Ba'da Sholat Asar ketika rehat Pelatihan Utama, Masjid Agung Kota Curup pun menjadi saksi ketika Aku dan teman-teman seperjuangan menorehkan jejak perjalanan hidup.
Libur lebaran Idul Adha membuat ku lumayan betah berlama-lama di depan televisi. Tapi jangan ditanya aku nonton program apa? karena untuk soal pilih-pilih program tv tetap emak yang menjadi operatornya, jadi acara apapun yang dipilih emak ya aku tonton, hehehe. Selama waktu menonton tv itu, yang paling aku perhatikan adalah iklan-iklan nya yang selalu mendominasi. Dan salah satu yang membuat aku penasaran adalah lagu di iklan window8 yang sekarang wara-wiri berselancar di tv. Pertama mendengarnya, asik sekali ditelinga, kedua kali mendengar lagu nya yang bernada ceria semakin memikat, dan untuk yang ketiga kalinya aku pun langsung bertanya ke si mbah google, siapakah penyanyi dan judul lagu yang ikut bagian mendominasi isi otak di kepala ku, dan huft,,,,
Aku menemukan gambar di atas dari deretan gambar di google image. Lekat aku memandang gambar ini, melihat pola dan tingkah laku serta adanya segores tulisan di sisi atas gambar yang memberikan makna.. Sungguh, aku tidak ada niat untuk mengomentari gambar ini, tapi hati ku tertohok sampai ke sanubari yang paling dalam. Yup, aku teringat akan Indonesia, Negara ku yang paling aku cintai. Sejenak aku diam, tersenyum sendiri dikala ingat bahwa Negara ku Indonesia termasuk peringkat lima belas besar pengakses internet terbanyak. Bahkan konon di Asia, Indonesia merupakan peringkat ke lima, dimana peringkat pertama diduduki oleh China dengan 298 juta pengakses internet. Oh ya,, aku juga ada kabar gembira, dilihat dari data kemendagri ( Kementerian Dalam Negeri) ternyata Indonesia merupakan urutan ke tiga belas didunia dalam jumlah bandar udara terbanyak yaitu 498 buah. Ayo kawan,,, lihatlah… Katanya Indonesia mempunyai cadangan minyak sebanyak 9,7 juta barrel dan cadangan gas ...
Pagi ini, kota Prabumulih kembali diguyur hujan, entah kenapa sekilas aku teringat akan masyarakat di desa dampingan, hujan pagi yang teratur mengguyur hampir setiap hari pastinya membuat mereka bersedih, karena aktifitas untuk nakok (menyadap) karet akan menjadi sulit atau akan tertunda, hasilnya pun menjadi tidak maksimal karena getah yang belum mengental sering kali hilang terbawa aliran hujan. Dan yang paling menyedihkan, mereka seperti habis jatuh tertimpa tangga, sudah penghasilan menyadap karet kecil, mereka juga harus menghadapi kenyataan bahwa harga karet menurun, karena imbas dari krisis ekonomi di negara luar. Ditemani lagu Donna-donna nya RSD dan gemerisik hujan yang turun, aku teringat janji ku untuk membuat artikel tentang Profesional dan Proporsional kepada kak Meton, dua kata kata yang sungguh ajaib, karena memberikan inspirasi untuk ku kembali menulis di blog ini.
Komentar