Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Monday, January 23, 2012

Galau dalam Dilema......

Huaaah... alhamdulillah,, akhirnya selesai juga pekerjaan sepagian ini. Yup,, entah ini benar atau tidak menurut aturan program, tapi akhirnya karena hati ku meminta ku untuk tetap melakukannya, akhirnya aku lakukan juga membantu menyusun Laporan siklus Tinjauan Partisipatif dan Rembug Warga Tahunan.

Suatu dilema, aku tahu seharusnya warga desa yang berdaya sendiri untuk dapat membuat laporan, tetapi ya aku juga merasa ini menjadi dosa seorang fasilitator ketika warga desa nya tidak berdaya untuk membuat laporan padahal kegiatan di lapangan mendekati sempurna.

hmm.. jadi teringat wajah-wajah polos nan lugu itu, ketika bilang mereka bingung cara menyusun laporan dan berkali-kali meminta ku untuk membantu menyusunkan laporan untuk mereka. So pasti, hal tidak mudah, karena masih banyak berkas-berkas yang sering tidak lengkap. Maka oleh karena itu, dan karena janji mereka (warga desa) kalau hal ini hanya sekali ini saja (mengingat kejar deadline maret 2012) dan tahun depan mereka akan mulai berusaha membuat dan menyusun sendiri, akhirnya aku menyanggupi dengan tidak ada niat sama sekali mengambil alih pekerjaan.

Berkas yang berserak saat di check list dan belum tersusun
Kalau siang biasanya aku tidak akan sempat karena mesti ke desa yang sekarang sibuk siklus pelatihan masyarakat, akhirnya untuk check list plus menyusun berkas-berkas kegiatan yang memang di PNPM Mandiri Perkotaan ini rada buanyaaaak,, aku menggunakan waktu malam  (klo tidak kecapean balik dari desa) atau pagi sehabis shubuh, hmmm... dan seperti sekarang, aku sengaja minggu ini tidak pulang ke Palembang untuk menyelesaikan berkas 2 desa yang sudah antri minta di checklist dan di susun.

Hmmm.. semoga ini merupakan salah satu sisi pembelajaran di masyarakat, baru saja aku selesai menyusun dan check list berkas yang kurang untuk satu desa, besok aku akan ke desa tersebut kembali untuk memberi tahu kan apa-apa saja yang kurang agar bisa dilengkapi sehingga bisa menjadi satu laporan yang utuh.

Semoga cara membelajaran ku sekali ini tidak salah,  karena aku tetap berharap benih yang ditanam akan menjadi buah saatnya nanti....



4 comments:

Yayack Faqih said...

Itu kipas angin tujuanya buat mendinginkan kerja otak orangnya atau mesin laptopnya hehe...

yup, menjadikan rutinitas yg padat (pekerjaan) sbg hobi itu memang tdk mudah, apalagi ada deadline di tengah waktu yg sangat sedikit. Tapi semuanya bukan berarti tidak mungkin. Mumpung msh bsa di kerjakan, mestinya kemungkinan2 itu akan bsa terealisasikan seiring dgn waktu yang sudah tersita. Semangat.....!!! Mumpung msh muda kalo sudah tua tdk sedikit orang imbasnya akan terkena sakit encok dan amnesia :D

tito Heyziputra said...

aslmkum..
ayuk apo kabar,,
sudah lamo nih dak berkunjung k sini..
lagi sibuk sm kerjaan ya??

jadi ingat kamar kosan, printer, kertas skripsi, laptop, kipas angin,, hha

Asep Saepurohman said...

wah berantakan hehe

Ello Aristhosiyoga said...

Yang penting semangat dan yakin. Pasti semua yang diinginkan akan berhasil

Regards,
Twitter: @elloaris