Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Friday, April 15, 2011

Aku Tidak Malu Jadi Orang Indonesia

Aku Tidak Malu Jadi Orang Indonesia
H Rosihan Anwar

Aku tidak malu jadi orang Indonesia ...
Biar orang bilang apa saja, biar, biar ...
...Indonesia negara paling korup di dunia
Indonesia negara gagal
Indonesia negara lemah
Indonesia melanggar HAM
Elite Indonesia serakah harta dan kekuasaan
Presiden-presiden Indonesia dilecehkan humoris
Dengarlah, Bung Karno dimanfaatkan komunis
Pak Harto dimanfaatkan putra-putrinya
Habibie dimanfaatkan konco-konconya
Gus Dur dimanfaatkan tukang pijitnya
Megawati dimanfaatkan suaminya

Catatlah, Bung Karno menciptakan keamanan dan persatuan bangsa
Pak Harto menciptakan kemakmuran bangsa dan keluarganya
Habibie menciptakan demonstrasi
Gus Dur menciptakan partai kebangkitan bangsa
Megawati menciptakan kenaikan-kenaikan harga

Alah mak, Bung Karno turun dari presiden karena Supersemar
Pak Harto turun dari presiden karena superdemo
Habibie turun dari presiden karena supertransisi
Gus Dur turun dari presiden karena superskandal
Megawati turun-temurun jadi presiden

Maka Anda tahu sekarang kenapa Aku tidak malu jadi orang Indonesia

Indonesia punya istilah-istilah khas di dunia korupsi
Ada ahli gizi yang Nurcholis Madjid tidak mampu penuhi
Ada istilah angpao untuk uang atensi
Ada amplop untuk bikin kocek tebal berisi
Ada saweran duit untuk membayar pengacara hitam dan menyuap aparat hukum
Ada prosedur untuk menilep uang rakyat dan institusi dilakukan
beramai-ramai oleh gubernur, bupati, walikota, anggota DPRD dan DPR
Ada tren yang kuat menguasai kaum koruptor

Simaklah sejarah bangsa dan Tanah Air
Semenjak dulu zaman kompeni
Pegawai VOC kirim laporan Kepada Heren Zeventien di Tanah Wolanda

Elke Regent Heeft zijn Chinees
Tiap Bupati punya orang Cinanya
Maknanya jelas pejabat feodal dihidupi pedagang Cina

Syahdan, Susuhunan Amangkurat II dari Mataram
Mengutus misi sembilan duta ke Batavia
Minta kepada Bapak Kompeni
Agar dikirimi cinderamata
Mulai dari ayam Belanda, kuda Persia hingga gadis Makassar
Jangan lupa putri Cina untuk jadi selir Raja

Kraton Kartasura menebar bau korupsi, seks dan duit
Ditambah intrik-intrik kalangan pangeran
Bagaimana kerajaan tidak akan binasa?

Itulah warisan sejarah dari generasi ke generasi
Sehingga yang tampak kini di bumi persada Pertiwi
Adalah kiriman genetik kepada kita semua
Anda dan aku tidak terlepas dari hukumnya
Maka Anda tahu sekarang kenapa

Aku tidak malu jadi orang Indonesia
Sebab memang begitulah nasibku
Kismet, kata orang bijak-bestari

Korupsi adalah sejenis vampir
Makhluk halus bangkit kembali dari kubur
Kemudian keluar pada malam hari
Dan mengisap darah manusia yang sedang tidur
Di layar film Hollywood wujudnya adalah Count Dracula yang bertaring
Diperankan aktor Bela Lugosi
Vampir yang hilang kesaktiannya bila terkena sinar matahari
Akan tetapi drakula-drakula Indonesia tetap perkasa
Beroperasi 24 jam, ya malam ya siang mencari korban

Sehingga sia-sialah aksi melawan korupsi membasmi drakula
Yang telah merasuki rongga dan jiwa aparat negara
Yang membuat media memberitakan
Akibat bisnis keluarga pejabat, Tutut-Tutut baru bermunculan.
Aku orang terpasung dalam terungku kaum penjarah harta negara
Akan aneh bila berkata aku malu jadi orang Indonesia

Sorry ya, Aku tidak malu jadi orang Indonesia
Kuhibur diri dengan sajakku magnus opus karya sang Empu
Sajak pendek yang berbunyi:
Katakan beta
Manatah batas
Antar gila Dengan waras

Sorry ya, inilah puisiku melawan korupsi
Siapa takut ?
-------------------------
In Memoriam Sang Wartawan Lima Jaman
H. Rosihan Anwar 
Wafat : 14 April 2011 
Semoga Amal Ibadah Beliau di terima di sisi-Nya, amiin...
 

22 comments:

Nufri L Sang Nila said...

waaahhh...saya baca dan saya perhatikan secara detail...beliau memang dahsyat....
terima kasih...
salam :)

Mimi sikembar said...

all about Indonesia :)
happy blogging (>0<)/

Djangan Pakies said...

assalamu'alaikum Ning
wah puisi yang luar biasa, sangat mengena dan memang begitulah keadaannya.
ijin copy ah buat disimpan

Nyayu Amibae said...

sob Nufri :
betul sangat dahsyat... :)

dik Mimi :
happy blogging juga...

