Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Saturday, January 21, 2012

Refleksi dan Tindakkan (to reflect and to act)

Perbedaan antara negara berkembang (miskin) dan negara maju (kaya) tidak tergantung pada umur negara itu. Contohnya negara India dan Mesir, yang umurnya lebih dari 2000 tahun, tetapi mereka tetap terbelakang (miskin).

Di sisi lain, Singapura, Kanada, Australia dan NewZeland merupakan negara yang umurnya kurang dari 150 tahun dalam membangun. Saat ini mereka adalah bagian dari negara maju di dunia. Dan penduduknya tidak ada lagi  yang miskin.

Ketersediaan sumber daya alam dari suatu negara juga tidak menjamin negara itu menjadi kaya atau miskin. Contohnya Jepang, merupakan negara yang mempunyai area yang sangat terbatas. Daratannya 80% merupakan pergunungan dan tidak cukup untuk meningkatkan pertanian dan peternakkan. Tetapi dapat kita lihat bersama, saat ini Jepang menjadi raksasa ekonomi nomor dua di dunia. Jepang laksana suatu negara "industri terapung" yang besar sekali, mengimpor bahan baku dari semua negara di dunia dan mengekspor barang jadinya.

Begitu juga dengan Swiss, Swiss tidak mempunyai perkebunan coklat, tetapi sebagai negara pembuat coklat terbaik di dunia. Negara Swiss sangat kecil, hanya 11% daratannya yang bisa ditanami. Swiss juga merupakan pengolah susu dengan kualitas terbaik (Nestle adalah salah satu perusahaan makanan terbesar di dunia). Swiss juga tidak mempunyai cukup reputasi dalam keamanan, integritas, dan ketertiban. Tetapi saat ini bank-bank di Swiss menjadi bank yang sangat disukai di dunia.

Para eksekutif dari negara maju yang berkomunikasi dan temannya dari negara terbelakang akan sependapat, bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal kecerdasan. Ras atau warna kulit juga bukan faktor penting. Para imigran yang dinyatakan pemalas di negara asalnya ternyata menjadi sumber daya yang sangat produktif di negara-negara maju/kaya di Eropa.

Lalu, apa perbedaannya???

Perbedaannya adalah pada sikap/prilaku masyarakatnya, yang telah terbentuk sepanjang tahun melalui kebudayaan dan pendidikan.

Berdasarkan analisis atas prilaku masyarakat di negara maju, ternyata bahwa mayoritas penduduknya sehari-hari mengikuti/mematuhi prinsip-prinsip dasar kehidupan sebagai berikut:
  1. Etika, sebagai prinsip dasar dalam kehidupan sehari-hari
  2. Kejujuran dan Integritas
  3. Bertanggung Jawab
  4. Hormat pada aturan dan hukum masyarakat
  5. Hormat pada hak orang/warga lain
  6. Cinta pada pekerjaan
  7. Berusaha keras untuk menabung dan investasi
  8. Mau bekerja keras
  9. Tepat waktu.
Dinegara terbelakang/berkembang/miskin, hanya sebagian kecil masyarakatnya mematuhi prinsip dasar kehidupan tersebut. 

Kita bukan miskin  (terbelakang) karena kurang Sumber daya alam, atau karena alam yang kejam pada kita. Kita terbelakang/lemah/miskin karena prilaku kita yang kurang/tidak baik. Kita kekurangan kemauan untuk mematuhi dan mengajarkan prinsip dasar kehidupan yang akan memungkinkan masyarakat kita pantas membangun massyarakat, ekonomi, dan negara. 

Karena itu, teruskanlah pesan ini....

Jika pun anda tidak meneruskan pesan ini, tidak akan terjadi apa-apa pada diri anda. Hewan peliharaan anda tidak akan mati, anda tidak akan kehilangan pekerjaan, anda tidak akan mendapatkan kesialan dalam 7 tahun, juga anda tidak akan sakit.

Tetapi.....

Jika anda tidak meneruskan pesan ini, tidak akan terjadi perubahan apa-apa dalam negara kita. Negara kita akan tetap berlanjut dalam kemiskinan, dan akan menjadi lebih miskin lagi. 

