Postingan

Wajah-wajah itu dan sebuah tanya

Gambar
Terjaga di ujung pagi dari penatnya tubuh yang tertidur di awal malam. Terlintas semua yang terjadi seharian ini, banyak sekali hikmah yang aku petik bahwasanya tak ada hal yang abadi. Wajah-wajah itu pastinya nanti akan aku rindu kan, teriakkan mereka yang memberi umpan balik support kala ku cuma bisa nyengir-nyengir kuda ketika terhempas di gelombang dengan kapal yang sama sekali tak ku sadari besarnya. Aku juga cuma bisa tersenyum dilematis, ketika rencana ternyata memang hanya bisa tinggal rencana. Wajah-wajah nan galau dengan problema kerasnya kehidupan itu mengingatkan ku bahwa kerelawanan tetap harus sesuai proposionalnya. "Bagaimana? enakkan di Bengkulu atau di sini?", sebuah tanya kemarin siang  kembali terngiang-ngiang di telinga, dan hanya hati yang bisa menjawab semua. ----- hanya sebuah catatan kala mendampingi uji petik para TA

Ketika Jarak bukan menjadi Halangan menggapai Mimpi

Gambar
Menjadi Kelurahan yang terletak jauh dari pusat kota Prabumulih, ternyata bukan merupakan halangan LKM Payu Mandiri kelurahan Payu Putat untuk menggapai mimpi mendapatkan PLPBK. Bagi mereka yang berkecimpung di dunia PNPM Mandiri Perkotaan, pastinya sudah tidak asing dengan PLPBK (Penataan Lingkungan Pemukiman Berbasis Komunitas). PLPBK yang merupakan kelanjutan dari transformasi sosial PNPM dengan tetap berpegang pada prinsip dasar PNPM seperti demokrasi, partisipasi, transparansi, akuntabilitas dan desentralisasi. Adanya PLPBK ditujukan untuk menciptakan lingkungan pemukiman yang teratur, aman, nyaman, dan sehat dalam rangka mendukung upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat miskin. Info tentang PLPBK yang dahulu lebih dikenal dengan sebutan ND ( Neighborhood Development) sudah lama terdengar di Kelurahan Payu Putat, setiap melakukan pelatihan masyarakat, penjelasan tentang PLPBK yang konon hanya untuk LKM terbaik dengan predikat Mandiri itu bagaikan sebuah mimpi yan...

Pengakuan Dosa : Menyerah pada "Lingkaran Setan"

Gambar
Memandang mendungnya langit sore, menggerakkan jemari ku untuk kembali menari di atas keyboard. Sekedar ingin berbagi pemberontakkan di hati yang merintih pilu ketika akhirnya aku harus menyerah pada  "lingkaran setan" yang benar-benar telah membelenggu NKRI kita ini. Dua hari ini aku benar-benar dibuat ribet dengan yang namanya prosedur administrasi pengurusan Surat Ijin Mengemudi (SIM) C ku yang akan habis masa berlakunya di bulan ini. Target ku yang hanya ingin menghabiskan waktu satu hari saja untuk pengurusannya, ternyata harus memaksa ku meninggalkan lapangan selama dua hari dengan pekerjaan yang menumpuk.

Ucapan Terima Kasih Dalam Tanda Kutip

Gambar
Aroma harum nya kopi susu yang asapnya masih mengepul dari cangkir lusuh yang di suguhkan oleh sang istri sejenak menghentikan percakapan kami. Sang empunya rumah pun segera mempersilakan, walau sebetulnya hanya sekedar basa-basi yang biasa atau telah menjadi adab dalam memperlakukan tamu dengan baik karena kopi tersebut belumlah bisa untuk dinikmati karena masih terlalu panas. Aku  pun tersenyum, membalas basa-basi siempunya rumah  dengan berlaku sebagaimana menjadi tamu yang baik. Percakapan kami pun berlanjut, tak hanya progres kegiatan yang menjadi percakapan, tetapi hal-hal lain yang terkadang sama sekali tak berkenaan program tetapi menjadi penting untuk perjalanan program selanjutnya pun menjadi bahasan.

Efek Domino dan Sang Bintang

Gambar
Akhirnya aku beranjak dari tempat tidur, membuka lepi dan menghela nafas panjang untuk melepaskan kepenatan hati yang semalam membuahkan insomnia berkepanjangan. Efek domino yang terjadi akibat belum jatuhnya sang bintang mulai mencapai titik kritis, tak hanya dikalangan fasilitator, di masyarakat pun efek domino itu pun menjangkit seperti wabah virus yang meng-endemi, karena rencana kerja yang telah disusun dengan senyum penuh asa para relawan pun akhirnya harus terabaikan sebab semangat yang mulai ngedrop. Aku tak bermaksud mengeluh karena hal yang sepertinya memang harus akrab dalam dunia fasilitator ini, tapi aku hanya khawatir kemilau mutiara-mutiara  yang menghabiskan waktu lama untuk memunculkannya akan redup kembali, aah,, apa memang aku terlalu idealis seperti kata teman ku?

Pembelajaran Berharga

Gambar
Lama aku memandang layar monitor sebelum aku kembali menarikan jemari di keyboard. Sejenak aku menghentikan tariannya di kalimat pertama dan sedikit berpikir akan kemana arah tulisan ku hari ini. Apakah hanya akan menjadi sebuah curahan hati belaka, atau sedikit berbobot tapi tetap tak akan pernah ada kaitannya dengan politik atau gosip yang semarak menghias tv beberapa hari ini. Aah, aku tersenyum sendiri, bulan ini aku banyak sekali mendapat pembelajaran berharga yang pastinya tak akan terlupakan. Dan pastinya walau ada sedikit rasa kecewa tapi aku bersyukur sekali ketika Allah membukakan kenyataan yang sebenarnya, sehingga aku bisa mereview kembali planning yang telah dibuat.

Sejenak Merenung

Gambar
Aku duduk bersadar menahan kantuk, setelah selesai memfoto copy dokumen RPD salah satu desa dampingan untuk perlengkapan audit independence yang akan dilakukan selama dua hari di tim ku. Siap tidak siap semua harus siap, walau aku tahu banyak sekali kekurangan yang ada di desa/kelurahan dampingan setelah hari kemarin melakukan check list. Sebagian besar, kekurang terdapat pada pembukuan, baik pembukuan sekretariat maupun pembukuan UPK, dan yang lebih menyedihkan ada satu buku rekening LKM yang tercecer entah kemana, Sekre dan LKM bilang ada di Fasilitator ekonomi yang sekarang sedang cuti melahirkan, dan fasilitator Ekonomi bilang ada di LKM, entah mana yang benar dan mana yang salah. Sejenak aku merenung, banyak sekali yang harus aku pelajari, ketika aku harus berhadapan dengan yang berbeda kepentingan. Ketika ego yang banyak bicara tanpa mengindahkan betapa sebetulnya pekerjaan ini begitu indah dan tidak sekedar imbalan gaji semata.  Aah,, ayo semangat ami! selalu ingat,...