Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Saturday, February 2, 2013

Aku Melihat Warna Mereka

Proses Pembentukkan KSM dan Pengisian Proposal
Menghadapi masyarakat terkadang sukar untuk ditebak, hmm,, aku jadi tersenyum simpul kala teringat proses pelatihan Memasak dan membuat makanan ringan di kelurahan Sungai Medang. Pelatihan yang direncanakan jadwalnya dilakukan kamis depan, malah bisa maju menjadi kamis kemarin. Tuh kan, aku jadi tersenyum lagi, jarang-jarang loh ada jadwal yang bisa maju, kan biasanya mundur atau tertunda dari perencanaan.

 
KSM  ini adalah KSM pertama yang keterlibatannya semua kaum perempuan, karena memang dilihat dari sejarah pendampingan selama ini, kaum perempuan menjadi kaum minoritas untuk terlibat. Aku tahu kegiatan ini jauh dari pada sempurna, tapi proses mengajak mereka (kaum ibu) untuk terlibat tak bisa aku dan team lupakan, kala sulitnya menjadwalkan pertemuan untuk pembentukkan ksm, kala melihat senyum dan tawa mereka di awal pertemuan, kala membujuk mereka yang enggan untuk menulis di absen karena memang mereka sama sekali sudah lama tidak memegang pena, dan kala aku harus menitikkan air mata ketika mereka mau berhenti di tengah jalan merasa tidak sanggup untuk melaksanakan proses pelatihan, dan kamis tadi aku bisa tersenyum lega kala datang untuk monitoring proses pelatihan.


Peserta Pelatihan dan Proses Pelatihan
Ku lihat wajah ceria mereka, canda tawa menjadi begitu renyah mengiringi proses pelatihan memasak ini. Ditempat yang sederhana, dengan peralatan yang juga sederhana dan biaya pelatihan yang tidak besar sejumlah Rp.1.500.000,- . Saat itu, aku melihat warna mereka, warna yang sudah lama aku nanti kan, dan semoga aku tak pernah akan kehilangan merasa kan dan melihat warna seperti ini, warna ceria, warna kebersamaan, warna sederhana, dan warna-warna impian kala nanti nya selesai melakukan pelatihan.

Wajah ceria memamerkan kue yang baru matang
Proses Pelatihan
Bersama-sama menikmati hasil pelatihan sambil obrolkan tentang asa KSM
Pelatihan yang akan berlanjut minggu depan ini sangat sederhana, malah bisa jadi menurut orang yang tinggal di kota ini tak ada apa-apa nya, tapi melihat asa dan keceriaan di wajah ibu-ibu ini, aku sadar ini lah salah satu alasan aku masih di sini.

5 comments:

Mas Huda said...

wah asyik banget ya bisa bareng-bareng kayak gitu.. minta kuenya dong

munir ardi said...

senangnya bisa langung berinteraksi dengan banyak orang mbak, kalau guru berinteraksi juga cuma sama anak-anak

LAdangduters said...

Saat berinterakasi dengan masyarakat kecil itu kita mendapat pelajaran mbak, jika untuk mencari bahagia itu sebenarnya sederhana dan gak mahal kok

salam kenal mbak

Herdoni Wahyono said...

Peran ibu begitu banyak dalam kehidupan ini. Perannya dalam mengasuh dan mendidik anak begitu besar. Disamping itu banyak yang juga menopang perekonomian keluarga. Berjuang begitu gigih untuk mendapat sesuap nasi bagi keluarga.

Tentu amatlah mulia dapat mendampingi mereka untuk meningkatkan kesejahteraannya. Meningkatkan ketrampilan mereka. Informasi pasar. Pendampingan. Bantuan peralatan dan modal. Sukses selalu dalam meraih asa, amin.

syabany said...

terimakasih atas informasinya sangat bermanfaat