Aku tidak menyuruh kalian menciptakan dunia yang lebih baik, karena kurasa kemajuan bukanlah sesuatu yang harus dicapai. Aku hanya menyuruh kalian hidup di dalamnya. Tidak sekedar bertahan, tidak sekedar mengalaminya, tidak sekedar melewatinya begitu saja, tetapi hidup di dalamnya. Memperhatikannya. Mencoba mengambil maknanya. Hidup dengan nekat. Mengambil peluang. Membuat karya sendiri dan bangga terhadapnya... (Joan Didion - 1975)

Wednesday, November 21, 2012

Secarik Kertas, Hujan, dan Rindu


Secarik kertas terbang bersama angin
Melayang-layang di udara, dalam mendung yang pekat
Sejenak sang kertas terpaku
Mendengar langit bergemuruh dengan gagahnya
memandang indah nya sang kilat yang menghasilkan cahaya dalam kegelapan
 
Secarik kertas terbang bersama angin
sampai akhirnya jatuh di tengah telaga
Ketika rinai hujan turun, secarik kertas pun sadar
ternyata dia terperangkap di dalam keindahan sajian fatamorgana hujan
Semakin deras, secarik kertas semakin gundah
 
Secarik kertas hanya bisa terdiam pasrah, ketika sang hujan menyapa nya dengan lebat,  
air telaga pun seperti tak ingin melepas nya dalam peluk kerinduan
Tubuhnya semakin lemah, dan air telaga meresap di pori-porinya semakin banyak
Akankah aku tenggelam dalam peluk rindu sang telaga?
Akankah hidupku berakhir disini, tenggelam bersama rinai hujan?
Secarik kertas hanya bisa berbisik lirih.

-----

"Puisi ini diikutsertakan dalam Giveaway Semua Tentang Puisi


15 comments:

Yayack Faqih said...

biarlah kertas itu menjadi petanda kalo apa yg sudah tertulis di putihnya itu adalah hukum alam. wah rupanya kertas bsa jadi sebuah ide utk segera sya tulis nih hehe... bagaimana ia bsa mengabarkan pesan ttg kehidupan terutama pada hal hal yg punya nilai positif.

sukses buat kontesnya :))

Penanti Hujan Perindu Pelangi said...

merindu namun harus tenggelam di telaga :(


makasih ya sudah ikutan ya mba :D
salam penuh rindu :)

munir ardi said...

semoga kita tidak lemah karena rindu, rindu harus memberi kekuatan, kekuatan untuk bertemu dan menunggu sampai rindu terpuaskan meski harus tenggelam, basah dan terbang.

oh iya kalau trafik mungkin haru banyak submit artikel di social bookmark mbak seperti lintas.me di twitter, di pinterest dan komentar pakai url, memang harus kerja keras sedikit sahabat

Djangkies said...

walo kertas nggak kuat melawan air dan derasnya badai, tapi jika setiap titik helainya terbangun dari jalinan kekuatan maka apapun jenis air yang melewatinya bukan penghalang ia menjadi lembaran yang tegar dalam manfaat

alkatro said...

sejuk benerr pagi2 gini baca syair

kerinduannya tlah terobati
karena dia tidak hancur
melainkan menyatu dengan gemercik air
mengayun ayun bungai teratai
dan bercanda dengan ikan mungil di tepian telaga


moga menaaaangg, srrremangaaad (pake 'r' 3 ) hehe

ichiruu's Blog said...

kerinduan yang menumpuk yang masuk melalui pori-pori kertas, membuat kertas sadar bahwa dia terjebak dalam kesedihan rindu. Namun terlambat, dia sudah terlanjur masuk tanpa bisa meloloskan diri dari dekapan hujan.

Apakah secarik kertas tak bisa meloloskan diri dari dekapan itu? Apakah saat kita terlanjur dalam sebuah kisah kerinduan, kita tak bisa melepaskannya?

Tidak, mungkin saja saat dia tenggelam dalam danau, secarik kertas akan mendapatkan dunia baru yang bisa memberinya sebuah pemandangan yang lebih indah dari hujan.

Dhymalk dhykTa said...

Sungguh kata-kata yang indah...

semoga menang dalam kontesnya ya

Niiiar said...

puitis sekali :)

Penghuni 60 said...

keren bgt puisinya
:D
pasti menang deh

obat kanker payudara said...

kren sobb ...

agen ace maxs pusat said...

good

obat penyakit hipertensi said...

like yhis

Arif Chasan said...

sedih sekali kisah secarik kertas itu... :'(

Ruby and Rosa said...

good luck giveawaynya ! :)

anyway, join my giveaway! :D
win a gift voucher for free ❤
and get all stuffs in indonesia in half price :)

Andi Illank said...

nah ni artikel yang ku tunggu-tunggu....

Artikel tentang puisi ^_^

I like poem... sooo much....

jgn lupa mampir di kumpulan puisi ku ya