Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tentang Fasilitator

Berjuang

Gambar
Dulu, Berjuang dilakukan dengan mengangkat senjata Bergerilya keluar masuk hutan Akrab dengan dentuman bom tiada henti Dihargai dengan gelar pahlawan Kini, Berjuang dilakukan di tempat-tempat kumuh Bergerilya memetakan kondisi dan lokasi mana yang akan direncanakan Akrab dengan ocehan, amarah karena target yang tak tercapai Padahal jiwa raga sudah merasa lelah saat kepala jadi kaki dan kaki jadi kepala untuk berusaha maksimal Akankah juga dihargai dengan gelar pahlawan? Foto dari AnieJafrihidayat *) Hanya catatan ketika hati merasa dilema dengan perjuangan teman2 fasilitator, keep spirit teman, jangan pernah menyesal menjadi orang baik.

Aku Punya Alasan...

Gambar
"Hoeei!!! ngapain kamu disini!", teriakkan suara cempreng yang sangat akrab ditelinga, menghamburkan lamunanku. "Tak ada, aku hanya menunggu kiriman email dari teman-teman yang sampai sekarang tak kunjung datang", jawabku pelan sembari memandang ke arah yang berbeda untuk menyembunyikan mata yang masih saja tak berhenti mengalirkan air mata."Soal kerjaan lagi! kamu masih tak lelah kerja disitu?", tanyanya sambil menghela nafas berat dan kemudian duduk disampingku. Aku tak mampu menjawab pertanyaan atau memalingkan wajah memandang kepadanya. Aku tertunduk diam dalam belaian sang bayu yang bertiup mesra seusai merayakan pesta dengan alunan rinai hujan.

Tarian Jemari Sosialisasi

Gambar
Beberapa hari yang lalu melalui broadcast di BBM, aku mendapat sebuah pertanyaan untuk sosialisasi sebagai berikut: Kapasitas apa yang dibutuhkan oleh tim korkot dan tim fasilitator untuk sosialisasi? Media apa yang cocok digunakan untuk sosialisasi kepada masyarakat Agen sosialisasi yang paling strategis dan potential di PEMDA dan masyarakat siapa? Memang terlihat simpel karena hanya terdiri dari tiga pertanyaan, tetapi tiga pertanyaan ini juga merupakan pertanyaan-pertanyaan yang selalu silih berganti bermain di alam pikirku.

Lokasi Kumuh tak Seranum Mashmellow

Gambar
Terlanjur membuka Dasbor blog sembari mengingat banyak lomba ngeblog dan menulis yang sudah di tag di kronologi facebook biar tak lupa, akhirnya aku kembali menarikan jemari di blog ini, secara semangat kembali ngumpul sejak sekitar tiga hari Bumi Sriwijaya kembali disirami butir-butir air dari langit yang siap mengusir para kabut asap yang telah melakukan penjajahan selama kurun tiga bulanan. Mau cerita yang berat, rasa nya tak pantas kalau dilakukan di malam minggu ini jadi yang ringan-ringan dan manis saja saja seperti ranumnya mashmellow saat pertama kali menyentuh lidah. Kalau mau cerita tentang Indonesia dengan keberagaman intriknya yang sering buat mumet kepala yang memang sudah mumet, aku juga enggan, jadi cerita apa ya?? --mode thinking 50 detik.

Yakinlah, menulis itu menyenangkan!

