Postingan

Donna Donna.....

Gambar
 

Perbincangan dengan Bintang

Gambar
Aku terdiam, terpukau akan terangnya rembulan di bulan Ramadhan, merasa takjub akan kerlap-kerlip sang bintang yang bertebaran di langit terang dengan sesekali sang bayu menelisik menyentuh ku, yang tetap terpaku di indahnya malam ini. Berbagai macam rasa dan asa melintas silih-berganti yang menambah beban berat di dalam hati. Sekilas bayang ia yang jauh di sana memenuhi memori otak ku yang tidak cukup besar ini. "Ah,, ingin rasa nya aku tumpahkan segala rasa dan asa kepada sang bintang, tapi ku lihat sang bintang hanya berkedip dan menyunggingkan senyumnya yang paling manis.

Gedung PAUD Terbangun, Muara Sungai pun Tersenyum

Gambar
Gedung PAUD PNPM MP Desa Muara Sungai adalah desa yang memiliki luas ±872 Ha dan dibagi menjadi 4 Dusun. Desa yang posisinya berbatasan dengan  Desa Petanang di sebelah utara, Kelurahan Sukajadi di Sebelah Selatan, Kelurahan Sungai Medang di sebelah Barat, dan Kelurahan Cambai di sebelah Timur ini secara administratif termasuk bagian dari Kecamatan cambai  Kota Prabumulih. Papan Nama PAUD Sebagai Desa yang berkembang, bersamaan dengan adanya PNPM Mandiri Perkotaan yang masuk sejak tahun 2008, geliat semangat membangun di desa ini semakin terlihat dan dengan dimotori oleh LKM Usaha Bersama. Tidak hanya pembangunan dari segi sosial dan ekonomi, pembangunan di bidang infrastruktur pun terlihat menyentuh di berbagai titik Desa. Salah satu nya adalah pembangunan Gedung PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang dibangun di samping balai desa.

Kulit dan Isi

Gambar
Aku tidak akan menjadi sehat dengan meminum secangkir kepahitan kecuali aku menemukan madu sebagai endapannya. Aku tidak akan selamat melintasi jalan sempit kecuali aku bisa mencapai padang rumput hijau di seberangnya. Aku tidak akan rela kehilangan seorang teman dalam kabut surga begitu aku menemukan dia dalam kejernihan fajar. Berapa banyak waktu mesti ku tahan menanggungkan sakit dan melepuh di bawah kerudung kesabaran, seraya mengangankan adanya ganjaran dan kebenaran. Tapi ketika aku membuka kerudung itu, aku melihat kesakitan telah berubah menjadi kesenangan dan yang melepuh telah berubah menjadi kesejukkan dan kedamaian. Berapa banyak waktu harus ku jalani bersama sahabatku di Dunia-yang-Serba-Permukaan ini, bersungut-sungut sendiri menyesali ketololan dan kebodohannya. Tapi aku tidak juga sampai ke Dunia-Penuh_Kedalaman itu sampai aku menyadari sendiri bahwa aku telah menjadi tiran lalim dan temankulah yang menjadi arif lagi bijak. Berapa lama aku...

Sosok Berpakaian Hitam

Gambar
Jiwa yang lama segera pergi... Bersiaplah para pengganti.... Gigi ku bergemeretak menahan tubuh yang menggigil kedinginan. Berselimutkan gelap bersama pakaian yang basah kuyup oleh hujan. "Ooh,, di mana aku sekarang?", sebuah tanya terlontar dari bibir keluh ku dan tak akan pernah aku temu kan jawab nya. Seketika sebuah bulir air bening mengalir menghangatkan wajah ku berbarengan dengan langit yang bergemuruh bersahut-sahutan dengan kilatan petir yang sesekali memberikan bias cahaya dalam gelap ku. Aku membuka mata, mencoba menemu kenali keadaan di sekitar ku. Ku duduk meringkuk memeluk ransel agar bisa lebih menghangatkan tubuh, merasa kan dinding yang lembab di sebelah ku. 

Sebuah Buku Usang Berdebu

Gambar
Tak ada yang abadi....  Tak ada yang abadi.... Ooh,, biarkan aku bernafas sejenak sebelum hilang... Sebuah buku usang berdebu menarik perhatian ku pagi ini. Buku yang sudah terlalu lama terduduk diam di atas lemari seolah-olah terlupakan.  buku usang berdebu Ku usap debu tipis yang menutupi sampul buku. Hmm.. aku ingat! ini adalah buku pemberian Nyai (Nyai - panggilan nenek dalam bahasa Palembang) ketika beliau berberes-beres setelah Yai suami tercinta nya meninggal dunia. Bagai mendapatkan durian runtuh, aku kecil yang saat itu begitu haus akan bacaan menerima nya dengan suka ria tanpa mengerti arti dari buku ini selain kesenangan bisa membaca cerpen-cerpen yang ada.

Perbedaan itu Indah

Gambar
Huft, rasa penat menghinggapi ku setelah bercengkrama dengan coloumn dan row di sheet microsoft excel. Untuk sedikit menghilangkan penat, segera aku mengkoneksikan modem flexi, dan kemudian jejaring sosial hasil karya Mark Zuckerberg pun telah hadir terpampang di netbook putih ku. Di beranda aku melihat dan membaca apa saja yang di tuangkan oleh teman-teman, berkali-kali aku memutar scroll mouse ke bawah, hmm... sebagian besar status yang tertulis adalah ucapan tentang Nisfu Sya'ban. Aah, aku tak akan menjelaskan tentang apa itu Nisfu Sya'ban karena sahabat sekalian kebanyakkan lebih paham atau kalau pun masih ada yang tidak tahu tentang Nisfu Sya'ban ada baiknya sahabat search saja di mbah google, tuh kan,, sudah banyak sekali yang menulis tentang hal ini. Aku menarik nafas panjang, mengenang masa lalu, masa ketika menjalani bulan Ramadhan di kota Hujan Pat Petulai, mengenang bulan Ramadhan pertama ku di kota minyak ini, dan sekarang aku tersenyum sekaligus merasa ...