Postingan

Gemuruh di Dada

"Kamu kenapa?", suara parau di ujung telepon bertanya bagai bisa membaca apa yang aku pikirkan. "Entahlah, tapi dihati begitu bergemuruh, bagai gelombang angin amarah yang bergulung siap meluluh lantakkan semua", jawabku sembari menyibakkan ujung jilbab ke belakang. "Hahahaha,,, galau ni yeew!!", ujarnya bukan menghibur malah mengolok-olok keresahanku. Aku hanya diam, ingin rasanya aku menutup telepon seperti waktu yang sudah. Tapi kali ini aku hanya mendengarkan dengan setengah hati tawa diujung telepon. "Ayo cerita, kenapa?", bujuknya dengan nada suara serius. "Tak lah, aku sudah males! Enakan juga tidur!", ujarku masih menyimpan dongkol didada. "Hahaha,, merajuk nih yeee!!", oloknya kembali dengan tawa terbahak yang lama. Gemuruh di dada semakin menjadi-jadi, sebelum larva panas dimuntahkan aku pun memilih segera menutup telepon.

Jangan Pernah Menyesal Menjadi Orang Baik

Memandang jejeran awan yang berbaris dari balik jendela dengan sepoi-sepoi angin yang bertiup dari kipas angin yang setia menemani melawan gerahnya bumi sriwijaya ini, membuatku hanyut untuk menarikan jemari di keypad tablet. Seminggu ini banyak kisah yang terjadi, diawali tertohoknya sanubari saat menyadari bahwa aku begitu malu menjadi seorang melayu yang tak mengerti hebatnya budaya melayu, sampai pada beberapa kisah tentang dunia pemberdayaan dari kacamata sosialisasi. Oh ya, seminggu ini aku banyak melihat wajah-wajah penuh sedih diteman-teman fasilitator, wajah-wajah meminta keadilan, meminta perhatian, sampai pada harapan pengakuan atas apa yang telah dilakukan. "Aah,, aku dulu juga pernah merasa seperti yang mereka rasa, tapi aku tak bisa seperti mereka yang mengungkapkan dan menyampaikan rasa dihati", gumamku didalam hati. Tetapi, sekarang aku merasakan hikmah keluh yang berhasil ku simpan sendiri, karena terkadang tak semua manusia akan mengerti tentang yang dike...

Dear Hujan

Gambar
Dear hujan Setelah seharian ini, aku kembali merasakan sensasi aliran air mata Seluruh rasa berkecamuk di hati, Sedih, marah, gundah, tapi juga ada setitik rasa yang menyuruh untuk lebih memilih diam Dear hujan, Setelah 1 tahun ku pikir cukup untuk terhanyut mengikuti aliran air Sekarang waktunya aku berenang melawan arus, walau sangat lelah dan pedih Hanya pada Allah aku meminta perlindungan.

Ritual Sebelum Doa Tidur

Mau tidak mau, menjadi hal yang rutin kala sebelum tidur, aku memikirkan rencana dan target apa yang mesti dilakukan esok hari. Memikirkan hal ini kadang membuat kepala terasa mau pecah, karena perencanaan yang dibuat setiap hari, tak semuanya berjalan mulus. Karena itu plan B sampai dengan plan Z harus dipersiapkan. Seperti malam ini, banyak sekali target yang aku buat untuk esok, "aah,,target ini harus terlaksana, karena target ini merupakan pondasi untuk menunjang tujuan besar yang utama", gumam ku sendiri sembari menarikan jemari di keypad tab. kebiasaan rutin yang sering menjerumuskan ku menjadi seorang insomnia ini pernah aku coba tinggalkan, tapi ternyata hal tersebut berbuah pahit, "no planning, no reaction, and no product!", dan esoknya seharian aku hanya bengong menatap lcd lepi. So, aku anggap ini ritual sebelum doa tidur, met malam all. :-)

Reuni

Gambar
Menelusuri jalanan Basuki Rahmat di tengah gemerlap lampu kota ternyata tak membuat hati seterang cahaya malam, terngiang kembali diingatan kala "si dodot" memasang wajah sendu memandang ku. "Kenapa kamu? Kalau laper langsung lahap saja geh!", ujarku lancar, selancar jalanan di simpang patal dengan underpass nya. "Aku sedih melihat kamu, setiap tahun kita reuni, kamu begini-begini saja", ujarnya sembari menatap ku tajam. "Malah enak dong Dot, kalau aku begini-begini saja artinya aku awet muda dong!", ujarku ngeles dan disambut riuh suara teman-teman lain diikuti timpukan potato crispy serta tisu-tisu bekas. "Come on beibs, look at me, didn't you want like me!", ujar si Farida sedikit nge-english karena sudah kelamaan bermain dengan koala dan kerja di pabrik pengolahaan minyak plus akhirnya menikah dengan bule muallaf di sana. "Iyo nih bibik satu nih, waktu kuliah dia yang sibuk gandengan kemana-mana, eh sekarang kita sem...

Lelaki Tua Berkemeja Kusut dengan Ransel Kusam

Gambar
"Permisi!", suara berat itu menghentakkan ku dari lamunan. Sosok lelaki tua berkemeja kusut dan beransel kusam mengambil kursi dan duduk disebelah ku. Sejenak aku tercengang, entah apakah aku sedang bermimpi atau aku sekarang memang berada di bis kota, "aah,, bangun!! coba buka lebar-lebar mata mu!", ujarku sendiri sembari lekat memandang si lelaki tua yang telah menggunakan seat beal sembari membolak-balik majalah yang diselipkan di belakang kursi bagian depan.  "Ada apa Non?", tanya si lelaki tua seperti menyadari pandangan mata ku yang tak berkedip kepadanya. "Eh, maaf pak,, maaf!", ujar ku gelagapan seperti seekor kucing yang tertangkap basah mencomot ikan di atas meja. Aku pun segera memasang seatbeal dan mengalihkan pandangan ke jendela dengan pemandangan sayap pesawat yang lebar siap membelah angkasa. Masih merasa gundah, sesekali aku mencuri-curi pandang ke lelaki tua yang masih fokus membaca majalah setelah pesawat lepas ...

Sebuah Kisah Serupa Tapi Tak Sama

Gambar
Awan hitam tanpa rembulan menjadi pemandangan dari balik jendela. Udara gerah yang menghantui kota Palembang beberapa malam ini membuat kipas angin yang berada di atas lemari mesti bekerja ekstra untuk bertempur melawan udara panas. Sembari membuka dan membaca beberapa file yang menjadi oleh-oleh EGM pertama ku di kota Bandung tanggal 3-6 Mei 2015, pikir ku pun tertegun ketika akan menghadapi sebuah kisah baru yang harus di tempuh. Akan kah ini menjadi awal sebuah buku baru yang terbuka?  Hela nafas panjang mewarnai per-file yang dibuka. Sebuah kisah yang serupa tapi tak sama membentang luas dan siap untuk diwarnai. Bagai sebuah kertas putih yang bernama kesempatan  untuk menebus kesalahan-kesalahan yang pernah ku perbuat di program terdahulu. Sahabat-sahabat Sos ku yang hebat Aku harus banyak belajar lagi, mempelajari dimana batu-batu sandungan terletak agar tak kembali terjatuh di tempat yang sama. Mempelajari peta yang menjadi arah agar tak kembali tersesat. ...