Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Wednesday, March 5, 2014

Ketika Hati Yang Bicara

Ketika hati yang bicara, banyak hati yang tak mendengar
Ketika benar menjadi salah, dan salah dianggap benar

Merasa benar, tapi lupa pada yang Maha Benar
Merasa hebat, tapi lupa dengan yang Maha Hebat

Ada langit pasti ada bumi,
Ibarat roda pedati yang mesti berputar
Semua pasti akan merasakan kala berada di atas atau berada di bawah

Negeri yang kaya, tapi memiliki rakyat yang miskin
Negeri yang miskin, tapi memiliki rakyat yang kaya
Mana yang engkau pilih untuk tinggal?



 

5 comments:

Yayack Faqih said...

puisinya bagus, hehe ceritanya mengkritisi negri ini yah :)

Rembulan Perak said...

nice poem :)

Imam Sujaswanto said...

Puisinya bikin mak jlebb Mbk..

Om-Kusman said...

Keren banget puisinya sangat menyentuh perasaan pembacanya. Salam sukses!!

depalpiss said...

menyampaikan kritisi tuk negri ini mmg bisa di lakukan dg berbagai cara, salah satunya lewat puisi yap! wah mantap, salam sobat ;)