Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Monday, February 27, 2012

Haruskah Tangan Tuhan Bermain?

 Ajari kaki menginjak debu, biar menaruh rasa pada yang tidak beralas.
Biarkan angin membelai tubuh, supaya mata melirik pada mereka yang tidak berpakaian.
Sesekali kosongkan perut, biar terasa rintihan kelaparan.

Tidak akan pernah kita iba melihat kemiskinan bila sedetik pun tidak mau meninggalkan istana.
Kita tidak mau sujud tersungkur bila kita tidak merasa di bawah.
Haruskah tangan Tuhan bermain? 
Haruskah menjadi miskin dulu untuk bisa merasakan tangis kesusahan?
Haruskah bibir kita dikunci terlebih dahulu biar tidak tenggelam dalam tawa berkepanjangan?

Haruskah kita menjadi terhina dulu, untuk bisa mengulurkan tangan?

(Ust Yusuf Mansur)

15 comments:

Suhardi said...

mantaaaabbbbb bgtttttttt

Yayack Faqih said...

konklusinya kena banget. Terkadang orang harus di miskinkan dulu utk bsa lebih dekat dengan Tuhan-nya.

-ka said...

like this sangattt!!
itu kalimat dr ust. mansyur yaa
#rasanya tertampar
-.-"

M. Chandra Panjinata said...

sudah kebiasaan cek, nunggu ada yg mati dulu baru mau dibenahi......

jay boana said...

tanpa kita sadari hal itu sudah terjadi :D

dmilano said...

Saleum,
Luar bisa maknanya....

Suratman Adi said...

Mantap mba he..he..he

Halaman Samping-nya Inung Gunarba said...

Luar biasa. Sentuhan di siang hari, menyerusuk hingga kalbu dibalik rusuk :) nuwun bibi Ami +_+

Adit Mahameru said...

ops....lama bner ga kesini..dah berubah rumahnya..hmm.......lemak.....

Ferdinand said...

Sesekali biarkan diri terguyur hujan, biar menaruh hormat pada yang tidak beratap :)

I Luv u so muccchhh ami haha... *plak-plok digebukin ama orang sekampung, maksudnya Luv u so much tuk tulisannya *langsung orang sekampung yang barusan gebukin pada teriak ... Ooohhhhh....

Moga lagi semangat beraktivitas disana :)

daur ulang said...

bagus bangad mba.... singkat , padat dan nendang bangad...

Kaito Kidd said...

MasyaAllah, apa memang manusia baru akan sadar ketika menerima dampaknya??

die said...

Yang namanya manusia, kalau belum terbentur ya belum sadar. Gak percaya? ustad mansur pernah mengalaminya.

Sebiji Blog Absurd said...

oh ini kutipan yah? ustad Yusuf itu pinter mengolah kata juga ya ternyata heheh

kunjungan balik ya Bloggers => http://ramadhankahficerblog.blogspot.com/

Alex Seguntung said...

woooiiii sendal jepang aq baleeekkeee... heheheee