Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Friday, August 16, 2013

Di Angka 68

Merdeka atau Mati! itu lah tulisan terakhir seorang sahabat anggota BKM sekaligus seorang anggota TNI di Kabupaten Rejang Lebong sebelum ia mengakhiri chatnya untuk pamit melakukan renungan suci di makam pahlawan malam ini. Sebuah kalimat yang cukup membuat hati ku seperti diketuk dengan keras  begitu banyak pertanyaan.

Esok adalah tanggal 17 Agustus, artinya sudah 68 tahun negara ini dinyatakan merdeka. Angka 68 menunjukkan bahwasa nya negara ini sudah tidak belia lagi, malah diangka 68 bila kita antologikan umur manusia, artinya sudah mendekati atau malah sudah bisa dinyatakan tua. 

Hmm,, Aku memejamkan mata, mencoba membayangkan bagaimana para pahlawan berjuang mempertaruhkan nyawanya untuk suatu makna kemerdekaan yang sekarang oleh generasi penerus hanya dijadikan makna simbolis seremonial kenegaraan dengan melakukan upacara Pengibaran dan Penurunan bendera.


Perjuangan para pahlawan yang harusnya diteruskan dengan mengisi kemerdekaan dengan hal yang membangun,  malah sekarang dicampakkan dengan  melakukan penjajahan mode baru, dan yang cukup menyedihkan penjajahnya tak lain dilakukan oleh saudara sebangsa ini sendiri.

Huh,, aku menghela nafas sambil melemparkan pandangan ke sekeliling. Mengamati perbedaan masa aku kecil dan masa sekarang yang begitu mengharukan. Di waktu kecil, biasanya untuk menyambut peringatan 17 Agustus, suasana di kampung begitu semarak dengan ramainya hiasan bendera merah putih berukuran kecil yang dipasang sepanjang jalan, tapi malam ini, suasana tersebut hanya bisa ditemui di dalam mimpi.

Diangka 68, ruh kemerdekaan Indonesia semakin laun semakin pudar, akankah nantinya ruh semangat kemerdekaan hanya menjadi milik seorang tentara saja? Lalu kemana kita yang sering dengan pongah berkata bahwa "Aku adalah orang Indonesia!".

13 comments:

BlogS Of Hariyanto said...

semoga ruh kemerdekaan kembali menemukan semangatnya dalam jiwa bangsa indonesia,
happy independence day for Indonesia...merdeka :-)

Herdoni Wahyono said...

Saya mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang ke-68 Tahun 2013. Semoga rakyat Indonesia semakin sejahtera, adil, dan makmur dari Sabang sampai Merauke. Negeri Indonesia baldatun thayyibatun warabbun ghafur, amin.

Salam cemerlang !

Munir Ardiku said...

semoga Rasa itu akan menjadi semarak lagi di hati para Putra-putri Indonesia bukan malah hilang tergerus oleh Zaman

Imam Sujaswanto said...

Merdeka tetap merdeka.

Dirgahayu Indonesiaku..

kolongtulis said...

memang sudah benar-benar terasa berbeda.

Niken Kusumowardhani said...

Memang paling enak kalau membayangkan sesuatu sambil memejamkan mata.

Film jepang said...

Ah ternyata sama aja ya..
disini juga begitu.
Bahkan di hari kemerdekaan kantor ku tetep buka dan aku tetap harus pergi kerja...

obat benjolan said...

Asiik lumayaan gan pemabahasannnya, berguna banget buat saya, terimakasih & semoga sukses selalau

Alris said...

Waktu sekolah dasar dulu saya menantikan tanggal 17 agustus ini karena banyak perlombaan diadakan. Sekarang kayaknya sepi aja...

Alris said...

Waktu sekolah dasar dulu saya menantikan tanggal 17 agustus ini karena banyak perlombaan diadakan. Sekarang kayaknya sepi aja...

obat penurun panas anak said...

artikel yang mearik, insfiratif banget buat saya. makin sukses aja yah.

cara mengobati kelenjar tiroid said...

hidup indo ku

obat gondok said...

jaya lah indonesia