Gambar
Setiap bulan rutinitas saya sekarang adalah membaca satu per satu tulisan yang dikirimkan oleh teman-teman askot dari tujuh kota/kabupaten yang ada di Provinsi Sumatera Selatan. Tulisan-tulisan tersebut sekarang mewarnai hidup saya, ketika saya semakin akrab dengan gaya-gaya penulisan dari teman-teman fasilitator. Ada yang menulis dengan gaya serius, seorang lagi menulis dengan malu-malu, beberapa menulis seperti orang sedang tersesat karena kehilangan arah, yang seorang lagi menulis seperti berada dalam komedi putar, dan gaya-gaya lainnya yang bila aku antologikan bisa menghabiskan lebih dari ratusan paragraf. Tapi sungguh, saya mengacungkan jempol kepada usaha teman-teman fasilitator dalam menulis, walau kadangkala unsur keterpaksaan terlihat jelas dari beberapa tulisan yang disajikan. Membayangkan bagaimana beberapa suasana hati teman-teman yang menulis tanpa meneguk rasa nikmat menulis, membuat ku tersenyum miris. Berbekal alasan sekedar menggugurkan tanggung jawab karena me...

Surat Cinta di Malam Tahun Baru

Gambar
Selamat pagi Indonesia, Sekarang hari ke-6 di awal tahun 2015, banyak sekali perubahan yang terjadi baik di dunia ku dan dunia pemberdayaan dimana sekarang aku berdiri. Bila di televisi heboh dengan berita jatuhnya pesawat Air Asia di laut Sunda, di dunia pemberdayaan dihebohkan dengan datangnya surat cinta dari Kemedagri melalui Dirjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) tentang permohonan kepada fasilitator PNPM untuk melakukan serah-terima program kepada satker PNPM.  “Surat cinta? Ini bukan surat cinta ini namanya surat cerai!”, tulis seorang sahabat memendam kekecewaan berat via grup bbm. Ia merasa yang telah ia lakukan selama bertahun-tahun mendampingi masyarakat tak mendapat imbalan yang pantas, seperti air susu dibalas air tuba, 26 ribu fasilitator PNPM Mandiri Perdesaan resmi menjadi pengangguran di malam tahun baru. Emosi pun bergejolak, ada yang   memaki, ada yang berargumen, ada yang memutuskan untuk melakukan unjuk rasa, ada juga yang han...

Di atas langit, pasti ada langit

Gambar
Akhirnya gemuruh di langit sebagai tanda pergantian tahun semakin mereda. Entah sudah berapa uang yang habis membeli kembang api untuk memuaskan hasrat yang hanya sesaat. Dengan memasang earphone di telinga, senandung iwan fals dengan judul "Sore Tugu Pancoran" membuat semakin besar ketimpangan dari fenomena malam tahun baru yang semakin berulang. Dari info yang beredar di beranda facebook yang memuat berita tentang puluhan ribu fasilitator PNPM MPd yang resmi menganggur di awal tahun,  berita tentang jatuhnya pesawat air asia tujuan singapura yang jatuh di laut jawa, apakah ini harus dirayakan dengan kembang api? Aku menghela nafas panjang, di tahun 2014 aku mendapat hadiah sebuah pengalaman berharga, dan di tahun 2015 ini aku ingin bisa menjadi lebih baik, dan flores tetap menjadi sebuah cita-cita yang masih tidak tergantikan.Oh ya, dari a'cak aku menjadi tahu tentang Abha, apakah aku akan mendapat kesempatan kesana juga? oh Tuhan, betapa indahnya bumi-Mu i...

Lembar Buku ini akan berakhir

Gambar
Sekarang sudah dipenghujung tahun  detik demi detik lembar buku ini akan berakhir, buku yang tak sengaja ku buka,  tetapi mengandung kisah yang membuat tak ingin berhenti sebelum sampai ke lembar terakhir Aku seperti tak percaya, ketika banyak mata yang berkaca-kaca menyesali berakhirnya cerita sembari berharap akan ada kisah lanjutan, aku malah mengukirkan senyum, seperti telah puas berhasil membaca buku sampai akhir. Tapi di hati, tersimpan gundah, ternyata kisah yang tertulis tak seluruhnya berakhir bahagia, kisah yang tertulis terlalu mengandung propaganda yang mengoyak-ngoyak sanubari Aku tak bisa menangis, tapi aku juga hanya bisa diam mencerna hasil akhir yang aku baca hampir genap 8 tahun ini. @Dinasti hotel - Kota Kayuagung Sumatera Selatan  

hmm... what's the next ?