Jika anda mencintai negara kita, teruskanlah pesan ini kepada teman-teman anda. Biarlah mereka merefleksikan hal ini. Kita harus mulai dari mana saja kita ingin berubah dan bertindak. 

Dan...

Perubahan dimulai dari diri kita sendiri.....

-------------------------------------------------------------------------------------
Sumber: materi ice breaking Pelatihan Livelihood bagi fasilitator PNPM Mandiri Perkotaan


11 comments:

Djangan Pakies said...

teruskan apa nggak ya ... Djangan Djangan entar saya jadi Pakies hhh. Begitulah yang namanya lingkungan, budaya, tradisi, etos, prinsip dan segala jenis yang berkaitan dengan itu tentu akan menjadi beda dan membedakan antara negara satu dengan lainnya. Lha wong kebanyakan dari kita lebih cepat merasa puas jika menghasilkan walo sedikit, abis itu leha-leha ndak mau mencari hasil yang lebih baik. kan sudah dibuat nyanyian ..'Itulah Indonesia'. Maka Islam mengajarkan bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Ini sebenarnya berlaku secara universal, menyangkut kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat, dan siapa yang stagnan atu sekarang tidak lebih baik dari kemarin, maka sapa yang rugi hayooo. kaburrrrrrrr

Suratman Adi said...

Memang kalo mbayangin menjadi rakyat di negara yg maju (kaya) itu rasa nya senang ya.
Gak bingung2 mencari lowongan kerja di negara sendiri,jadi gak perlu jauh2 pergi ke negara lain untk bekerja.
Kapan ya indonesia menjadi negara maju (Kaya) ???

Kaito Kidd said...

rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau :p

Kaito Kidd said...

aaaaah afwan lupa. . .
syukron udah di follback

jazakumulloh khoiron katsiro
salam. . .

Yayack Faqih said...

kalau ada semacam kesenjangan sosial di mana mana, kemiskinan, pengangguran ataupun hal yang menggelikan sekalipun, mengaca dari panggung politik negri ini saya jadi suka menyalahka orang2 yg di atas. Salahkah saya? Hehe salam perubahan < iklan nasdem :D

iffa hoet said...

Assalamu'alaikum........
Tok tok tok....aku datang......... ^_^

wow refleksi pagi yg mampu menyemangati diri.
Aku jg beberapa kali sering membicaraka hal ini dg rekan-rekan kerja. La gimana, selama kerja kok bnyk ngemilnya, kalo sdh kenyang ganti ngantuknya hehe....dasar org Indon...

Baha Andes said...

Membaca juga merupakan salah satu penentu suatu peradaban. padahal peradaban itu tidak lepas dari ilmu, untuk mendapatkan ilmu kita harus membaca, belajar dan mempraktekannya.

Semoga dengan SDA indonesia yg kaya raya bisa dimanfaatkan semaksimalmungkin untuk kepentingan bersama.

NIT NOT said...

rakyat indonesia dari segi kecerdasan tidak kalah dengan negara lain....yang paling mendasar adalah memperbaiki dari segi norma...lebih khususnya lagi akhlah masyarakat indonesia... tidak semuanya tidak baik...tetapi masih banyak yg demikian....

arnes said...

salam kenal, maaf saya baru bertemu dengan blog anda yang mempunyai judul yg unik dan bagus " hujan "

kalau dengar kata " hujan " sungguh membuat aku merasa riang dan senang bukan kepalang, aku masih ingat kala kecil bermain bersama anak2 sebayaku dalam derasnya hujan, kini waktu tlah bergulir aku bukan anak2 lagi, aku hanya bisa menatap hujan turun diantara jeruji kamarku, sambil tiada hentinya aku mengelukan kebesaran Allah yang paling kusuka yaitu " hujan "

Salam kenal dari ambo urang minang nan di yogyakarta.

Ratnawati Utami said...

wah sis, aku waktu ada raker materi ice breaking malah ketawa tawa mulu bikin game... (dibaca malah huruf kecil di bawah postingan)

cara menghilangkan keputihan said...

Amazing artikel…. Semoga saya bisa praktekan tipsnya dan berhasil