Postingan

Wild World

Gambar
Niat awal ku malam ini ingin menyiapkan bahan-bahan untuk acara rakord besok, tetapi kembali jemari ku ingin menari di atas keyboard. Tariannya mengandung sendu, seperti langit mendung yang sering menghiasi hari-hari di Baturaja Land akhir-akhir ini. Tekanan yang datang bertubi-tubi tanpa sekali pun terpikirkan di benak ku pun mengajarkan ku untuk tetap berpikir positif, bila Allah tak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan umat-Nya.

Ketika Hati Yang Bicara

Gambar
Ketika hati yang bicara, banyak hati yang tak mendengar Ketika benar menjadi salah, dan salah dianggap benar Merasa benar, tapi lupa pada yang Maha Benar Merasa hebat, tapi lupa dengan yang Maha Hebat Ada langit pasti ada bumi, Ibarat roda pedati yang mesti berputar Semua pasti akan merasakan kala berada di atas atau berada di bawah Negeri yang kaya, tapi memiliki rakyat yang miskin Negeri yang miskin, tapi memiliki rakyat yang kaya Mana yang engkau pilih untuk tinggal?  

Kupu-Kupu

Gambar
Seekor kupu-kupu masuk ke dalam kamar ku, ia terbang mengitari seluruh ruangan. Pandanganku selalu mengikuti kemana ia terbang, berputar-putar mengelilingi lampu, terbang menabrak tembok, atau berkeliling-keling ke sembarang arah. Konon kata orang, kalau ada kupu-kupu yang masuk ke rumah, artinya akan ada tamu yang datang. Mitos kah atau kenyataan? tapi hal ini telah aku dengar sejak lama. Entah kenapa, jemari ku segera menari di atas keyboard, memasukkan kata kunci "kupu-kupu masuk rumah" di search google. Banyak sekali artikel tentang hal ini yang keluar, dan yang diurutan paling atas adalah http://www.primbon.com/hewan.htm

Ketakutanku Sendiri

Gambar
Setelah menyelesaikan acara print me-print instrumen uji petik pelatihan masyarakat, entah kenapa aku begitu rindu menarikan jemari di malam tanpa hujan ini. Berbagai rasa tak biasa berkecamuk di dalam benak ku, rasa suka dan tak suka mewarnai hari-hari ku, dan pastinya semua kisah di baturaja begitu menyita alam pikir ku, sampai-sampai di dalam tidur pun aku tetap berpikir tentang baturaja. Kota Baturaja yang dari kultur geografisnya mengingatkan ku pada kota Curup ini, menurutku tidaklah se-ekstrim seperti awal aku mendengar cerita-cerita tentangnya. Aku lihat, sebetulnya masih banyak sekali yang indah di sini, hanya saja keindahan itu masih tersimpan rapi, seperti suatu adat-istiadat lampau yang memandang aneh pada budaya baru yang masuk.

Pagi yang Dingin

Gambar
Pagi yang dingin dengan sesekali terdengar ucapan "assalamualaikum" dari seekor burung beo di rumah kos ini kembali membuka lembar hari ku di kota Baturaja. Sudah genap satu bulan aku menginjakkan kaki di kota, dimana PT.Semen Baturaja yang begitu terkenal di Indonesia ini berada. Entah apa yang aku pikirkan, tapi waktu satu bulan untuk melihat dan mendengar sepertinya sudah cukup bagi ku untuk segera melakukan sesuatu, dengan tetap berharap untuk kebaikkan. 

Tulisan Pertama di Kota Baturaja

Gambar
Ini tulisan pertama ku di kota Baturaja, kota yang baru bulan ini menjadi tempatku untuk mengadu peruntungan, apakah disini aku akan bertemu dengan mutiara-mutiara berkilau, atau aku hanya harus tertunduk sendu kala hanya menemukan sebongkah batu yang tak bermakna. Belum banyak yang bisa aku lakukan di bulan ini, selain menjadi pengamat dan pendengar yang baik, sebagai referensi untuk perencanaan selanjutnya. Buruknya image pendampingan, aku rasa hanya terjadi hanya karena ada hal yang kusut, mengurainya nya itulah hal yang mesti dilakukan.

Menghitung Hari

Gambar
Memandang putihnya langit dari balik jendela, mengingatkan ku bahwa aku tinggal menghitung hari berada di sini. Kota minyak yang terkenal sebagai kota nomor dua penopang kekayaan Sumatera Selatan ini begitu memberi kesan. Teringat kala aku pertama kali menginjakkan kaki di sini, terpersona akan keindahan kebun karet yang berjajar rapi. Tatap mata dari masyarakat yang ditemukan pun bermacam-macam, dan pastinya bersama tim ku, aku belajar mempercepat laju motor untuk mempersingkat waktu tempuh daerah dampingan yang jaraknya lumayan mumpuni.