Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Monday, August 2, 2010

Ke-01 : Terima Kasih Om Google !

Senin, 2 Agustus 2010




Malam ini aku bersama teman-teman team (Popon, Kak Iwan Senior dan Bowo) mengakhiri kegiatan kami dengan menghadiri pertemuan BKM dalam rangka pencairan dana tahap-1 anggaran 2010 Kelurahan Sidorejo-Curup Tengah. Hmmm.. Alhamdulillah, ini adalah Kelurahan ke-6 di team ku yang sudah pencairan, tinggal tiga lagi.. , gumam ku dalam hati.

Hari yang cukup melelahkan tapi juga mengasyikkan hari ini, dari pagi aku bersama Popon -Fasilitator Teknik, Survey ke lapangan melihat proses kegiatan-kegiatan dilapangan. Ada canda tawa di bawah pohon kopi sekaligus menjadi ajang koordinasi kita dengan BKM, UPL dan KSM dalam menentukan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL). Dan tentunya aku mendapatkan adik-adik atau anak-anak lagi di sekitar lokasi pembangunan. Wuahahaha... Popon tertawa-tawa ketika aku disambut meriah anak-anak tersebut. Memang sih, aku juga yang kebiasaan, aku suka sekali membawa permen paling banter coklat yang harganya hanya lima ratus rupiah setiap ke lapangan. Selain untuk konsumsi sendiri, terkadang aku suka sekali membagikannya ke anak-anak yang ada di desa, bayangkan saja, mungkin bagi kita satu buah permen apalah artinya, tapi bagi anak-anak tersebut, bisa menyenangkan hati mereka, hmmm... :) , dan tentu saja Popon kembali tertawa, sambil mengolok-olok ku, ketika kami akan pulang, " Ayuk , dha.. dha...", lambaian tangan anak-anak itu mengiringi kepulangan kami. (Huft.. ada juga loh yang panggil aku ibu-red).

Teringat aku, hari minggu kemarin. Aku hanya menghabiskan waktuku kebanyakan di atas kasur, sambil menonton tv, sambil sedikit-sedikit menggambar untuk menambah koleksi galleryku. Jadi aku minta maaf sekali kepada sahabat-sahabat sekalian yang luput dari Blogging Walking ku. Bukan tidak mau berkunjung, hanya kondisi kesehatanku yang tidak mengizinkan dan memintaku untuk sedikit mengurangi kegiatan, jadi kebiasaan "The Crew Bedalu" (Team bergadang-red) seperti semboyan anak-anak Fakultas Teknik yang selalu aku pakai, aku sisihkan dahulu. Dan Alhamdulillah, hari ini aku jadi bisa tetap menjalankan aktivitas sebagaimana mestinya.

Oh ya, ada kejadian yang sangat menyebalkan kemarin. Ketika sudah sebal karena kondisi tubuh yang kalah oleh demam dan flu. Eeh.. ada seekor semut nakal yang malah touring ke telingaku ketika aku ketiduran. Hiks... sakit sekali rasanya, dan sangat terasa sekali ada yang berjalan-jalan di dalam telingaku, huaaah.. ingin aku menjerit dan langsung menelepon emak di Palembang, tapi ku urungkan niatku, bisa-bisa aku buat emak yang panik nantinya. Hmm.. kemudian ingin aku berlari ke tetangga untuk ditunjukkan kepadaku dimana ada Dokter THT (Telinga Hidung Tenggorokan) di kota Curup ini, tetapi aku urungkan niatku, kayaknya tetanggaku sedang tidur siang... huaaahhh... aku merintih-rintih sendirian...

Ku coba untuk menutup telinga kiriku dengan telapak tangan dan berharap semut tersebut akan mati karena kekurangan udara, tetapi tetap tidak berhasil, malah tanganku yang ku gunakan untuk menutup telinga yang jadi kesemutan, hahahaha.

Ketika sedang meritih menahan sakit, seketika aku teringat kepada om google, Huft.. langsung saja aku sambar hp ku dan dengan menggunakan opera mini kumasukkan kata kunci semut di dalam telinga. Brerrrrr... muncullah beberapa artikel, ada yang paling menakutkan loh, ada artikel yang bilang kalau semut bisa masuk ke otak melalui telinga. Huuuah.. jujur aku tambah panik waktu itu, secepat mungkin aku cari artikel lainnya, dapat! artikel buatan negara tetangga Malaysia, bahasanya juga melayu (tapi lupa alamat web/blog-nya -red). Dalam artikel itu mengatakan kalau ingin mengeluarkan semut dari dalam telinga maka tutuplah telinga kanan dengan menggunakan tangan kanan (misal yang kemasukkan telinga kiri-red), kemudian tangan kiri menutup hidung. ambil nafas panjang dan tahan.... huaah.. beberapa kali aku coba cara ini, masih tidak berhasil.. yang ada muka ku yang menjadi berwarna seperti udang goreng, hahaha.

