Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Wednesday, February 13, 2013

Suara Tawa di Seberang Telepon

Ku dengar tawa terbahak-bahak nya yang tersampaikan melalu signal  telepon. "Ayolah,, cukup menertawa kan ku,, aku ini lagi curhat loh!", ujar ku sedikit sewot dan memasang tampang merajuk yang sebetulnya sama sekali tak berguna karena sahabat ku yang berada di seberang telepon tak akan bisa melihatnya. "Lalu aku harus bilang woww gitu?? ujarnya sembari tertawa semakin kencang. Aku menghela nafas panjang, mencoba menikmati suara tawa yang tak berhenti sahabat ku itu sambil menggaruk-garuk kepala yang tak gatal.

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya tawa sahabat ku itu pun reda juga, ku dengar ia sedikit terbatuk-batuk karena memang ia sedang kena flu, entah flu karena memang cuaca yang tak menentu atau flu karena sang dompet yang juga kena flu.

"sudah selesai ketawa nya?", tanya ku pelan. "Iyaaa,,, sudah non,, terima kasih ya,, sepertinya flu ku ini akan segera sembuh kalau bisa tertawa seperti ini setiap hari! kalah deh si Sule dengan mu!", ujarnya dengan nada sumringah.

"Ayo lah buu,, aku serius ini,, aku sama sekali tak pernah akan menyangka bisa begini cerita nya di sini!", ujar ku sedikit merengek dan meringis. "Sudah waktu nya bu, sekarang sudah waktu nya,, selama di Curup ini kamu selalu sukses menghindar, sekarang kamu harus pegang amanah yang diberikan,, ayo semangaat!! ternyata semua kumpulan orang bodoh tak benar-benar bodoh toh?,, karena itu harus ikhlas menjalani nya dengan baik,, kamu pasti bisa memangku amanah ini!", ujar nya bersemangat. Aku terdiam lama, berpikir tentang si amanah dan menikmati kembali suara tawa di seberang telepon.

---------
tentang cerita hujan semalam yang terpayungi hujan lebat di Kota Prabumulih

6 comments:

munir ardi said...

sekali-sekali aku mau juga ditelpon seorang sahabat seperti ini

Pakies said...

jadi penasaran maksud amanahnya nih ?... lalu muncul jawaban ini dan itu dan kesimpulannhya adalah ... djangan ... djangan .... hem #garuk kepala juga ah

metrolisa said...

aku juga pernah ditelephone sahabat meski belum pernah bertemu sebelumnya tapi akrab banget rasanya

Pesta ulang tahun said...

waah menarik sekali cerita nyaa :D salam kenal yaaa

syabany said...

terimakasih atas informasinya sangat bermanfaat

kolongtulis said...

wah saya juga pernah tuh.