Gambar
Udara pagi di tanggal 10 Ramadhan terasa begitu berbeda, seperti hal berbeda yang akan aku alami hari ini. Ada rasa senang, ada juga rasa khawatir kala aku harus berada ditempat ini, bukankah pohon yang tinggi, angin yang menerpa juga lebih kencang? "Hmm...", aku menghela nafas panjang, ternyata Allah menunjukkan kekuasaanNya, bila menyatakan kun fayakun, maka jadilah apa yang Dia inginkan. Dan pastinya semua ini berkat doa ayah dan ibu. Dunia yang baru, pasti akan aku temukan hal yang baru pula, bersama orang baru, ditempat baru, dan pastinya adaptasi dengan pekerjaan baru yang sama sekali belum aku mengerti. ''Hmm... What's the next? '', Tanyaku dalam hati seperti  menebak akhir cerita sebuah novel yang baru dibaca.

Menghitung Hari

Gambar
Memandang putihnya langit dari balik jendela, mengingatkan ku bahwa aku tinggal menghitung hari berada di sini. Kota minyak yang terkenal sebagai kota nomor dua penopang kekayaan Sumatera Selatan ini begitu memberi kesan. Teringat kala aku pertama kali menginjakkan kaki di sini, terpersona akan keindahan kebun karet yang berjajar rapi. Tatap mata dari masyarakat yang ditemukan pun bermacam-macam, dan pastinya bersama tim ku, aku belajar mempercepat laju motor untuk mempersingkat waktu tempuh daerah dampingan yang jaraknya lumayan mumpuni.

Ketika Jarak bukan menjadi Halangan menggapai Mimpi

Gambar
Menjadi Kelurahan yang terletak jauh dari pusat kota Prabumulih, ternyata bukan merupakan halangan LKM Payu Mandiri kelurahan Payu Putat untuk menggapai mimpi mendapatkan PLPBK. Bagi mereka yang berkecimpung di dunia PNPM Mandiri Perkotaan, pastinya sudah tidak asing dengan PLPBK (Penataan Lingkungan Pemukiman Berbasis Komunitas). PLPBK yang merupakan kelanjutan dari transformasi sosial PNPM dengan tetap berpegang pada prinsip dasar PNPM seperti demokrasi, partisipasi, transparansi, akuntabilitas dan desentralisasi. Adanya PLPBK ditujukan untuk menciptakan lingkungan pemukiman yang teratur, aman, nyaman, dan sehat dalam rangka mendukung upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat miskin. Info tentang PLPBK yang dahulu lebih dikenal dengan sebutan ND ( Neighborhood Development) sudah lama terdengar di Kelurahan Payu Putat, setiap melakukan pelatihan masyarakat, penjelasan tentang PLPBK yang konon hanya untuk LKM terbaik dengan predikat Mandiri itu bagaikan sebuah mimpi yan...

Ucapan Terima Kasih Dalam Tanda Kutip

Gambar
Aroma harum nya kopi susu yang asapnya masih mengepul dari cangkir lusuh yang di suguhkan oleh sang istri sejenak menghentikan percakapan kami. Sang empunya rumah pun segera mempersilakan, walau sebetulnya hanya sekedar basa-basi yang biasa atau telah menjadi adab dalam memperlakukan tamu dengan baik karena kopi tersebut belumlah bisa untuk dinikmati karena masih terlalu panas. Aku  pun tersenyum, membalas basa-basi siempunya rumah  dengan berlaku sebagaimana menjadi tamu yang baik. Percakapan kami pun berlanjut, tak hanya progres kegiatan yang menjadi percakapan, tetapi hal-hal lain yang terkadang sama sekali tak berkenaan program tetapi menjadi penting untuk perjalanan program selanjutnya pun menjadi bahasan.

