Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Wednesday, August 3, 2011

Secarik Kertas Koran

Randi terperanjat ketika secarik kertas koran terbang tertiup angin ke muka nya. “Ah,,, kertas koran sialan, kok bisa-bisanya mendarat sembarangan,, apa dikira nya muka ku ini sudah sama seperti bandara??”, sungut Randi sambil meremas si kertas koran yang memang sudah tidak utuh lagi. Mata Randi terkejap memandang sekitarnya, hembusan angin yang sepoi-sepoi sedikit memberikan kesejukkan dari bangun tidurnya  selepas ia berjibaku di kebunnya.

“Ternyata aku ketiduran di bangku kebun ini”, ujar Randi di dalam hati ketika kesadarannya sudah sedikit pulih. Randi menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sambil kembali melirik ke kertas koran yang nasibnya sudah remuk-redam di genggamannya.

Terbersit di hati Randi untuk membaca berita dikoran yang bentuknya sudah menggumpal itu. Maka dengan perlahan ia pun mencoba melebarkan kembali kertas koran yang  super kusut, dan dibaca nya tulisan yang dicetak dengan huruf besar dan Tebal “PEMBANGUNAN TAMAN DI SIMPANG EMPAT JALAN KABUPATEN, SUDAH MENGHABISKAN DANA DUA RATUS JUTA”.

Randi mendesah, ia sama sekali tak ada minat untuk membaca isi dari berita tersebut, entah kenapa ia sama sekali tidak suka atas keputusan pemerintah kabupaten nya untuk membangun Taman kota yang sangat megah diperempatan jalan yang konon bakal menjadi  Taman termegah dan terindah sekabupaten. Ia sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikiran para anggota dewan sebagai pemberi keputusan.

Berdasarkan kabar burung yang berseliweran melintas di telinga nya, alasan para pemerintah membuat taman tersebut adalah dalam visi meraih gelar sebagai kota Adipura untuk tahun ini. Oalah,,, alasan yang sangat riskan. Tapi ya apa mau dikata, mau setuju atau tidak setuju keputusan sudah di buat, dan sekarang Taman itu  sudah dalam tahap delapan puluh  persen menuju selesai.

Randi pun beranjak dari bangku kebunnya, kertas koran tersebut kembali remuk di dalam kepalan tangannya. “Seandainya saja, dana pembangunan taman bisa untuk pembangunan jalan-jalan menuju kebun di kampung, pasti akan lebih bermanfaat. Bukankah bisa dihitung dengan jari orang kampung yang bakal melintas melewati taman Megah itu, toh,, sehari-hari hidupnya hanya seputar kebun saja”, gumam Randi sambil melempar koran tersebut dari tangannya.

20 comments:

Ferdinand said...

Ass. Sista :)

Ehm, untung lagi pas, aku bisa dapet koneksi dari kantor eh pas kamu juga lagi posting jadi bisa baca ampe tuntas wkwkwkkw.. :)

Betul, aku juga setuju dari pada buat bangun Taman Kota mending perbaiki dulu jalan2 di pedesaannya, apalagi tujuannya cuma untuk menang Piala Adipura, pasti ujung2nya Taman itupun gak keurus lagi klo Adipura udah lewat.... semoga pemerintah daerah setempat bisa dengerin kata2 kita ini ya...

Puasa gak nih? hhe... klo puasa met menjalankan ibadah puasa hhe.. semangat Yach :)

Ferdinand said...

Eh lupa, perasaan ada yg beda sama templatenya hhe.. lebih keren ini dari yg kemaren *klo menurutku lho ya...

Djangan Pakies said...

assalamu'alaikum,
hanya untuk meraih penghargaan, seringkali banyak cara instan dilakukan dan juga mengorbankan kepentingan yang lebih penting.
Dan yang paling parah jika itu sebuah proyek mercu suar yang tidak diimbangi dengan kemampuan daerahnyga. Udah gitu tikus bersliweran lagi parah
tapi mumpung bulan puasa, kita do'akan saja semoga mereka membangun dengan tujuan mulia dan dengan cara yang mulia

R. Indra Kusuma Sejati said...

Semoga para pemimpin tersebut mendapat hidayah yang sebenarnya dari Tuhan untuk lebih memfokuskan kepentingan masyarakatnya dari pada yang lain.

Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog

Ami said...

pemerintah suka gak efisien, semua juga tau, semua proyek ada jatah buat pejabat terkait

yayack said...

seringkali kalo udah masalah ttg kepentingan rakyat kecil suka ga di anggap urgen. Semoga di bulan ramadhan mereka yg disana bisa sedikit di bukakan mata hatinya bahwa berbuat utk kepentingan banyak org itu lbh mulia di bandingan hanya kepentingan golongan tertentu... Met puasa aja mohon maaf lahir bathin... Salam... :))seringkali kalo udah masalah ttg kepentingan rakyat kecil suka ga di anggap urgen. Semoga di bulan ramadhan mereka yg disana bisa sedikit di bukakan mata hatinya bahwa berbuat utk kepentingan banyak org itu lbh mulia di bandingan hanya kepentingan golongan tertentu... Met puasa aja mohon maaf lahir bathin... Salam... :))

Arief Bayoe Sapoetra said...

Assalamualikum mbak, apa kabar...? ceritanya maknyuss tenan mbak,hehehehe daripada duit itu dibuat pembangunan nggak jelas mending di sumbangin kaum dhuafa ja,,, atau sumbangin ke aku aja,,,,,hehehe

DuniaPiyen said...

cerita yang menarik.......

zan said...

Assalamualaikum Ami..

akhirnya ada juga posting terbaru di sini, dah lama ngga baca cerpen nih... semoga modemnya lekas sembuh ya... ^^

hanya demi sebuah gelar rela demi sebuah pencitraan rela menghabiskan uang negara untuk hal2 yg ngga begitu penting bahkan terkesan mubajir... tp emang gitu lah kadang2 pemerintah kita kesannya ngga efisien dalam bertindak...

setuju sama juragan DJ Site... template blognya sekarang lebih manis...

M. Chandra Panjinata said...

mampir dulu di tempat dulur, sambil nyimak.....

Ferdinand said...

Ass. Sob... :)

Terus gimana tuh kelanjutannya? tetep dibangun toh untuk Adipura??? semoga gak dan semoga dihibahkan untuk pembangunan jalan di desa2 AMIN

OOT: GIve Away sudah kumumkan.. Selamat :)

Suratman Adi said...

Aku jg kurang puas jika hanya mementing kan pembangunan di kota saja,sedang kan bnyk jalan2 di pedesa'an yg mendesak di perbaiki..Aku jg kurang puas jika hanya mementing kan pembangunan di kota saja,sedang kan bnyk jalan2 di pedesa'an yg mendesak di perbaiki..

zan said...

Assalamualaikum Ami...

mampir nih... niatnya mau ngabuburit disini tp kayaknya masih siang nih jadi ngga bisa lama2 soalnya ada kerjaan yg musti diselesein #modus ^_^'


oke Ami, tetep semangat ya n Happy Blogging...

oh iya lupa, gimana kabar modem nya sekarang...

zan said...

Assalamualaikum...

Selamat Pagi ami, gimana sahurnya td... moga2 ngga kayak ane ketiduran hhhh...

Ferdinand said...

Met siankkkkkkk..... :)

Puasa gak sob? dan gimana nih tentang akunnya? udah mulai ngertikah?? hhe...

pokoknya met aktivitas aja deh :)

Cikal said...

Assalamualaikuum,.
mampir untuk baca'' kawan,,.

Zan Insurgent said...

Assalamualaikum Ami...


apa kabarnya sobat ku... nyiapin menu bukaan apa nih buat nanti^_^

Belajar Photoshop said...

kadang di atas kertas bisa sangat berlawanan dengan aslinya iia :(

inung gunarba said...

eits... jangan dibuang tuh koran, kan masih bisa buat alas lipatan baju di lemari atau ganjal kaki meja qe3

MENONE said...

indah diluar tp hancur dipinggiran......... huffffffff




salam persahabatan selalu dr MENONE