Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Sunday, July 17, 2011

Posting Khusus untuk Pakies

Photobucket

Di pagi yang cool ini karena semalam  kota Prabumulih di guyur hujan, setelah dua hari berturut-turut aku berurusan dengan yang namanya ban motor yang kempis, maka, akhirnya aku mencoba focus duduk di depan si kompi, menyetel satu lagu yang bakal hanya lagu itu yang menemaniku dari awal menarikan jemari ku sampai akhir aku mempostingnya di blog.

Sebetulnya sudah sejak lama aku ingin menulis postingan ini yang sengaja aku tulis dalam rangka ikut acara give away yang diselenggarakan oleh Pakies dari Blog Djangan Pakies. Setelah kembali membuka dan membaca ulang postingan beliau yang berjudul “suit Sepentin-Giveaway”, aku kembali tersenyum simpul betapa hebatnya beliau untuk dapat membagi waktu baik itu untuk keluarga sebagaimana kodrat beliau menjadi kepala rumah tangga dan nyambil menyalurkan hobby atau keahlian beliau  dalam merangkai kata-kata menjadi sebuah tulisan di blog.

Aku rasa, umur blog Cerita Hujan ini tidak terpaut jauh dari umur blog Djangan Pakies, tapi sekali lagi aku mengacungkan jempol atas keinginan mempelajari Dunia Blog dari seorang Pakies, dari aku diajari untuk memasang meta tag,, sampai sekarang blog beliau telah berubah menjadi DjanganPakies.com.


Kembali kepada diri ku….

Mungkin sebagian sahabat telah mengetahui apa pekerjaan ku, Yup!! Aku seorang Fasilitator di Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Mandiri Perkotaan (PNPM-MP). Lumayan lama juga aku berkecimpung di dunia pemberdayaan ini, yaitu sejak April 2007 sampai Desember 2010 aku ditempatkan untuk mendampingi Desa dan Kelurahan di Kabupaten Rejang Lebong  yang berjarak kurang lebih 80 km dari kota Bengkulu.  Setelah resign kurang lebih 3 bulan, alhamdulillah, akhirnya mulai bulan April 2011 kemarin permohonanku untuk bisa bertugas di Propinsi Sumatera Selatan di kabulkan, walau tidak ditempatkan di kotamadya Palembang (tanah kelahiran), aku rasa sudah lebih dari cukup aku ditempatkan di Kotamadya Prabumulih ini, masih propinsi Sumatera Selatan juga toh, hehehe.

Menjadi seorang fasilitator Pemberdayaan menurutku memiliki sebuah sensasi yang sangat luar biasa, selain sahabat sesama fasilitator  yang sekarang menyebar hampir senusantara dengan program pemberdayaan yang berbeda-beda, aku merasa punya kebanggaan tersendiri, hayoo… apa lagi coba? Dengan berperan sebagai fasilitator aku merasa ibarat pepatah sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui,, yup,, selain aku dapat uang dari gaji sebagai konsekuensi professional dan aku juga dapat bonus banyak pelajaran dan pengalaman hidup di dunia ini, secaralah.. hidup dimasyarakat, bertemu dengan berbagai macam watak manusia,, hmmm… so amazing I feel!! :)

Awal aku menjadi seorang fasilitator betul-betul berasa seperti permen Nano-nano,, dari aku berjalan kaki menyelusuri wilayah dampingan di pagi hari (pada saat itu aku mencoba mengenal wilayah dampingan atau dalam bahasa project disebut Social Mapping) saat itu aku di sebut masyarakat sebagai anak KKN (Kuliah Kerja Nyata), Oalaah!!! Gubrak bener deh,, apa karena penampilan ku yang memakai celana jeans, kaos belel plus ransel yang tak lepas di sandang? Hahaha. Tapi, itulah awal jatuh cinta ku pada dunia pemberdayaan ini, yup.. aku selalu menemukan senyum dari masyarakat desa/kelurahan yang aku dampingi, dari saling sapa sampai akhirnya ada suatu kesan perasaan persudaraan dan kekeluargaan, hmm,, sensasi yang luar biasa bukan? Memang Fasilitator bukan merupakan profesi yang popular  di Indonesia layaknya seperti Dokter, Guru, Insinyur, Polisi dan lain-lain, tapi ya gitu deh,,, sensasi nya memang sulit terucapkan dengan kata-kata.. hahaha.

