Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Monday, March 5, 2012

Ilalang

"Aku ingin menjadi seperti ilalang!", ujar nya dengan lembut saat aku akhirnya bisa menyamai langkah kaki nya yang berjalan begitu cepat tapi tetap membentuk gerak harmonis.

Dengan mengernyitkan dahi, aku pun mencoba mencerna kata-kata sahabat ku satu ini. Sahabat yang baru saja aku temukan kurang lebih satu tahunan. Seorang seorang wanita yang secara fisik terlihat begitu rapuh tetapi memiliki keinginan, tekad dan perjuangan hidup yang mungkin tak akan pernah aku temui dari wanita atau manusia mana pun di dunia ini.

Ia menghentikan langkahnya, menengadahkan wajahnya seakan-akan sedang menantang sang mentari. Ujung jilbabnya yang berwarna hitam menari-nari dipermainkan sang bayu. "Kamu lihat ilalang-ilalang ini? orang yang tak mengerti pasti akan menganggap ilalang-ilalang ini hanyalah gulma yang  tak bermakna, yang mungkin suatu saat akan coba dimusnahkan, seperti aku, kamu dan kita semua!", ujarnya tetap dengan nada lembut tapi tegas.

"Aku tak mengerti? kalau memang ilalang akan coba dimusnahkan suatu hari nanti, kenapa kamu ingin menjadi seperti ilalang?", ujar ku sambari menghela nafas pelan memandang rimbunan ilalang yang terus menari mengikuti irama dendang nyanyian alam nan indah.

Wajah rapuh itu tersenyum, senyumnya tetap teduh, tak pernah sekalipun tergores senyum bermakna sinis atau merendahkah yang aku temui di wajah itu. "Kamu sungguh ingin tahu kenapa?", tanya nya  dan langsung aku jawab dengan anggukkan. 


"Semua karena ilalang tidak akan pernah benar-benar musnah!", ujar nya lirih berbisik langsung di telinga ku. "Ilalang akan terus ada selama sang mentari tak bosan menyinari bumi, walaupun ia mungkin telah dibakar atau ditebas habis karena hanya dianggap gulma, hmm.. lihat dan dicermati  lah!  ilalang tumbuh tak pernah merusak kesuburan tanah, malah ia membuat tanah menjadi gembur, akar-akarnya yang kuat akan mengikat tanah ditebing sehingga tak akan pernah longsor, dan akar-akar itu pula merupakan obat-obatan yang bermanfaat untuk kesehatan manusia. Batang ilalang terlihat begitu rapuh sahabat ku, tetapi ternyata batang itu lebih kuat dan tegar kala berada di tengah hempasan badai. Itulah ilalang! ia ada tapi sering tak terlihat, seperti kita", ujarnya dengan wajah tersenyum indah.

-----
hanya ditulis untuk semua sahabat seperjuangan ku sesama Fasilitator Community Development,,kita  bukan gulma seperti anggapan mereka!! keep fight!!! ^_^



19 comments:

Hanifah said...

wahh...
filosofinya keren mba!!!
salut deh :)

mimi RaDiAl said...

keren keren keren...keep fight buat community nya :D

Niar Sri Sadono Ningrum said...

seneng liat ilalang, kyak background qu di blog juga ilalang, suka sekali...

"karena ilalang tidak akan pernah benar-benar musnah" suka kata2 nya :D

daur ulang said...

bahasa yang di gunakan informatif..

tetap semangat buat community development nya..

Andry Li said...

keren mbak yu :) keep keep ya

melblogs TTM / iffa said...

hm...tulisannya mantab sist.
Tahukah Ilalang tak pernah mati? aku setuju karena saat ilalang terlihat betul-betul kering justru terlihat cantik seperti bunga hiasan.

Djangkies said...

Assalamu'alaikum,
weh curhatan yang manteb, eh keliru cerpen yang manteb karena memberikan inspirasi dan kekuatan semangat yang sangat luar biasa. Ilalang mampu hidup dikondisi apapun, gersang, bebatuan bahkan terbakarpun masih menyisakan akar yang kuat untuk tumbuh lagi, kala ada Hujan menyiraminya

Yayack Faqih said...

saya suka tulisan yang kaya gini, ada analoginya tapi konklusinya sangat tepat spt apa yg sedang kamu ceritakan dgn masalah pribadinya.

bisa memberi semangat saya juga hehe terimakasih ya.

Atma Muthmainna said...

ya ilalang akan terus ada selama matahari masih bersinar....
filosofinya menarik mbak,,,
dibalik ceritanya tersirat makna yg dalam

kakaakin said...

Berbicara tentang ilalang yang tak benar2 musnah, jadi ingat drama Boys Before Flower, pada bagian karakter Geum Jan-di, si rumput liar :D

Semangat terus ya... :)

dwi save arema said...

ilalang oh ilalang... berdiri terinjak tapi masih kokoh.. :D

Halaman Samping-nya Inung Gunarba said...

Dulu... pernah nyasar liat acara TVRI tentang teknologi tepat guna. cara bikin semacam anggur alternatif dari ilalang atau alang-alang. Tepatnya, dari bagian akarnya :)

Alang-alang emang nggak ada matinya, sekali ditebas tetap aja tumbuh +_+

Grecek said...

saat hujan bikin kangen ......

Kaito kidd said...

ilalang tidak akan benar2 musnah, selalu saja tumbuh dan tumbuh
MasyaAllah :)

Adang N M I said...

terakhir bertemu ilalang di tahun 2010an,, jadi inget kalo balik kampung nanti mesti kunjungi tempat itu,hehe

salam hangat dan follow juga
Revolusi galau

write and share... said...

Hhhmmmm....aku suka ilalang yang sedang berbunga. imut-imut bunganya, indah. tapi kalo lagi gak musim berbunga sih sebel aku. pinginnya tak babat...hehe
Salam kenal mbak ^_^

system of blog said...

Hohohohohoho Aku jadi inget Ilalang Dari SULE heehhe

Ferdinand said...

Sayang di Jakarta aku jarang ngeliat ada Ilalang :) padahal dulu-dulu aku justru paling suka tiduran diatas ilalang, apalagi pas matahari mulai tenggelam, gak tau ya kenapa, indah aja menurutku ngeliat senja sembari tiduran diatas ilalang, soalnya mataku cuma bisa ngeliat jelas ke langit dan agak samar ngeliat sekitar karena ketutupan ilalang yang tinggi2 hhe... :)

Edi said...

sedih jg klo inget diriku pernah di hina org,dia ngangap diriku tak berguna.....