Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Friday, February 18, 2011

Si Siamang dan Ikan - Ikan

14 Rabiulawal 1432 H
Jum'at, 18 Februari 2011

Selamat pagi sahabat-sahabatku,,, hari ini posting apa ya?? hmmm.... (mikir-mode on). okeee!!! aku cerita saja ya?? tentang seekor kera besar,,, kalau orang-orang sebut siamang.

Lah,, pagi-pagi cerita kera?? opo seh??? 

Eiits... jangan marah dulu... cerita ini bagus loh dan syarat dengan makna, biasanya cerita ini aku jadikan sebagai bahan penghibur (ice breaking) ketika dulu aku melakukan bimbingan masyarakat, biar pada ga ngantuk... wkwkwkwk..

Stop!!! langsung saja cerita geh,, jangan kelamaan!! 



Owkeey!!! sori sob... aku mulai ya.. ehem..ehem... test.. test.. 1.. 2.. 3... begini ceritanya..

Jaman dahulu kala, di dalam hutan hiduplah seekor Simang. Siamang ini adalah siamang yang istimewa karena mempunyai kebiasaan yang unik. (apa kebiasaannya?) Setiap mendapat makanan, si siamang ini tidak pernah makan makanannya di tempat, tapi selalu membawanya ke atas sebuah pohon yang tinggi dan rindang yang mana di bawah pohon ini mengalirlah sungai yang sangat jernih dan banyak berbagai jenis ikan yang hidup di dalamnya.

Setiap makan, si siamang selalu membuang sisa-sisa makanannya ke sungai, begitu seterusnya, berhari-hari, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun. Ternyata sisa makan tersebut tidak menjadi sia-sia, karena setiap si siamang makan diatas pohon, ikan-ikan yang berada di sungai sudah siap untuk memakannya. Malah, si ikan berterima kasih sekali dengan adanya si siamang.

Sampai suatu hari, Kumpulan ikan-ikan membuat keputusan bahwa akan menjadikan si siamang sebagai rajanya andai si siamang mau selalu memberi mereka makan dari sisa-sisa makannya (kan ga perlu jauh-jauh lagi cari makan jauh-jauh, begitu pikir si ikan). Setelah maksudnya disampaikan kepada si siamang, tanpa berpikir panjang si siamang menyanggupinya (lah.. ga nyusain juga, mereka makan kan dari sisa-sisa yang aku makan, pikir si siamang).

Begitulah,, mulai saat itu,, Sang raja alias Si Siamang selalu  memenuhi kebutuhan rakyatnya alias ikan-ikan dari sisa-sisa makanannya. Ikan-ikan selalu bergembira, dikala mereka lihat sang raja datang, mereka sudah siap menunggu dibawah untuk bersantap bersama. Hubungan baik itu berlalu sampai berbulan-bulan, bertahun-tahun.

Sampai akhirnya, terdengar kabar bahwa akan datang air bah yang sangat besar dari hulu sungai.  Si Siamang panik, dia sudah terlalu mencintai ikan-ikan, Apa yang harus aku lakukan agar semua selamat? si siamang berpikir keras.

Akhirnya air bah pun datang, si siamang masih tak tahu apa yang harus dilakukan. Tetapi karena cintanya kepada ikan-ikan, maka ia berusaha menyelamatkan dengan cara menggendong ikan-ikan dan membawanya ke atas pohon yang paling tinggi. Pasti selamat! pikir si siamang. Ia menunggu sampai akhirnya air sungai kembali tenang seperti semula.

Setelah air sungai tenang, si siamang pun turun dari pohon dan bermaksud mengembalikan ikan-ikan yang digendongnya ke sungai. Tapi.. betapa sedihnya si siamang,  ternyata ikan-ikan tersebut telah mati.
--

The End!! hehehe, sori ya sob, kalau ternyata aku ga pandai becerita,,wkwkwkwk... hmmm... bagaimana? klo menurut sobat-sobat semua, adakah makna dari cerita ngawur diatas?? wkwkwkwk

9 comments:

tiwi said...

asswrwb.. *garuk2 kepala bingung... heheh, tp ceritanya menghibur kok.. apalagi pictnya..., mhn pencerahan ats makna ceritanya... wkwkkw, sembunyi dl ah...

yayack said...

lumayan bagus ceritanya, dari cerita di atas ada yang perlu saya garis bawahi bahwa sesungguhnya seberapa besar seseorang bisa memanfaatkan rezekinya dgn baik niscaya kabar baik akan selalu berpihak pada nasib rezekinya.

Djangan Pakies said...

terkadang pertolongan tidak selalu memberikan kebaikan pada yang lain kalau tidak dipahami dengan duduk masalahnya. Niat ikhlas menolong justru membuat celaka. Maka kenalilah orang lain dengan baik

Brigadir Kopi said...

bahwa segala sesuatu itu harus pada porsi nya ..
ikan yang hidup diair tak akan mampu hidup ketiak berlama-lama di daratan..
'
ibrah dari cerita diatas :

bahkan berniat baikpun harus dengan cara cara yang tepat dan benar ...

hehehe ...

Bippi said...

mmm...bisa dijadikan pelajaran nie sob

Thanks sharingnya

r10 said...

niat baik kalau caranya salah bisa fatal :D

Mr TM said...

JIhahahahahahaaa...... ikot ketawa ajja....siamangnya keren.....jihehehee......

Berpikir Positif said...

kok aku malah jadi melo baca ceritanya non, nggak bisa nangkap makna yang terkandung , sedih rasanya

AkuInginPulangDiKalaSenja said...

Setuju sama Mas Pakies ^_^

Aku jadi inget cerita gini, ada calon kupu-kupu yang sedang mengalami proses keluar dari kepompongnya untuk jadi kupu-kupu. Nah, seorang anak ngeliat kejadian itu. Karena kasian ngeliat kepompongnya bekerja keras untuk melepaskan diri, si anak itu coba ngebantu si calon kupu-kupu. Tapi malah akhirnya kupu-kupu itu mati. Padahal kalau dibiarin aja, dia bisa jadi kupu-kupu deh... :))