Tugas seorang fasilitator pemberdayaan itu dibilang sulit, ya sulit di bilang gampang ya gampang,, nah loh? Maksudnya?? :D

Hmm.. jadi ingat Pak Inu (TA Pelatihan KMW7 Bengkulu dahulu). Untuk menjadi seorang fasilitator kita harus menerapkan ilmu kopi? Yup…bukan wortel atau pun telur,, harus kopi, :). Coba bayangkan bagaimana kopi bila telah dimasukkan ke dalam air panas mendidih? Benar sekali, kopi akan membaur dalam air tersebut tanpa kehilangan rasa dan ikut mewarnai air tersebut. Beda sekali bila wortel yang dimasukkan ke dalam air panas, wortel itu akan menjadi lembek, begitu juga dengan sebuah telur yang dimasukkan di air panas,, telur akan mengeras atau membeku.

Bingungkah? Giniloh aku jelaskan,,(sedikit garuk-garuk kepala-red). Air Panas dianggap adalah masyarakat,, karena ya begitulah masyarakat, banyak sekali konflik dalam kehidupannya.  Nah, agar kita bisa diterima dimasyarakat untuk menyampaikan suatu program, maka harus berperan seperti kopi,, yaitu menyatu terlebih dahulu dengan air (masyarakat) tapi ingat,, menyatu tidak kehilangan rasa atau warna. Yakin deh, kalau ini sudah bisa dilakukan maka proses penyampaian program selanjutnya akan mudah dan lancar. Terus bagaimana dengan wortel dan telur? Coba kita lihat, wortel setelah masuk ke air panas akan lembek, ini ibaratnya orang yang kalah atau mudah menyerah.. sedangkan telur yang keras/beku karena air panas itu menandakan orang yang sewenang-wenang,, dan yakinlah tak ada masyarakat yang mau mendekat apa lagi bekerja sama dengan yang berwatak seperti telur.

Kegiatan sehari-hari seorang fasilitator itu tidak menentu, hehehe… bukan berarti kehidupan kami tidak jelas sob,, Cuma karena kita bekerja professional dan memiliki target yang telah ditetapkan oleh master schedule program, Maka kita yang atur kerjaan bukan kerjaan yang mengatur kita. Maksudnya? Seperti yang sudah aku katakan, disisi project kita memiliki yang namanya master schedule, yaitu jadwal raksasa target program yang harus dicapai, nah bila kita menyelesaikan kerjaan sebelum deadline, otomatis kita rada santai setelahnya, tapi bila master schedule nya mempet alias waktunya sempit,, maka harus siang malam kita kerja (pernah aku dan sahabat tiga hari tiga malam tidak tidur untuk menyelesaikan tugas, sampe-sampe si kompi ngambek masuk rumah sakit karena kelelahan, hehehe),, ga seperti orang kantoran yang jadwalnya jelas ya?? Hahaha.

Selain mengejar sisi keproject-an seperti yang aku gambarkan,, tetap ada sisi pemberdayaan yang harus dijalankan. Nah, sisi ini yang terkadang terasa sulit sekaligus gampang, karena sisi ini yang banyak berhubungan dengan hati nurani. Tugas seorang fasilitator pemberdayaan di sisi ini adalah “Bagai mencari mutiara di dalam Lumpur”. Yup bener!! Yakinlah di Indonesia masih banyak orang baik,,, tapi terkadang tertutupi, karena kebiasaan sih,, manusia itu paling cepat cari sisi negative dari pada positive, so,, satu lagi catatan,, untuk menjadi fasilitator pemberdayaan harus selalu berpikir positif!! Positif!! Hehehe

Panjang buanget ceritanya,, terus hubungan dengan ngeblog gimana????

