Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Thursday, April 13, 2017

Strategi Sukses Berdagang di Dunia Nyata dari Games Tahu Bulat

 

Bagi para gamer dengan menggunakan android pastinya tidak asing lagi dengan games tahu bulat. Games yang cukup booming di dunia gamers tahun 2016 dan merupakan hasil karya anak bangsa Indonesia ini tak hanya memberikan efek kesenangan, tetapi juga dapat memberikan pelajaran tentang cara bisnis berdagang laris di dunia nyata.

Diawal games para gamer diajak untuk berjualan tahu bulat dengan menggunakan modal seadanya. Harga dan jumlah penjualan tahu pun masih dalam angka yang sangat kecil. Disinilah para gamers di minta mengupgrade dengan menekan tab mobil untuk berdagang, resep, dan kemudian melakukan promosi untuk menaikkan angka jual dan jumlah pelanggan. Tiga hal inilah yang juga menjadi strategi sukses berdagang di dunia nyata.

Pertama mobil untuk berdagang tahu bulat. Didalam games para gamers diminta untuk melakukan upgrade speaker, wajan penggorengan, tenda, dan mobil. Ini dilakukan semata-mata untuk meningkatkan dan mempercepat pembeli untuk datang.

Dalam dunia nyata mobil dapat diasumsikan sebagai tempat berdagang. Bisa jadi diawal usaha, tempat begitu sederhana dengan aksesoris seadanya, tetapi diharapkan selanjutnya akan dilakukan upgrade secara berkala, baik banner atau tampilan depan tempat yang mengundang pelanggan untuk mampir, perlengkapan dapur sehingga pelanggan tidak perlu menunggu lama pesanannya, ruang makan yang memberi kenyamanan misalnya ditambahkan televisi, AC dan Wifi gratis. Bila tempat berdagang nyaman, pastinya pelanggan juga akan senang dan betah berlama-lama di dalamnya.

Kedua Resep tahu bulat. Didalam games upgrade bumbu, keju, saus dan sambal berdampak akan meningkatkan harga tahu. Didunia nyata pun hal ini harus diperhatikan dengan seksama dalam berdagang.


Pastinya semua orang yang berdagang berprinsip ekonomi, yaitu mengeluarkan modal sekecil-kecilnya untuk mendapatkan untung sebesar-besarnya. Tetapi jangan sampai prinsip tersebut seenaknya dilakukan, bukannya mendapat untung malah bisa jadi buntung. Oleh karena itu bila ingin meningkatkan harga harus juga melakukan peningkatan kualitas dagangan, baik itu varian produk dan aksesoris [elengkap dan penunjang produk.

Ketiga promo tahu bulat. Bagian ini merupakan bagian terpenting dalam games tahu bulat, karena promosi mempunyai peran untuk mendatangkan pelanggan dengan cepat. Demikian juga berdagang dalam dunia nyata, promosi produk juga tak bisa dipandang sebelah mata, karena ujung tombak keberhasilan usaha dagang adalah promosi.

Dari games tahu bulat, kita diajarkan untuk melakukan promosi dengan menggunakan media yang cocok sesuai dengan pangsa pasar. Misalnya menggunakan selebaran atau brosur yang disebar di tempat anak-anak bermain. Untuk pangsa pasar anak-anak remaja atau sekolah yang identik akrab menggunakan social media, maka promosi pun dilakukan dengan memasang iklan produk di social media tersebut. Begitu juga bila kita ingin menjerat pelanggan lainnya, yang intinya promosi dilakukan dengan menggunakan media yang cocok dan dekat dengan karakter pelanggan yang diinginkan. 

Semakin sering gamers melakukan tap dilayar maka akan semakin cepat pelanggan berdatangan, artinya semakin kita rajin dan giat menjalankan usaha maka proses peningkatan usaha dagang pun akan semakin cepat menuju sukses. Dan cara sukses bisa kita pelajari dari manapun tak terkecuali dari sebuah games sederhana tahu bulat.

1 comment:

Wisnu Tri said...

ternyata dari game sederhana seperti ini juga banyak pelajaran yg bisa kita ambil :)

ini game online apa offline mbak? kalo offline bisa coba download lah hehe

About Me

My photo
Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
Mulai nge-blog 14 Desember 2009