Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Tuesday, August 14, 2012

Donna Donna.....

 

On a Weagon bound the market
There’s a calf with a mournful eye
High above him there’s a swallow
Winging swiftly through the sky

How the winds are laughing
They laugh with all they might
Laugh and laugh the whole day through
And half the summers night

(Chorus)
Donna Donna Donna Donna
Donna Donna Donna Don
Donna Donna Donna Donna
Donna Donna Donna Don

“Stop complaining!” Said the farmer
Who told you a calf to be?
Why don’t you have wings to fly with
Like the swallow so proud and free?

Calves are easily bound and slaughtered
Never knowing the reason why
But whoever treasures freedom
Like the swallow has learned to fly

"Melamun?", ya mungkin itu yang aku lakukan sekarang di depan sang lepi yang selalu setia menemani. Ku coba untuk kembali menari-narikan jemari lagi di blog ini setelah sekian lama menjadi kaku. Ditemani lagu tunggal yang mengalun dari window media player yang konon kata nya merupakan lagu kesukaan "Soe Hok Gie" aku semakin terbuai akan makna yang terkandung di dalamnya.

Di sebuah gerbong yang membatasi pasar
Ada seekor anak sapi dengan mata yang berduka.
Jauh tinggi diatasnya ada seekor burung layang layang,
mengepakkan sayap dengan cepat melintasi angkasa.

Betapa angin angin itu tertawa,
mereka tertawa sekuat mereka.
Tertawa dan tertawa sepanjang hari,
serta separuh malam musim panas.

Donna Donna Donna Donna,
Donna Donna Donna Don,
Donna Donna Donna Donna,
Donna Donna Donna Don.

“Berhentilah mengeluh!”,kata si Petani.
Siapa suruh jadi anak sapi?
Kenapa tak kau punyai sayap untuk terbang?
Seperti burung layang layang, sangat bangga dan bebas.

Anak anak sapi mudah diikat dan dibunuh
tanpa tahu alasannya
Tapi siapapun yang mencari kebebasan,
seperti burung layang layang, harus belajar terbang.

-----------
nb. karena banyak yang meminta link download lagunya, maka yang mau download klik disini.

10 comments:

Wawank said...

kasi link downloadnya..

saya mau dengar kalau melamun juga..,

saya juga suka melamun

Nyayu Amibae said...

ok,, ini link downloadnya sob,, trims,, http://www.4shared.com/mp3/bY-5h3dV/Sita_RSD_-_Donna_Donna___Ost_G.htm

Mas Huda said...

wah.. lagu kesukaan Soe hok Gie... mana sih lagunya

Campoeng Cmoneng said...

Aku kog penasaran...
Makasih mbak dah donlot.....

Frendli Wirnawan said...

jadi inget film gie...
ijin sedot....

Yayack Faqih said...

penasaran nih sama lagunya, duh apa kabar nih mbaak udah lama tdk saling berkunjung :D

Halaman Samping-nya Inung Gunarba said...

Hai Bi', kemarin aku nganter Bunda n Kaka ke Tanjung Enim, dari arah Plembang. Pas di Candy, kirain bisa liat bibi' lagi ngelamun nunggu buka puasa :D

Djangan Pakies said...

kok Bibi' sih Kang Imung ?. Emamge ada hubungan kekerabatan ?. Buat Ning Ami, saya ggak tahu lagu ini. Maklum generasi katrok hhh. Met mendulamg dan ,enjemput malam lailatul qadar deh. Sori belepotan komen pake hp

zan P O P said...

lagu yang memberikan motivasi dan semangat...


minal aidin walfaizin Ami... dah mudikkah dirimu...

cara meningkatkan stamina tubuh said...

subhanallah....mohon mf lahior batin yah ^-^