo ada cowok tampan disitu, ya aku..sempakakkakakkakkaka

Arief Bayoe Sapoetra said...

Wah apa kabar mbak.... kangen saya sama postingannya.... prabumulih itu daerah mana mbak......?hrhehehe

tiwi said...

asswrwb..tempat baru, semangat hrs baru okay, naaa gitu dung..TVRI 'Menjalin Persatuan dan Kesatuaaannnnn'*sambil nyanyi ya bacanya..hehehhe, bsk jgn lupa posting slh satu acara TVRI ya say..xixi, *kaburrrr....^_^

Djangan Pakies said...

assalamu'alaikum Ning,
saya lebih seneng non TVRI karena sajian acaranya yang banyak mendidik. Acara dan bahasanya selalu adem. tidak mengobral kemewahan dan aurat.
Semoga di Prabumulih ada lebih banyak kenangan menarik dan semakin bermanfaat untuk orang-orang di sekitarnya

R. Indra Kusuma Sejati said...

Tetap semangat dan blogging

Sukses selalu

Salam

Ejawantah's Blog

Kamal Hayat said...

Padahal TVRI itu dizaman dulu menjadi idola, kalu sekarang TVRI menjadi idola ketika menyiarkan daerahnya masing-masing/acara-acara lokal.
salam kenal

iffa hoet said...

Assalamu'alaikum sista...
ini mah benar-benar back to nature!!!
ASLI!!! hehehe...

Moga sukses selalu.
Oh ya ada AWARD buat sista, tolong diambil ya bila berkenan.. :)

maspri said...

hahahhaa ya karena mau nonton yag lain ga aada buk =d