Alhamdulillah, akhirnya aku menemukan artikel seorang Dokter THT, huft.. dalam artikel tersebut dijelaskan pencegahan pertama ketika ada seekor semut atau serangga lainnya yang masuk di telinga. Yaitu dengan memasukkan air kedalam telinga yang kemasukan semut. Ketika dimasukkan air tersebut, maka semut akan mati dan kemudian akan keluar bersama air ketika kita mengeluarkan air dari telinga beberapa saat kemudian. Hmm.. aku bisa tersenyum lega, ternyata memang ada seekor semut yang mati dan keluar bersama air dari telingaku. Untunglah, tidak ada rasa sakit yang artinya tidak ada infeksi di telingaku.. wuaaah... aku lega!!! terima kasih Om Google, engkau kembali menyelamatkanku... ^_^

Sumber Gambar : Amibae Gallery's

29 Comments:

om rame said...

mungkin karena teLinganya manis tuh Mbak jadi semutnya suka, semoga tidak teruLang Lagi kejadian tersebut.
saya kira cara mengeLuarkan semut yang masuk ke teLinga dengan cara menutup saLah satu teLinga, itu hanya mitos aja. yang jeLas adaLah menurut saran dokter THT tersebut.
mengenai saran pada bLog (desain) Mbak, saya beLum sampai kapasitas tersebut karena memang masih awam di bidangnya. hanya bisa mengucapkan semoga sukses daLam menjaLankan aktifitas keduanya.

TriZ said...

untung ada mbah google yah..

etam grecek said...

wah nakal juga tuh semutnya ,,,masuknya gak permisi...untung aja tuh di telinga...nah klo masuk ke mulut...bisa dapat makan gratis tuh... kali ini aku minta serangga yg di daun itu ya mbak...

ariefborneo said...

Hehehe...semut nya kurang kerjaan tu main masuk2 aja..tpi untungnya ada OM google y mba

Pakies SM said...

kalo ndak salah di telinga itu ada selaput gendang alias membran timpani (bener ndak nih tulisannya), masak masuk otak? mesti nglubangi membran itu dunk

tomo said...

Wah kok ada semutnya gan.
Take care ya gan.
Selamat beraktifitas aja

Sudinotakim said...

Semut yang nakal, untung ada google ya

Indahnya Kebersamaan said...

Klo kata teman saya sich biar bisa ngilangin semut dari telinga kita harus,
Ntar mabk lupa. tunggu ya......

Ferdinand said...

Waduh kemasukan Semut ya Telinganya? klo aku biasanya langsung nyebur ke Air jadi kan semutnya ikut ngalir sama air tuh.........

Semangat n Happy blogging!!!!

Halaman Samping-nya Inung Gunarba said...

yang kurang ajar tuh yang bikin postingan semut bisa masuk ke otak lewat telinga :( bikin parno aja...

Oya, barusan follow di Galeri Amibae sekalian ngucapin selamat lagi, siapa tahu dapet coklat atau permen qe3

iplock said...

wuih pengalaman tuh ya sis??
ampe semut ke telinga, eh ada gula kali disana,heheee..

tapi syukurlah kl ga pa2!!

four dreams said...

lama enggak berkunjung kesini :)
apa kabar ?

Gardoe Djaga said...

Semutnya ingin ikut diberdayakan, eh malah dikenai tsunami... ke ke ke

Gardoe Djaga said...

Semutnya ingin ikut diberdayakan, eh malah dikenai tsunami... ke ke ke

gaelby said...

Alhamdulillah, just take good care of your self. Salam sobat :)

osi said...

koq jd aku yg geli ya..sekedar membayangkan saja jikalau semut itu ada di dalam telingaku...thq tips bermanfaatnya sob ~_*

AkuInginPulangDiKalaSenja said...

semutnya koq nakal banget ya....huffft...

emang semutnya ga baca tulisan :Dilarang masuk" di telinganya kak ami.. :D

Cepet baikan ya kak, take care...^_^

tiwi said...

haduuh,..jd sdkt parno jg bcnya...tp kmdn jd legaa..alhamdulillaah semutnya keluar...he3...btw, si eyang google sdh diksh permen blm?...kan berkat dia semutnya keluar...he3...well, slmt beraktivitas lg ya n hati2 kl ada semut...salam..

tomo said...

semoga lancar saja kawand

windflowers said...

waahh..syukur deh kl udah baikan...lega ya mi..heheh..
baik2 selalu sm om google ya...:d

Ferdinand said...

Tumben nie... belum ada post baru hhe...... semangat N happy blogging ya....

Sejarah_Bangsa said...

Wah nyari apapun emank paling enak pake Google .. sampe penyakit juga ada jalan keluarnya ya hhe....

slam knal.. Aku Follow ya( sejarah bangsa)..., klo berkenan Follow balik ya Thnx...

etam grecek said...

kayaknya super sibuk nh smp g smpet update postingan....

Pakies SM said...

Menawarkan service gratis khusvs semut

Pakies SM said...
This comment has been removed by the author.
Ummiega said...

Asal mau sabar nanya ke om Google, biasanya ada jalan keluar.

Sukadi Brotoadmojo said...

untung om google ga minta bayaran, coba kalau pasang tarif, bisa2 gajinya habis buat konsultasi sama om google.. :)

Hendriawanz said...

membaca dari awal, sambil mikir coba kasih air..eh ternyata di bagian akhir sudah ada ceritanya, dan happy ending.

sukses selalu sobat.

etam grecek said...

hoammmm.... mencari serang yg hilang....

Sponsor