Hahahaha… sabar sob,, kepanjangan ya?? Kebiasaan sih gini kalau aku disuruh cerita, hehehe. Hmm.. gini, seperti yang aku katakan, karena kegiatan fasilitator tidak jelas jadwalnya, otomatis aku nulis-nulis di blog juga waktunya tidak jelas, kalau ketemu computer yang nganggur dikit ya aku online dengan sedikit-sedikit blogger walking.  Waktu yang paling sering aku ngeblog adalah dipagi hari, start nya habis sholat shubuh. Karena inilah waktu senggang ku, secaralah,, kalau dijam-jam seperti ini kan masyarakat desa pada sibuk, ada yang kerja, ada yang ke kebun dan lain-lain. Kebalik ya? Ya iya,, karena fasilitator itu kan kerja di sela-sela waktu senggang masyarakat, kalau mereka sibuk ya kita ga bisa ganggu. :). Oh ya,, kadang juga aku ngeblog diwaktu malam,, sambil nunggu kantuk datang gitu,,, hehehe.

Kebiasaan aku ngeblog mungkin rada aneh sih, yup,, secara lah bukan seorang penulis, jadi aku sulit bener untuk bisa menghasilkan posting-posting. Kebiasan ku, untuk memulai membuat sebuah tulisan mesti deh aku seperti orang yang mau semedi, alias bener2 konsen. biasanya aku memutar satu lagu di winamp atau windows media player (seperti sekarang ini) untuk membantu konsentrasi ku. Baru setelah itu jari-jari ku bisa menari di keyboard. Hahahaha,,, aneh kan… yang penting Happy Blogging sajalah (seperti kata sob Ferdinand)…wkwkwk

Apa lagi ya? Waduh kayaknya cukup deh, untuk Pakies aku minta maaf kalau tulisannya tidak nyambung atau gimana gitu,,, yang pasti aku hanya ingin ikut berpartisipasi dan sekali lagi aku ingin mengucapkan selamat hari pernikahan yang Suit Sepentin, semoga langgeng selamanya menjadi keluarga sakinah, mawadah , marohmah, amiiin….

9 comments:

Brigadir Kopi said...

sukses mba ^_^

Djangan Pakies said...

Assalamu'alaikum Mbak Amie ...
Alhamdulillah, terimakasih atas partisipasinya. semoga bermanfaat bagi kita semua. Saya tidak berkomentar agar lebih obyektif

Artikelnya sudah saya copy dan pastekan di blog baru saya yang khusus untuk giveaway ini agar mudah mengumpukan artikelnya. Insya Alloh saatnya nanti saya publish

Ami said...

cara menulis memang aneh-aneh... aku coba baca tulisanku yang lama, ampuuuun anehnya, hahahah

Bang Pendi said...

wah, seru ya Mba bertugas jadi fasilitator, penuh dinamika. Semoga sukses deh mencari mutiara dalam lumpurnya...

Smoga sukses juga kontesnya...

Rawins said...

wh ikutan acaranya paklek pakies ya
aku kok malah lupa neh belum bikin
selamat saja deh...

pakde sulas said...

setiap individu memang unik, tiap blogger punya gaya, setiap kita punya cara tersendiri untuk menulis, ada yang bisa menulis sambil dengarin lagu, ada yang sambil ngebulin rokok, bahkan ada yang harus sepi kayak orang semedi, tapi semua satu tujuan yaitu menghasilkan tulisan atau posting

R. Indra Kusuma Sejati said...

Semoga menang dalam kontestnya ya Mba.

Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog

Ferdinand said...

hem... persis kaya aku, dulu pun kaya permen nano nano aku waktu mulai kerjaan jadi Graphic Designer, awalnya dari Securty IT kayanya jauh amat malah pindah haluan ke situ haha... tapi setelah di jalanin kayanya gak ada yg salah juga hha...

Hem.. klo kamu mesti konsen ya baru bisa nulis :) klo aku sih dimanapun asal ada yg mau kutulis dan ada tempat yg asik terutama gak gitu berisik ayo aja haha... :)

Btw, baca panjangnya postinganmu kali ini, aku kok jadi mikir ya sista, ini kamu klo disuruh bikin novel 200 halaman kayanya 2 hari kelar ya? hahaaa... *kidding

Rahamd said...

Wuihhh..mantap mi...asli mantap...