Ba'da Sholat Asar ketika rehat Pelatihan Utama, Masjid Agung Kota Curup pun menjadi saksi ketika Aku dan teman-teman seperjuangan menorehkan jejak perjalanan hidup.
Aku menemukan gambar di atas dari deretan gambar di google image. Lekat aku memandang gambar ini, melihat pola dan tingkah laku serta adanya segores tulisan di sisi atas gambar yang memberikan makna.. Sungguh, aku tidak ada niat untuk mengomentari gambar ini, tapi hati ku tertohok sampai ke sanubari yang paling dalam. Yup, aku teringat akan Indonesia, Negara ku yang paling aku cintai. Sejenak aku diam, tersenyum sendiri dikala ingat bahwa Negara ku Indonesia termasuk peringkat lima belas besar pengakses internet terbanyak. Bahkan konon di Asia, Indonesia merupakan peringkat ke lima, dimana peringkat pertama diduduki oleh China dengan 298 juta pengakses internet. Oh ya,, aku juga ada kabar gembira, dilihat dari data kemendagri ( Kementerian Dalam Negeri) ternyata Indonesia merupakan urutan ke tiga belas didunia dalam jumlah bandar udara terbanyak yaitu 498 buah. Ayo kawan,,, lihatlah… Katanya Indonesia mempunyai cadangan minyak sebanyak 9,7 juta barrel dan cadangan gas ...
Berkunjung dan menginap sehari di kota Curup Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu ternyata banyak sekali inspirasi dan ilmu yang aku dapat, khususnya di 'Galeri Biru' nya Om Iwa K. Galeri Biru merupakan galeri seni yang beralamat di jalan Sentosa No.39 Dwi Tunggal. Walau sekarang terlihat fokus dengan media kayu, sebetulnya semua media sudah dijabani oleh Om yang satu ini, dari urusan tali-temali, semen dan apalah-apalah, yang pasti namanya ditangan orang seni semua bisa menjadi sebuah karya unik. Bersyukur sekali, dimalam waktu menginap, kami diajarin dan boleh praktek langsung cara mengukir diatas media kaca akrilik dan kayu mengunakan alat ukir yang mirip mesin bor. Jangan tanya namanya apa ya?, lah aku baru sekali itu lihat dan gunakan secara langsung. Ada sih Om Iwa jelasin nama-nama dan jenisnya, tapi ya namanya aku cuma pasang muka takjub saja melihat peralatan lengkap yang banyaknya seabrek dipamerin, asli jadi pasang mupeng saat itu, :D.
Pagi ini, kota Prabumulih kembali diguyur hujan, entah kenapa sekilas aku teringat akan masyarakat di desa dampingan, hujan pagi yang teratur mengguyur hampir setiap hari pastinya membuat mereka bersedih, karena aktifitas untuk nakok (menyadap) karet akan menjadi sulit atau akan tertunda, hasilnya pun menjadi tidak maksimal karena getah yang belum mengental sering kali hilang terbawa aliran hujan. Dan yang paling menyedihkan, mereka seperti habis jatuh tertimpa tangga, sudah penghasilan menyadap karet kecil, mereka juga harus menghadapi kenyataan bahwa harga karet menurun, karena imbas dari krisis ekonomi di negara luar. Ditemani lagu Donna-donna nya RSD dan gemerisik hujan yang turun, aku teringat janji ku untuk membuat artikel tentang Profesional dan Proporsional kepada kak Meton, dua kata kata yang sungguh ajaib, karena memberikan inspirasi untuk ku kembali menulis di blog ini.
Komentar