Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Thursday, April 21, 2011

Tempat Baru, Hal Baru

Akhirnya... sampai juga ada kesempatan bagi ku untuk menari-narikan jemari lagi menulis posting di blog ini. Nah, karena sekarang mumpung ada kesempatan, maka aku mau cerita-cerita saja deh, tentang kota Prabumulih, kota dimana aku  kembali mencoba membuka lembar baru kisah pendampingan masyarakat.

Jujur saja,, ini adalah kali pertama aku menginjakkan kaki di kota ini. Gubraak!! sangat-sangat diluar dugaan ku,,, ternyata keadaan kota ini khususnya untuk kondisi alam sangat bertolak belakang dengan Kabupaten tempat dulu aku pernah melakukan pendampingan. Aku teringat ucapan awal dari sahabatku ketika bis kami  memasuki batas kota, "Selamat Datang ke Kota prabumulih yang Panas dan Berdebu", begitu ujarnya.. dan aku hanya bisa tersenyum kecut.


Hmmm... sebetulnya aku masih belum berhak untuk bercerita panjang lebar tentang kota yang terkenal dengan sebutan kota Minyak dan kota Nenas ini, karena aku memang sama sekali belum sempat menjelajahinya,, tapi yang pasti aku merasa ini adalah suatu hal baru untukku,, dan aku yakin... aku akan mendapatkan banyak pelajaran hidup yang berharga nantinya.

oke sobat-sobat Blogger ku.. sepertinya sampai sini saja aku menyapa,, dan aku meminta maaf kepada sobat-sobat Blogger yang Blognya belum sempat aku kunjungi... Insyaallah.. kalau keadaan sudah mulai stabil (alias aku sudah lepas dari proses adaptasi tempat, rekan kerja dan team baru), aku aku coba lagi deh rajin update posting, hehehehe... Tetap Semangat!!!! ^_^



5 comments:

tiwi said...

asswrwb... met ibadah ya... yg rajin dan semangat!...^_^

Djangan Pakies said...

Assalamu'alaikum Ning,
>Semoga di tempat baru menjadi tempat yang penuh barokah dan dimudahkan dalam segala urusan.
>Prabumulih tanah leluhur Kyai Adit BI ya hhh (siap-siap dijontor Kyai Adit)
>header templatenya manteb
>kalo di curub ada banyak cerita hujan, lha di prabumulih jadi Cerita Matahari dong hhhh

iffa hoet said...

semoga cepat kerasan ya....hehe

iffa hoet said...

semoga cepat kerasan ya....hehe

Halaman Samping-nya Inung Gunarba said...

Prabumulih yang berjarak 98 km dari Muaraenim, dulunya kecamatan dari kabupaten Muaraenim lho. Lantas pemekaran jadi daerah sendiri. :)