Efek Domino dan Sang Bintang

Gambar
Akhirnya aku beranjak dari tempat tidur, membuka lepi dan menghela nafas panjang untuk melepaskan kepenatan hati yang semalam membuahkan insomnia berkepanjangan. Efek domino yang terjadi akibat belum jatuhnya sang bintang mulai mencapai titik kritis, tak hanya dikalangan fasilitator, di masyarakat pun efek domino itu pun menjangkit seperti wabah virus yang meng-endemi, karena rencana kerja yang telah disusun dengan senyum penuh asa para relawan pun akhirnya harus terabaikan sebab semangat yang mulai ngedrop. Aku tak bermaksud mengeluh karena hal yang sepertinya memang harus akrab dalam dunia fasilitator ini, tapi aku hanya khawatir kemilau mutiara-mutiara  yang menghabiskan waktu lama untuk memunculkannya akan redup kembali, aah,, apa memang aku terlalu idealis seperti kata teman ku?

Pembelajaran Berharga

Gambar
Lama aku memandang layar monitor sebelum aku kembali menarikan jemari di keyboard. Sejenak aku menghentikan tariannya di kalimat pertama dan sedikit berpikir akan kemana arah tulisan ku hari ini. Apakah hanya akan menjadi sebuah curahan hati belaka, atau sedikit berbobot tapi tetap tak akan pernah ada kaitannya dengan politik atau gosip yang semarak menghias tv beberapa hari ini. Aah, aku tersenyum sendiri, bulan ini aku banyak sekali mendapat pembelajaran berharga yang pastinya tak akan terlupakan. Dan pastinya walau ada sedikit rasa kecewa tapi aku bersyukur sekali ketika Allah membukakan kenyataan yang sebenarnya, sehingga aku bisa mereview kembali planning yang telah dibuat.

Mari Menikmati Prosesnya,,,

Gambar
Aku cuma bisa meringis kala semalam tumben-tumbennya mendapat sapaan  dari pak TA Sos di ruang chat facebook. Di awal chat pertama kami itu terkesan sangat dingin, mungkin lebih dingin dari gletser yang ada di kutub utara, secara toh, namanya juga chat pertama, hehehe. Tak disangka, ternyata aku ditanyai tentang kenapa aku sudah lama tidak mengirimkan tulisan-tulisan Best Practice lagi. Huft!! awalnya aku seperti biasa hanya bisa cengar-cengir seperti kuda yang salah makan rumput dengan memberikan alasan yang memang tak masuk akal, tetapi akhirnya setelah aku pikirkan dan ku lihat isi blog ku akhir-akhir ini, memang sudah lama sekali ya aku tidak menulis tentang pengalaman ku melakukan dampingan.

Pengakuan dan Penghargaan

Gambar
Hari ini aku sengaja pulang ke Palembang menggunakan bis, menitipkan si hitam kepada ibu kost dengan  alasan, aku terlalu lelah dan mengkhawatirkan kondisi jalan yang sulit karena banjir rob yang melanda di kawasan Ogan Ilir dan kecamatan Karya Jaya. Aku segera menaiki bis yang berhenti, bis jurusan Tanjung Enim - Palembang itu tidak begitu penuh penumpang, aku pun masih bisa memperoleh tempat duduk kosong di barisan paling belakang sebelah kiri. Pikiran ku menerawang jauh, pemandangan di balik jendela tak begitu menjadi menarik bagi ku karena aku lebih memikirkan banyak sumbang saran dan kritik dari para sahabat yang aku temui di dunia nyata atau pun dunia maya akhir-akhir ini. Semua rata-rata mengkhawatirkan ku, malah ada yang bilang kalau aku seperti sebuah lilin yang  hancur karena memberi pelita, "benarkah seperti itu?", tanya ku sendiri tanpa bisa menemukan jawaban.

Siapa Membantu Siapa?

