Cabai Oh Cabai
4 Safar 1432 H Sabtu, 8 Januari 2011 "Oalaaaah!!! kok bisa mahal banget sih???", mbak Tini ngomel dalam hati sepanjang perjalanan pulang dari pasar pekan. Mukanya berubah seperti jajaran genjang tak beraturan. "Ada apa neng? kok mukanya dilipat-lipat begitu?!", sapa mak Inah yang membuyarkan keasikan ngomel sendiri mbak Tini dari warung kopinya. "Ini loh mak, masa harga cabai sekarang sudah tujuh puluh ribu rupiah perkilo. Aseli aku tadi bingung mau belinya gimana, rasanya seperti buah simalakama, dibeli salah, gak dibeli eeeh semua penghuni rumah gak enak makan. kata mereka gak mantaf klo makan gak pake sambal! hiks..." mbak Tini langsung mengadukan kekesalan dan apapun rasa yang ada di hatinya kepada mak Inah.