Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Friday, July 30, 2010

Ke-37 : Mengalir Seperti Air

Jum'at, 30 Juli 2010



Wuaaaahhhh!!!! rasanya aku ingin teriak-teriak malam ini!!!! tapi karena masih rada waras saja, makanya aku urungkan niat gila ku itu, hahahaha ^_^ Dalam hati ku malam ini berkecamuk hal-hal aneh, baik itu karena keadaan atau proses kegiatan di desa, dan juga karena aku kurang bisa mengontrol hati ini. Hmm.. alhamdulillah ketika di sms oleh sekretaris Korkot 2 Kab Rejang Lebong tadi, aku dapat melaporkan bahwa sudah 5 desa yang pencairan BLM, tapi walaaah... kok sebelum bulan Ramadhan ini target kegiatan sangat ketat ya? rasanya semuanya minta diselesaikan dengan segera, kalau bisa SEKARANG!!!!

Hiks, sebetulnya aku optimis, atau mungkin berusaha untuk optimis menyelesaikan. Tapi ternyata aku kebingungan yang mana yang lebih dahulu untuk dilakukan? Oh ya, Team ku per tanggal 1 Agustus nanti komposisinya kembali berubah. Dimana Sulastri-Fasilitator Ekonomi dipindahkan (rolling) ke team-12. Aku tak bisa melakukan apa-apa, walau sebetulnya dampak dari pe-rolling-an itu yang paling merasakan adalah masyarakat. Yup, masyarakat mesti melakukan adaptasi kembali dengan fasilitator baru. Sebetulnya itu tidak menjadi permasalah, tapi kenapa tidak kita melihat kenyataan, bahwa setiap faislitator itu pasti berbeda cara kerja/pendampingan-nya, walaupun tujuannya itu sama saja (Banyak jalan menuju Roma-red).

Sebetulnya aku sekarang terus mencoba untuk mengalir seperti air saja, karena walaupun aku mati-matian menentang dan menolak perollingan fasilitator, tapi apalah aku? dan alasan untuk perollingan itu juga selalu membuatku tak berkutik. Kenapa Sulastri dipindah? alasan utamanya karena di team-12 ada permasalahan Gender. Ya, semenjak Ika-Fasilitator Ekonomi Team 12 get Merried dan akhirnya turut suami ke Jakarta, otomatis di Team 12 tidak ada makhluk perempuannya. Dan Fasilitator pengganti Ika, yaitu Kak Solendra (yang dulunya sama seperti aku Fasilitator CD) adalah seorang laki-laki, otomatis lah teamku yang mempunyai dua makhluk perempuan harus rela (kejadiannya sama seperti waktu perollingan Yuli-Fasilitator Teknik dulu).

Kalau ditanya apakah aku sedih? aku rasa tidak juga. Kalau ditanya aku gembira?, aku rasa juga tidak. Karena aku memang sudah berjanji akan mencoba membekukan hatiku, agar aku bisa selalu menerima siapapun untuk menjadi teamku.

Sebetulnya banyak sekali yang ingin aku ceritakan, seperti ada pengalaman di kegiatan dana bergulir, dan sebagainya. Tapi ternyata, aku merasa raga ini sudah memberikan tanda untuk ku agar aku bisa lebih menghargai yang namanya istirahat. Malam ini saja, kami kembali menembus hujan lebat pulang dari acara pencairan dana di Desa Air Merah. Inginnya sih menunggu hujan reda, tapi desa ini rada tidak enak hati lah kalau kami kemalaman di jalan, apalagi untuk ku, karena aku mempunyai pengalaman yang paling tidak enak ketika melihat makhluk halus nongkrong di Jembatan, habis jalan disana kalau malam sama sekali hitam pekat tanpa cahaya.


12 comments:

Pakies SM said...

Ami ... tugas dan tanggung jawab adalah nomer satu, tetapi yang terpenting dari itu semua adalah menjaga kesehatan. Btw, pakies malah belum pernah ketemu yang namanya si manis ujung jembatan, dari dulu kepingin ketemu makhluk ini tapi ndak pernah. Mungkin justru si makhluk halusnya justru takut terbirit-birit melihat wajah pakies, wkwkwk

tomo said...

Wah yang penting urungkan saja teriak teriaknya di tengah malam gan hikz hikz

Kereenn...

Nyayu Amibae said...

>> Pakies : ya begitulah.... teman2 juga saa seperti pakies, yang belum pernah liat pasti pingin liat, padahal kejadian melihat itu adalah kejadian yang paling ga enak pak, pa lagi yang ngikut sampe kost-an... ngeriiiiiiiiiiii......

>> Tomo : Oke Bos, maka nya aku teriak di posting ini saja.. hehehe

Lusi said...

Lusi maMper kaaq
hrs optimis sll kaaq yaa

tiwi said...

ini dia sosok anak muda dg kegiatan yg positif...sy sll mendukungnya!...well tp jgn lupa raga kt jg butuh istirahat ya sis..tetap beraktivitas, jaga kesehatan dan...sy tunggu tulisan selanjutnya!....

Pakies SM said...

pakies datang membawa rezeki

cHugy - gOgOg said...

ternyata si Mba ini pekerja keras ya...Smangat mBa.

Istirahat sangat diperlukan untuk mengembalikan stamina tubuh.

Selamat berweekend ria bersama keluarga atau teman teman ofline line-y.

Halaman Samping-nya Inung Gunarba said...

Kebawa semangat dan seneng, kerja nggak berasa kalau udah di atas ambang batas daya-tahan fisik.

Ngaso bik, sakit yang sering mampir bagi kita pekerja-lapangan kan tipus, yang biasanya kita sadari ketika udah terkapar :)

Zian said...

Kunjungan pertama, salam kenal dari Kal Sel...

Puguh Prasetyo said...

hidup harus terus berjalan, sama seperti aliran air, ya kan???

ariefborneo said...

Kerja dan segudang aktifitas memang mengasikan tapi harus jaga kesehatan...awas jgn menjerit di tengah malam sob ntar di kira?hehehe

etam grecek said...

istirahat jng di sepelekan mbak...
ntar klo sakit semuanya jadi terhambat....
sukses sllu buat mbak amay....