Gambar
  “Sudah berapa lama program kita berjalan di kelurahan ini?”, tanya ku pada suatu kesempatan di pertemuan LKM salah satu wilayah dampingan dengan suasana hujan mengiring deras.   “Sudah lima tahun lebih!”, ujar salah satu peserta pertemuan. “Dan, pada lima tahun itu, apa yang terjadi dengan ada nya PNPM Mandiri Perkotaan di sini?”, tanya ku berlanjut. Suasana menjadi hening, tak ada lagi peserta pertemuan yang berbicara, semua sepertinya berpikir tentang pertanyaan ku. Mencari suatu jawaban yang paling tepat untuk diutarakan. “Kami merasa sangat terbantu sekali, terbantu karena jalan yang tidak becek lagi, terbantu karena adanya jembatan di kebun sehingga akses untuk mengangkut hasil kebun menjadi lebih mudah, terbantu karena bertambahnya keterampilan dari kegiatan pelatihan-pelatihan, dan semua nya yang sulit untuk di sebutkan satu persatu”, jawab salah satu peserta yang kemudian disusul anggukkan kepala peserta lainnya.   “Terbantu?” Aku mengernyitkan dahi, ...

Tentang Kemarin, di Payu Putat

Gambar
Bangun tidur pagi ini, kepala ku terasa berat sekali, bersin-bersin dan pilek mewarnai pagi yang dingin dari sisa hujan deras semalam. Koneksi internet masih juga lemot sehingga untuk mengirim email yang bersize kurang lebih 9Mb-an itu bisa diibaratkan seperti kondisi jalanan kota Palembang yang selalu macet dan padat merayap di jam kerja, "hmm,, semoga saja bisa selamat sampai tujuan", ujar ku di dalam hati mengkhawatirkan nasib si email sambil kembali menarik selimut. Sembari menunggu, jemari ku ingin sekali menari di atas keyboard untuk menceritakan apa yang aku alami kemarin. Bersama dengan fasilitator teknik, kami kemarin menuju kelurahan Payu Putat, kelurahan yang berjarak kurang lebih 20 km dari pusat kota Prabumulih itu adalah wilayah yang paling rawan banjir, karena letaknya yang sangat dekat dengan sungai Lematang. Sering sekali kegiatan infrastruktur tertunda di kelurahan ini, karena memang kondisi alam sering tidak memungkinkan untuk melakukan pembangunan...

Aku Melihat Warna Mereka

Gambar
Proses Pembentukkan KSM dan Pengisian Proposal Menghadapi masyarakat terkadang sukar untuk ditebak, hmm,, aku jadi tersenyum simpul kala teringat proses pelatihan Memasak dan membuat makanan ringan di kelurahan Sungai Medang. Pelatihan yang direncanakan jadwalnya dilakukan kamis depan, malah bisa maju menjadi kamis kemarin. Tuh kan, aku jadi tersenyum lagi, jarang-jarang loh ada jadwal yang bisa maju, kan biasanya mundur atau tertunda dari perencanaan.

Kualitas, Kuantitas, atau Kapasitas?

Gambar
Melirik sejenak ke buku agenda harian ku, aku tersenyum simpul, seperti biasa buku agenda ku sangat miskin akan tulisan, padahal acara konsolidasi tahunan Tim Faskel se Korkot 2 berlangsung cukup lama dan ramai karena dihadiri tidak hanya fasilitator di kota Prabumulih saja, teman-teman di Ogan Komering Ilir (OKI) dan Kabupaten Muara Enim yang juga merupakan lingkup Korkot 2 pun hadir. Di buku ku ini, selain ada tulisan agenda konsolidasi yang merupakan hasil menyalin secara utuh tulisan Pak Korkot di Papan Tulis, hanya ada 3 kata yang aku tulis dan aku lingkari, yaitu : Kualitas , Kuantitas , dan Kapasitas dengan tanda tanya diakhir masing-masing kata.