Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Saturday, April 9, 2011

Pertolongan Allah.....

Hari ini lembaran buku kehidupan ku menorehkan cerita ada nya pertemuan dengan seorang sahabat yang sudah lama sekali tidak bertemu. Awalnya sih setelah tamat dari Sekolah Menengah Farmasi (SMF) tahun dua ribu (gubraak!! sepuluh tahunan yang lalu!-red)  kami tetap intens bertemu kalau hari raya Idul Fitri tiba. Tapi.. memang sangat sulit untuk mempertahankan suatu jalinan silaturahmi, dikarenakan kesibukan dan kegiatan masing-masing, akhirnya kurang lebih tiga tahun belakangan ikatan silaturahmi itu terputus.

Memang sih,, aku akui aku juga yang salah, semua ini terjadi karena peristiwa rusaknya nomor hape ku, dan di karenakan di Curup-Bengkulu dulu masih belum ada yang namanya gallery untuk ku mengurus rusaknya nomor hape, maka dengan terpaksa aku pun membeli kartu perdana lagi, dan otomatis dikarenakan aku menyimpan semua nomor kontak di kartu hape (sekarang asli aku kapok!-red), ya... akhirnya seluruh nomor hape sahabat dari masa SMF (setara SMA-red) dan kuliah tidak bisa terselamatkan.

Kembali lagi ke cerita awal, seperti biasa orang yang sudah lama tidak ketemu, ya,, seru sekali bercerita tentang masa-masa  sekolah dulu, dari peristiwa di skors dari lab praktek resep sampai ke peristiwa lainnya yang cukup membuat ramai arena pembicaraan (padahal hanya orang dua, tapi rame nya kayak orang sekampung yang cerita-red).

Usut punya usut, ternyata sahabat ku ini sekarang berdomisili di kampung halaman nya (Kota Prabumulih-Sumatera Selatan), hmm.. kebetulan yang hebat dan aku merasa ini adalah salah satu bentuk pertolongan Allah kepada ku, karena memang rencananya dalam waktu dekat ini aku akan meneruskan pekerjaan pendampingan masyarakat di kota itu, Horee!! aku akhirnya tidak merasa sendiri lagi.

Kok sendiri? Ya gitu.. memang sih aku yakin nantinya di kota baru itu aku pasti akan menemukan teman-teman tim yang baru, tapi kan karena aku sama sekali belum pernah singgah di kota itu (kecuali lewat saja, karena kota ini dilalui jalan lintas sumatera-red), ada juga deg-deg an nya... secaralah.. sendirian ke tempat yang sama sekali ga pernah.. terus.. ga ada yang kenal pula... hahaha... (nekad bener-red)

Aah,,, Allah memang selalu baik... Terima kasih  atas nikmat-Mu untuk hari yang indah ini kepada ku... ^_^


10 comments:

tito Heyziputra said...

wooow...
aku pernah singgah d prabumulih, swaktu mudik bareng dr bogor - jambi. Selain prabumulih aku selali ingat sm kayu agung ada RM. Pindang ikan dan daging yg Mantabh deh..
Hhaha

tiwi said...

asswrwb... jangan pernah ragu dg pertolongan Allah, DIA selalu ada bila kita selalu mendekat padaNYA.., itulah yg saya alami selama ini....luar biasa...

afadin said...

Waah, bakalan senang nih ketemu kawan lama..

moenas said...

silaturahim ya brow...

Arief Bayoe Sapoetra said...

Itulah mbak Allah memberi yang kita butuhkan tidak memberi yang kitya inginkan.....:) semangat mbak,...

Ami said...

Alhamdulillah, kadang hidup perlu nekad juga sih. Asal banyak berdoa supaya semuanya dimudahkan Allah...

rita asmara said...

mbak Amie skrg di'Prabumulih ya? Tapi masih aktif di PNPM kan?

Nova Miladyarti said...

mbak udah dapat kerjaan lagi ya?
selamat ya mbak.
wah, seneng kalo gitu, ga merasa asing lagi di daerah ornag nanti. Allah memang baik banget ya=)

Zan Insurgent said...

Assalamualaikum Ami....

ternyata saya udah ngelewatin 3 postingan cerita hujan...hiks...hiks...

SMF itu apa ya ami kok saya baru denger, sekolah farmasi ya.... #gaya sok tahu


Sukses terus buat pekerjaan barunya, saya mau ke sapu lidi ajaib dulu..... ^_^

Halaman Samping-nya Inung Gunarba said...

Prabumulih? waaa... kota minyak nih. Sepanjang jalan arterinya adalah makanan qiqiqi. Kalo jalan2 dari Tanjung Enim ke Palembang, kita seringnya mampir makan ke RM padang (namanya lupa) sedikit di luar kota Prabumulih arah ke Palembang.

Kalo sampenya pagi, sarapan bubur di tengah kota. Nah, kalo yang nggak kenal siang-malam, tentu mampir di Pempek Candy :D