Pakies :
waalaikumsalam.. memang karya2 beliau luar biasa pak... ini aku juga hasil copy untuk kenang2an.. jadi klo pakies mau copy.. ya monggo.... :)

Adi Waskita Dharma said...

Itu adalah sebuah karya yang menyayat hati.. bagaimana tidak? kebobrokan para pemerintah sejak jaman dulu sama sekali tidak diketahui oleh semua rakyatnya yang bertahan untuk hidup dan menghidupi anak cucunya

salam

Blog Anti Pembajakan

Masbro said...

Aku juga tidak malu menjadi orang Indonesia, yang katanya bertahun tahun dijavah Belanda. Aku tidak malu, karena yang aku tahu, negeri wolanda juga negeri yang terjajah bahkan pada saat dia menjajah kita.

Turut berbela sungkawa atas meninggalnya Bapak H. Rosihan Anwar, semoga diterima di sisi Nya, Amin;

bayi said...

aku baru lahir suda punya hutang turunan :)

Arief Bayoe Sapoetra said...

Aku juga tidak malu mbak jadi orang indonesi....:) turut berduka cita.......

daur ulang said...

turut berduka cita buat wartawan senior ini..

kalimat nya bagus... aku juga ga malu jadi orang indonesia, karna aku tidak melakukan kejahtan dan korupsi sperti yang sudah di kenal oleh dunia bahwa indonesia negara korup...

hidup indonesia....hehheheheh

tiwi said...

asswrwb... luar biasa, bagussss bangettt puisinya, aku save ya..hehhe boleh kan?..hehehe*cling2 kedip2 mata.. oww aku tak malu jadi orang Indonesia, org Indonesia pinter2 banyak barang bajakan yg persiss ama aslinya..wkwkkw pinter kan...

retro said...

salam di bawah tiang bendera

Ferdinand said...

Ass. met malem sob,hem mendadak speechless abiz bca, abiz bner2 sesuai kenyataan sih wkwk
tp ku msh tetep bangga koq jd warga negara indonesia... :D

wartawan yg karya2nya luar biasa, selamat jalan pak rosihan ...

Zan Insurgent said...

wah ini judul nya seperti berlawanan sama karya sastra Taufik Ismail yang "Aku Malu Jadi Orang Indonesia"

dua2nya sama orang hebat di dunia Sastra, keduanya juga tokoh sastra yg saya kagumi


Mau oot dikit... jujur ane kangen banget bertandang dan baca2 disini... ternyata lagi2 ane ketinggalan beberapa posting di cerita hujan Hiks..hiks..

harap dimaklumi aja ya Ami, selain sibuk di dunia offline koneksi ane juga masih lelet #biasanya juga lelet... ;p

ups.... dah pagi mau istirahat dulu,duh rasanya postingan kemaren tentang hidup sehat belum sepenuhnya ane jalani hhhh...
Happy Weekend Ami...

tiwi said...

asswrwb,kunjungan di pagi hari.... heehehe

Nova Miladyarti said...

assalamualaikum mbak^^

waah...mantap banget puisinya, aku juga ga malu mbak jadi orang indonesia
negeriku ini alamnya indah sekali...:)

Zan Insurgent said...

Assalamualaikum ami...

katanya mau download lagu nya Thufail ya... ni ane kasih link lokal cepet kok... http://www.indowebster.com/Thufail_Alghifari.html

Lagunya ngebeat semua tapi dengan nuansa religius karena Thufail ini seorang mualaf, juga ada lirik lagu yg sangat keras dan tajam...pokoknya beda banget...

Ami,,, ane rasa tulisan ane biasa aja kok ane menulis apa yg terlintas dan mengganjal di hati... setiap blogger punya ciri khas tersendiri dalam menulis atau konten di blognya, itulah serunya dunia blog sehingga saya selalu kangen baca tulisan disini...

Ami said...

selamat jalan pak Rosihan... foto2 tentang ujan kereeen

Mas Odjie said...

Saya suka banget puisi ini,
hmmm selamat jalan pak Rosihan...

Syaifullah Arifin said...

Kita harus bersyukur telah diberikan tempat hidup yg layak oleh Tuhan meskipun di negara yg mgkn kurang sesuai dgn kita...

Tapi belum tentu juga hidup dinegara lain itu menyenangkan,, Aq suka Indonesia tapi bukan Tokoh Pemerintahannya ... I LOVE Indonesia ...

Oh iya kak aq punya seseuatu utk kakak,, datang ke blog aq ya kak... aq tunggu .. ^_^

soulful^^~ said...

teriakan hati yang... kritis sekali :D
wahaha bagus2.. itu yg bikin bapak rosihan ya?
*salam kenal dan ditunggu kunjungan baliknya* :)

inung gunarba said...

Bravo, ane juge kagak malu ber-KTP Indonesia. Hitam putihnya negeri ini toh juga bagian dari tanggung jawab ane. Bukan berarti bermuka badak alias ultra-nasionalis alias emoh ngakuin kekurangan Tanah Air terutama korupsinya tapi malah melecut diri ini untuk ikutan bersih-bersih dari dalem.

Postingan cakep, Bi'. Mantaps!

Anonymous said...

Meskipun judul puisi ini berlawanan dengan karya Taufik Ismail yang berjudul "Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia", saya lihat substansi kedua puisi tersebut tidak jauh berbeda.